Showing posts with label museum. Show all posts
Showing posts with label museum. Show all posts

Bermain di Seoul Children Museum 서울상상나라

Kali ini saya mau cerita tentang liburan kami tahun lalu.By the grace of God, kami dapat kesempatan untuk jalan-jalan ke luar negeri. Dan karena kami homeschooling, kami bisa dapat tiket murah dan pergi jalan-jalan saat anak-anak lain masih sekolah atau sedang ujian tepatnya. Biasanya dalam setiap jalan-jalan kami, kami selalu mencari tempat wisata edukasi, khususnya musium. Mengapa? Karena musium di luar negeri itu bagus dan terawat. Bahkan ada yang gratis loh. Jadi, kami dengan semangat memasukkan musium ke dalam jadwal kami.

Kali ini kami transit ke Seoul, negeri ginseng. Hanya dua hari sih, jadi dimanfaatkan untuk mengunjungi tempat-tempat yang bagus. Dan karena keterbatasan waktu, sayasearching dulu tempat-tempat yang menarik dan cara ke sananya. Kan kalau nyasar rada susah untuk bertanya, dan tidak mungkin juga ketemu si profesor alien alias Do Ming Jun oppa. Hasilnya adalah di hari pertama, kami akan mengunjungiSeoul Children Museum. Yang semangat ke sana adalah mamanya, secara anak-anak belum tahu kita mau kemana.

SeoulChildrenMuseum (서울상상나라) terletak di Children's GrandPark . Children's GrandPark  merupakan taman yang besar dan semua ada di situ. Maksudnya? Dalam satu area ini, yang besar banget, ada taman bermain, kebun binatang, taman edukasi, dan musium. Dan bahagianya saudara-saudara, untuk masuk ke taman ini, tidak dipungut biaya alias gratis. Tetapi untuk menggunakan mainan-mainannya, ada beberapa mainan yang tidak gratis. Rasanya jika waktu memungkinkan, ingin rasanya mengunjungi semuanya. Tetapi karena keterbatasan waktu dan takut oma kelelahan, kami memutuskan hanya mengunjungi musiumnya.

Children's Grand Park

Untuk mencapai tempat ini, kami menggunakan metro subway. Metro subway di Seoul sangat kompleks tetapi begitu tahu triknya akan sangatuser friendly, diluar tangga, tangga dan tangganya (kata teman saya, Korea dijuluki negeri 1000 tangga). Karena kami ingin langsung ke musium, kami naik metro menuju Children's Grand Park station (berdedikasi sekali orang-orang Korea akan fasilitas untuk anak, sampai nama stasiunnya pun ada, padahal dekat situ ada Sejong University) dan mengambilexit 1. Dengankedinginansemangat kami berjalan ke musium tersebut, melewati kolam yang penuh dengan rontokan daun (mungkin akan indah saat musim semi). Dan sampailah kami di depan musium ini, dan disambut oleh pink dino.

Berfoto dulu dengan pink dino di depan Seoul Children Museum
Dad and girls

Seoul Children Museum terdiri dari empat lantai, yaitu B1, 1F, 2F dan 3F. Saat kita masuk ke dalam musium ini, kita langsung berada di lantai 1. Berdasarkan hasil googling, kami baca bahwa di dalam musium ini hanya ada kafe kecil, untuk ngopi dan makan kue doang, dan kafe tersebut tidak menjual makanan. Mereka menyarankan agar anak-anak yang datang membawa bekal sendiri dan mereka menyediakan ruangan di lantai 3 yang dapat digunakan untuk makan siang. Maka kami pun berencana untuk membeli makanan dari CU (Family Mart di Indonesia) terdekat. Setelah kami membayar tiket masuk musium, kami mendapatkan cap yang tidak terlihat sama sekali, tetapi saat disenter oleh mereka, maka cap itu akan terlihat. Kakak dan adik senang sekali mendapat cap tersebut. Fungsi dari cap ini adalah asal kita punya cap tersebut, kita dapat keluar masuk dengan bebas.

Denah tiap lantai

Lantai B1 bertemakan full of experiences . Di sini terdapat beberapa bagian yang dapat dikunjungi, yaituBeyond Sensory Play, Atelier, Cooking Workshop, Toddler workshop,danPerformance Workshop. DiBeyond sensory play, anak belajar tentang fungsi panca indra dan apa yang dirasakan jika salah satu panca indranya tidak berfungsi. Bagusnya dari bagian ini, anak akan belajar menghargai setiap bagian tubuhnya dan belajar menghargai orang-orang yang tidak lengkap atau cacat. Lalu ada berbagai workshop yang dapat dikunjungi. Sayangnya saat datang, sedang adamaintenancedi lantai B1 sehingga kami tidak dapat melihat isi dari masing-masing workshop. Dan berdasarkan hasil review yang sudah dibaca, maka kami mulai dari lantai 3, dengan pertimbangan group sekolah yang datang pasti akan mulai dari lantai 1 terlebih dahulu.

Lantai 3 atau 3F bertemakan full of fun . Dan memang, di lantai ini paling seru. Area dibagi menjadi dua bagian, yaituScience Play, Culture Play. Oya, ada juga ruangan-ruangan yang disediakan untuk makan.Science play merupakan bagian anak-anak belajarsciencedengan bermain.Ada yang memanfaatkan tekanan angin untuk membuat bola tidak jatuh ke bawah (float the balls). Lalu ada mainan yang berhubungan dengan air (disediakan rompi dengan berbagai ukuran juga kok moms).Ada juga mainan yang memasukkan bola dan bola akan jalan ke atas menuju saluran yang berliku-liku dan keluar lagi di dalam kotak untuk bola.Ada sepeda yang kalau digenjot akan membuat butir-butir sterofoam berterbangan. Semakin cepat genjotannya atau semakin sering anak-anak meloncat di mini trampolin, maka semakin banyak butir-butir sterofoam yang berterbangan. Si kakak dan adik sibuk bermain ini dan itu. Di areaculture play, anak-anak belajar mengenal berbagai negara melalui kostum yang ada, mata uang, dan ciri khas negara-negara tertentu melalui permainan puzzle. Sayangnya anak-anak tidak tertarik untuk mencoba baju-baju berbagai negara, padahal mamanya kepengen banget melihat anak-anak pakai hanbok,kan lucu (tapi akhirnya kesampaian juga saat ditourist center). Di sini mereka belajar juga bagaimana membangun rumah, menggunakancraneuntuk memindahkan bata-bata, dan melakukan permainan peran menjadibuilder. Karena tiba-tiba lantai itu dipenuhi oleh group sekolah, maka otomatis mereka yang diprioritaskan untuk mengoperasikancrane tersebut. Demi efisiensi waktu, kami pindah ke lantai 2.

Lantai 2 atau 2F bertemakan full of stories . Dari kata-katanya sudah jelas bahwa lantai ini merupakan lantai di mana anak-anak mengeksplorasi cerita, baik lewat buku, maupun alat gerak.Ada bagianStory Play, Imagination Play, Toddler Playground,danBook Lounge. Yang pertama kali kami kunjungi adalahimagination play. Di sini anak-anak anak-anak bereksplorasi dengan pesawat luar angkasa dan mencoba mengirimsurat untuk alien. Jadi mereka diberikan kertas dan boleh menulis apa saja di kertas itu. Kemudian kertas tersebut dimasukkan ke dalam sebuah kotak, dengan dorongan angin yang besar dari bawah. Setelah dimasukkan, kotak tersebut ditutup dansurat yang tadi ditulis oleh anak-anak akan naik ke atas dan melalui pipa transparan, anak-anak dapat melihatsurat mereka bergerak dan berpindah ke dalam kotaksurat. Kakak dengan cepat menulissurat untuk sahabatnya (Lynn A loves K) dan si adik membuat gambar-gambar. Saat ditanya, kan suratnya untuk alien, kok tulisnya itu. Kakak menjawab biar mereka tahu best friend-nya kakak. Uh...so sweet. Sementara adik menjawab biar mereka punya gambar yang lucu. Polosnya anak-anak.

Setelah itu kami beranjak ke bagianStory play, yang bercerita mengenai kelinci dan kura-kura. Anak-anak dapat menjadi kura-kura, atau kelinci dan bermain secara interaktif. Disediakan tempurung kura-kura (bohongan tapi) untuk dipakai. Kemudian adaplayground yang didisain sesuai cerita tersebut. Anak-anak dengan senang masuk ke dalamplayground tersebut. Saat itu, ada anak-anak sekolah lain yang juga berkunjung ke musium tersebut. Mereka bingung mendengar anak-anak berbicara dalam bahasa lain, tetapi namanya juga anak-anak, mereka bisa bermain bersama. Di dekatplayground tersebut terdapat sofa untuk para pendamping (si oma langsung duduk) dan ada papan besar dengan tempelan huruf dalam bahasa korea (hangeul). Huruf tersebut bisa dipasang dan dicopot. Sambil menunggu anak-anak bermain, saya dan suami iseng menempel dan membuat nama dengan menggunakan hangeul (gaya dikit boleh dong).

Bagi yang membawa toddler atau batita, disediakan ruangan yang sesuai dengan anak dibawah umur 3 tahun. Tematoddler playgroundadalah taman yang besar. Sayangnya saya tidak sempat masuk. Lalu juga adabook loungeyang berisi buku-buku dan aktivitas yang menstimulasi kemampuan berpikir.

Dari situ, sambil menunggu suami membeli makanan di CU, kami pergi ke lantai 1. Lantai 1 atau 1F bertemakan full of imagination . Di sini anak-anak bisa menjelajahiSpace Play, Art Play, Nature Play, danSpecial Exhibits-Bouncy Round Ball. Dispace play, anak-anak dapat mencoba menyusun bentuk-bentuk geometri transparan dan warna-warni seperti tabung, prisma, balok, kubus, dan menggunakan cahaya yang disediakan, mereka bisa melihat permainan cahaya dan bermain dengan bayangan. Si adik sibuk menyusun dan mencoba menutupi cahaya untuk melihat bayangan. Sementara si kakak sibuk menyusun bentuk-bentuk geometri seperti bermain lego. Kemudian mereka bermain dengan bayangan, dan mamanya juga ikutan :-D

Lalu kami beranjak ke areanature play, tempat dimana anak-anak dapat mengeksplorasi dan menemukan berbagai hal yang berhubungan dengan alam melalui aktivitas yang ada. DiArt play, anak-anak diarahkan untuk mencoba untuk mengekspresikan diri mereka melalui media yang ada. Ada ruangan yang penuh dengan perkusi sederhana, ada bagian menaruh CD kecil ke papan yang berbentuk ikan sehingga CD tersebut akan seperti sisiknya ikan. Ada juga designer room, anak-anak bebas menempel pada tempat yang tersedia. Ada area dengan alat tari seperti pita dan mereka boleh menari sesuka hati. Tidak ketinggalan pula ada panggung boneka dan anak-anak bisa bermain dengan boneka tangan. Seru sekali melihat anak-anak bermain ini itu, jadi kepingin main juga. Maklum, masa kecilkurang bahagia belum pernah main itu.

Sesudah itu, kami makan siang di lantai 3, bersama-sama dengan mama-mama korea. Serasa lagi nonton Kdrama. Hehehe. Oya, di sini disediakan air minum ya teman-teman. Kita cukup membawa botol. Setelah makan, sambil menunggu si adik makan, saya dan kakak kembali bermain di bagianScience Play. Lalu setelah si adik datang, kami bermain sebentar di bagianculture play. Sesudah itu kami melanjutkan perjalanan kami dengan tujuan melihat sejarah tulisan korea di underground museum the Story of Sejong di Gwanghwamun.

Yang saya suka saat mengunjungi musium ini adalah anak dapat belajar banyak hal sambil bermain dan saya salut dengan pemerintahnya yang dapat membuat musium tetap terawat. Mungkin juga karena orang-orang di sana tahu bagaimana menghargai fasilitas yang diberikan. Dalam hati saya berharap semoga suatu hari di Indonesia juga ada musium untuk anak-anak dengan harga yang terjangkau dan bagus. Dan salutnya, mereka mengikuti peraturan yang ada. Salah satunya adalah anak dibawah 10 tahun harus ditemani pendamping. Kalau di sini kan mamanya sibuk sendiri. Kalau di sana, mereka mengawasi anak-anak mereka sambil menjelaskan setiap bagian. Dan hampir semua volunteer yang membantu di setiap bagian adalah oma opa loh. Mungkin supaya oma opa tetap aktif, merasa tetap berguna dan tidak mudah pikun (analisa pribadi ya).

Jadi, bagi yang mau jalan-jalan ke Seoul, silakan mampir ke musium yang satu ini. (ini bukan pesan sponsor loh, tapi saran. Hehehe)

Seoul Children Museum

http://www.seoulchildrensmuseum.org/eng/main.do

Jam operasional: 10.00 -  18.00 (pendaftaran terakhir pukul 16.00)

Tutup setiap Senin dan hari besar

Admisi 4.000 won (kurang lebih 48.000) untuk 3th sampai 65 tahun

Gratis untuk anak dibawah 3 tahun dan senior diatas 65 tahun (bawa passport ya)

Menjadi kura-kura, bermain panggung boneka, science play, menjadi astronot, dan culture play
Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami di Seoul, silakan klik link berikut ini.

Menjelajah Hong Kong Island: The Peak dan Trick Eye Museum

Hari ini merupakan hari Selasa, hari ketiga kami liburan di Hong Kong. Jadwal hari ini merupakan menjelajah Hong Kong Island, yaitu the Peak, Trick Eye Museum, naik ding-ding tram, & menjelajah Causeway Bay. Setelah itu di sore hari kami ingin makan dessert pada area Tsim Sha Tsui (karena kami harus menukar uang & planning menukar di Chungking Mansion) & mengunjungi Kowloon Park atau Nan Lian Garden. Tergantung kondisi peserta. Jadwal sudah disusun menggunakan sangat rapi, tinggal pelaksanaannya saja.

Seharusnya kami sudah harus keluar dari apartemen pukul 07.45 waktu setempat. Anak-anak sudah siap sedia menunggu untuk makan pagi. Tetapi seperti saya bilang, pergi bersama senior selalu penuh kejutan, jadi jadwal pagi selalu mundur dari yang direncanakan dan anak-anak pun telat untuk makan pagi. Maka kami baru keluar dari apartemen pukul 08.25. Rencana kami pagi ini makan pagi di Kam Wah Cafe yang terkenal dengan pineapple bun dan Hong Kong style egg tart. Kebetulan posisinya dekat dengan tempat kami menginap.

Sesampainya kami di sana, kami disambut dengan bahasa Kanton. Padahal menurut review yang saya baca di TripAdvisor banyak bule orang asing yang makan di sini. Si papa berkata karena dia tahu diantara kita ada yang bisa ngomong kanton, makanya dia pukul rata ngomong pakai bahasa kanton saja. Akhirnya bukan hanya pineapple bun dan egg tart yang kami pesan, kami juga memesan roti bakar dan mie rebus ala Hong Kong.

Pineapple bun, atau disebut juga bo lo bao (baca polo pao) yang artinya roti nanas, bukan berarti roti yang ada nanasnya, tetapi roti manis yang penampakannya seperti kulit nanas. Rasanya manis, kalau buat saya kebanyakan bisa mabok karena saya tidak begitu suka manis, dan atasnya garing-garing gitu. Anak-anak suka. Secara keseluruhan, makanan di sana termasuk ok rasanya. Tetapi sayang pelayannya kurang ramah, tipikal orang sana deh. Mungkin karena mau apa-apa serba cepat, jadi keramahan agak kurang.

Setelah itu kami menjuju stasiun MTR Prince Edward untuk naik MTR menuju central. Gampang kok, hanya naik MTR line Tsuen Wan hingga stasiun Central. Central merupakan ujung menurut line Tsuen Wan. Lalu kami mengambil exit J2 & berjalan menuju Peak Lower Tram terminus. Kami memang berencana untuk naik tram yg miring buat menuju the Peak. Lantaran waktu kami datang sedang bulan seni, maka poly pameran kesenian di dalam stasiun pada sepanjang jalan menuju exit J2.

Peta menuju The Peak Lower Tram Termius, courtesy of thepeak.Com.Hk

Perjalanan menuju tram terminal tidaklah jauh. Namun pada tengah jalan si opa sakit perut & mencari toilet. Akhirnya kami mencari gedung terdekat & bertanya kepada satpam gedung tersebut. Dan tak disangka saudara-saudara, satpamnya orang Indonesia yg telah usang kerja di Hong Kong & sudah punya PR (permanent residen) Hong Kong. Beliau orang Makasar orisinil (satu kampung menggunakan bapak Habibi jikalau berdasarkan pengakuan dia) yang mendapatkan istri waktu kerja di Hong Kong dan anak-anaknya telah besar dan tinggal pada Australia. Kami sempat bertanya, sambil menunggu oma opa oma ke toilet, apakah tidak kangen menggunakan Indonesia. Dia menjawab (dengan logat Makassar) jikalau telah biasa apa-apa teratur, saat balik ke Indonesia rasanya pusing. Bahkan dia seringkali jalan-jalan ke luar negeri dengan menerangkan PR Hong Kong agar nir repot buat visa (jika pasport Indo kan wajib pakai visa ke beberapa negara), apalagi tiket dari Hong Kong lebih murah. Untuk liburan ke Indonesia ok lah, akan tetapi untuk menetap cita rasanya tidak. Dan kami menjawab: Oooo.

Setelah para senior tiba, kami berpamitan & melanjutkan perjalanan. Jaraknya sih nir jauh, namun jalannya menanjak. Jadi pelan-pelan saja, apalagi bila bawa anak-anak & senior. Melihat keadaan oma opa oma (plus saat yg molor berdasarkan planning awal), kami menetapkan tidak jadi ke Nan Lian Garden. Takut mereka kecapekan. Sampai pada tram terminal, kami memanfaatkan octopus card kami supaya tidak usah mengantri membeli tiket tram. Tiket tram sekali jalan merupakan 28 HKD, & 40 HKD untuk pp. Oya, jam bukanya menurut jam 07.00 hingga 24.00. Bersyukurnya kami pagi itu antrian tidak panjang dan kami eksklusif naik ke pada tram.

Atas: Tanda kalau kita sudah hingga di The Peak tram.

Bawah: Tram yang akan beroperasi sekarang. The Peak Tram ini sudah ada sejak tahun 1888. Memang awalnya digunakan sebagai alat transportasi menuju the Peak. Sekarang sih lebih untuk turis. Biasanya kapan pun dan jam berapa pun pasti antri, tetapi pagi ini antriannya cukup baik hati. Karena cuaca di luar cukup berkabut, anak-anak sibuk bernyanyi foggy day chasing the sun away, dengan suara kecil, sementara saya menikmati pemandangan sambil mendengarkan orang di belakang saya berbicara bahasa Indonesia. Dari dalam tram pemandangan terlihat miring, tetapi sebetulnya kita dan tram yang miring. Hmm....jadi mendapatkan pencerahan. Sering kali kita merasa sekeliling kita yang 'miring', tapi mungkin kita dan lingkungan kita yang miring. Jadi sebelum berkoar-koar, kudu introspeksi diri dulu.

Kiri: Ilusi mata yang dialami waktu naik tram. Kanan: Tram yg pertama kali digunakan.

Akhir dari pemberhentian tram ini adalah The Peak Upper Tram Terminus atau The Peak Tower. Di The Peak Tower ini terdapat The Peak Market. The Peak Market menjual suvenir-suvenir khas Hong Kong. Lalu ada juga Madamme Thussaud yang terkenal dengan patung lilinnya. Banyak yang menuju ke sini. Kami hanya numpang foto dengan Bruce Lee di bagian depan. Di lantai atas terdapat restoran-restoran yang makannya pun bisa sambil menikmati pemandangan dari atas. Saya sempat menikmati makan di sana saat saya baru lulus kuliah, dan memang pemandangannya bagus. Bagi yang suka bermain dengan kamera, pasti tidak akan melewatkan kesempatan untuk pergi ke bagian paling atas, Sky Terrace. Pemandangan dari Sky Terrace sangat bagus, apalagi senja dan malam hari di saat lampu-lampu sudah menyala. Untuk kunjungan kali ini kami menghilangkan kunjungan ke Sky Terrace, menunggu anak-anak lebih besar, tetapi ternyata itu pilihan yang tepat karena cuaca hari ini sangat berkabut alias foggy day.

Kami menyeberang menuju the Peak Galleria untuk mengunjungi Trick Eye Museum. Musium ini terletak di lantai 3, satu lantai dengan observation deck. Karena kami sudah membeli tiketnya lewat klook, maka kami tinggal  menunjukkan voucher kami. Petugas memeriksanya setelah itu kami masuk.

Trick Eye Museum ini merupakan cabang dari Trick Eye yang ada di Korea. Anak-anak, oma-oma, semangat lari sana lari sini untuk berfoto. Dan memang bagus sekali loh tempat ini. Recommended bagi semua umur. Memang tidak luas, tetapi bagi kami cukup memadai untuk semua gaya.

Trick Eye Museum, area Secret Garden, Great Adventures, World of Masterpiece, Neverland, dan HK Discoveries.

Area foto dibagi menjadi 5 area, yaitu secret garden, world of masterpieces, great adventures, neverland, HK discoveries. Di area secret garden, tempatnya kita dapat berfoto manis-manis. Kita bisa duduk diatas bunga, dekat air terjun, pakai sayap, manis deh pokoknya. Sedang di area world of masterpiece, kita menggunakan imajinasi kita untuk menjadi ballerina, naik ayam, bergelantungan di antara kawah, dan sejenisnya. Bagi yang takut dengan sesuatu yang menantang, boleh mencoba great adventures. Kita bisa mencoba terjun payung, balapan motor, melayang di atas kursi, dan sebagainya. Jadi kesannya kita berani. Hehehe. Neverland bertemakan tentang kisah klasik dan hal yang mustahil bin mustajab seperti senam upside down, mencium pangeran kodok, dikejar hiu, dan sebagainya. HK discoveries menampilkan lukisan-lukisan dengan tema HK, seperti big budha, gedung pencakar langit HK, berfoto dengan kapal khas HK. Secara keseluruhan, semuanya hanya lukisan, tetapi dengan sudut yang tepat, hasilnya bisa mantap.

Trick Eye Museum, area Neverland & Great Adventures.

Karena tempatnya kecil dan sudah hampir jam makan siang, maka kami segera keluar dan turun. Sebelumnya demi memuaskan keinginan Duo Lynns melihat pemandangan dengan teropong, kami mampir di observation deck yang satu lantai dengan Trick Eye. Observation deck ada dua sisi, sisi yang melihat pemandangan kota dan sisi yang melihat laut. Kami hanya pergi ke sisi yang melihat laut, karena yang melihat kota berada di sisi lainnya dari mall ini. Tujuan kami berikutnya adalah turun ke lantai paling bawah.

Tante dari si papa merekomendasikan untuk makan di Tsui Wah yang berada di gedung ini. Tsui Wah juga merupakan HK style fast food, tetapi harganya diatas Cafe de Coral, MX Maxim, ataupun Fairwood. Sayangnya pelayannya kurang ramah. Yang kami suka adalah nasi goreng yang chow, banyak sekali udangnya dan besar-besar. Setelah makan, dan karena opa terlihat kurang enak badan, maka oma opa oma kembali ke apartemen untuk istirahat siang. Tentunya sudah dibekali dengan peta dadakan. Sebelumnya kami menyempatkan diri berfoto dengan trem hijau tempat pusat informasi. Di bagian dalam tram terdapat petugas dan brosur-brosur. Petugasnya ramah loh.

Kami berjalan menuju stasiun Central buat mengantarkan para senior. Perjalanan menuju stasiun Central lebih gampang lantaran jalanannya turun. Setelah mengantar mereka hingga masuk ke bagian penumpang, kami kembali keluar melalui exit J dan melanjutkan perjalanan kami ke Causeway Bay.

Ada om yang sedang latihan Tai Chi pada area exit J2.

Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami bersama anak-anak di Hong Kong dan Macau, silakan kliklink ini

Next: Menjelajah Hong Kong Island: Causeway Bay

The Peak.

Jam operasional untuk tram: 07.00 - 24.00

Jam operasional Sky Terrace 10.00 - 23.00 (Senin - Jumat), 08.00 - 23.00 (Hari Libur)

www.Thepeak.Com.Hk

Trick Eye Museum

Level tiga, The Peak Galleria

Jam operasional : 10.00 - 22.00

Tiket Masuk (harga resmi dari website):

12 - 64 tahun: 150 HKD

3 - 11 tahun: 100 HKD

>65 tahun: 100 HKD

www.Trickeye.Com/hongkong/main_test/

Berkunjung ke Museum Sumpah Pemuda

Jika terdapat yg resah waktu membaca judul posting ini, jangan merasa bahwa anda orang aneh ya. Saya jua baru mengetahui terdapat museum yang bernama Museum Sumpah Pemuda dalam saat aku telah kerja. Nama museum ini memang nir seterkenal Museum Nasional ataupun museum lainnya. Mungkin karena isinya hanya mengenai hal-hal yg berhubungan dengan insiden Sumpah Pemuda.

Karena selalu melewati museum ini, lama-lama jadi penasaran juga apa sih isinya. Akhirnya kami memutuskan pada tanggal 28 Oktober nanti kami akan melihat museum ini. Tetapi minggu lalu, kami mendapatkan undangan dari Museum Sumpah Pemuda untuk menghadiri acara pembukaan pamerah tokoh dokter Moewardi.

Undangan yang kami terima

Berbekal undangan yang ada, kami berkunjung ke Museum Sumpah Pemuda. Cukup penasaran apa sih isinya? Di pikiran saya paling hanya naskah Sumpah Pemuda. Ternyata isinya jauh lebih menarik dari yang saya bayangkan.

Di bawah tulisan ini terdapat maket museum.

Dimulai berdasarkan teras tempat tinggal , bentuk bangunan rumah ini sama persis misalnya bentuk tempat tinggal pada zaman Belanda. Memang museum ini adalah salah satu cagar budaya, yg artinya bangunannya dilestarikan.

Kramat Raya pada masa dulu. Jalanannya masih luas.

Sebelum menjadi museum,bangunan ini awalnya merupakan rumah tinggal milik Sie Kong Liang. Pada tahun 1908, gedung ini disewa pelajar Stovia dan RS sebagai tempat tinggal dan belajar. Saat itu gedung ini dikenal sebagai Commensalen Huis, yang kalau sekarang disebut kos-kosan. Banyak tokoh-tokoh penggerak kemerdekaan tinggal di sini, seperti Muhammad Yamin, Amir Sjarifoedin, Soerjadi (Surabaya), Soerjadi (Jakarta), Assaat, Abu Hanifah, Abas, Hidajat, Ferdinand Lumban Tobing, Soenarko, Koentjoro Poerbopranoto, Mohammad Amir, Roesmali, Mohammad Tamzil, Soemanang, Samboedjo Arif, Mokoginta, Hassan, dan Katjasungkana.

Museum Gadjah

Pada tahun 1927, gedung ini digunakan oleh berbagai organisasi pergerakan pemuda buat melakukan aktivitas konvoi. Gedung yg semula bernama Langen Siswo berubah menjafi Indonesische Clubhuis atau gedung pertemuan. Pada tahun 1928, gedung ini dipakai menjadi loka melaksanakan Kongres Pemuda & lahirlah Sumpah Pemuda. Namun selesainya mahasiswa-mahasiswa yg tinggal di sini lulus kuliah, maka tempat tinggal ini disewakan pada Pang Tjem Jam pada tahun 1934. Pang Tjem Jam tinggal pada sini selama 3 tahun. Setelah habis masa sewanya, tempat tinggal ini disewa oleh Loh Jing Tjoe dan dipakai menjadi toko bunga, berdasarkan tahun 1937-1948. Pada tahun 1948, loka ini beralih fungsi sebagai Hotel, yg bernama Hotel Hersia, berdasarkan tahun 1948 - 1951.

Daerah Pintu Kecil, Kota
Kota Tua

Setelah itu, rumah ini disewa sang Inspektorat Bea dan Cukai buat perkantoran & penampungan karyawan selama 19 tahun. Dan dalam lepas tiga April 1973, Pemerintah Daerah DKI memugar loka ini selama satu bulan dan tempat tinggal ini pun dijadikan museum Sumpah Pemuda. Melihat sejarah bangunan ini sendiri bagi saya adalah hal yang menarik, dimana orang menggunakan berbagai macam suku, ras, agama berkumpul bersama buat Indonesia.

Gedung Arsip

Museum ini sendiri terbagi sebagai empat bagian. Yang pertama merupakan segala hal yg herbi Sumpah Pemuda. Yang kedua merupakan hal-hal yang herbi kepanduan, karena ternyata kepanduan atau kepramukaan menjadi galat satu bahasan dalam kongres Pemuda yg membuat Sumpah Pemuda. Yang ketiga merupakan bagian buat mengenal Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu Indonesia Raya. Yang keempat adalah perpustakaan yg menyediakan literatur-literatur sejarah yg berhubungan dengan peristiwa Sumpah Pemuda.

Para Pendiri Perhimpunan Indonesia. Dari kiri-kanan: Darmawan Mangoenkoesoema, Mohammad Hatta,

Iwa K Sumantri, R.Sastromoeljono, R.M.Sartono

Saat memasuki gedung ini, kita seakan melihat suasana kos-kosan dimana ada patung para mahasiswa yang berkumpul sedang membahas sesuatu pada ruang tamu. Kemudian waktu masuk ke dalam ruangan lain, akan terdapat penerangan sejarah Sumpah Pemuda, dan di ruangan lainnya terdapat mahasiswa yg sedang duduk mendengarkan radio. Yang menarik adalah dalam kongres ini, mereka mengadakan 3 kedap pada 2 hari, 27 - 28 Oktober 1928, pada tiga loka yang tidak sinkron.

Suasana ruang tamu, kalau datang ke sini malam-malam, mungkin akan beda :D
Ituloh radio tuanya.
Yang pertama rapat diadakan pada tanggal 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond atau perkumpulan pemuda Katolik. Pada rapat ini mereka membahas persatuan pada pemuda. Rapat kedua diadakan di Oost-Java Bioscoop atau bioskop Jawa Timur pada hari Minggu pagi, tanggal 28 Oktober 1928. Yang dibahas adalah masalah pendidikan. Entah bioskop zaman dulu sama dengan zaman sekarang atau tidak, tapi saat membaca, rasanya lucu juga membahas pendidikan di bioskop. Seakan memberikan gambaran bahwa pendidikan dapat dilakukan dimana saja.

Diorama suasana saat kongres Pemuda kedua.
Yang ketiga, dan puncaknya adalah di gedung kramat ini, dan membahas mengenai nasionalisme dan gerakan kepanduan. Di tempat ini pulalah rumusan Sumpah Pemuda dikumandangkan. Dan sebelum mengakhiri kongres, WR Soepratman memperdengarkan lagu Indonesia Raya. Wah...rasanya saat di sana, jadi lebih terbayang suasana saat peristiwa ini terjadi.
WR Soepratman sedang memainkan lagu Indonesia Raya di akhir Kongres
Lagu Indonesia Raya dalam ejaan lama
Sumpah Pemuda

Di bagian tengah museum adalah taman yang sedang digunakan untuk acara pembukaan pameran. Di dekat situ terdapat beberapa ruangan untuk sejarah kepanduan dan juga perpustakaan. Sebagai salah satu anggota Pramuka, saya senang sekali melihat ruangan ini. Dan isinya pun lengkap dengan perlengkapan-perlengkapan Pramuka pada masa dulu.

Perlengkapan Pramuka yang ada.
Dora menjadi Pramuka =D
Kacu atau dasi Pramukanya berwarna hijau loh.

Sayangnya tidak banyak waktu yang dapat kami habiskan di bagian ini karena anak-anak ingin segera masuk ke bagian pameran, walau besar sekali kemungkinannya mereka tidak mengerti. Akhirnya kami pun melihat pameran mengenai dokter Moewardi. Untuk ulasan lengkap mengenai dokter Moewardi, silakan klik link ini ya.

Setelah selesai, kami melanjutkan ke bagian depan pulang. Kali ini sayap kiri menurut gedung ini berisi tentang Wage Rudolf Soerpratman atau WR Soepratman. Selama ini kami hanya tahu beliau tewas dalam usia yg cukup belia dan seseorang pemain biola. Namun waktu kami masuk ke ruangan ini, kami baru mengetahui jikalau beliau adalah pengajar, wartawan dan keliru satu tim menurut band musik

WR Soepratman

Lahir: Purworedjo, 19 Maret 1903. Meninggal: Surabaya, 17 Agustus 1938

Bisa menebak yang manakah WR Soepratman?

Karena lagu Indonesia Raya inilah dia dikejar-kejar oleh tentara Hindia Belanda bahkan hingga jatuh sakit dan mangkat di Surabaya. Namun terdapat satu bagian kisah yang sepertinya nir pernah diceritakan pada pelajaran sejarah saat aku masih mini .

WR Soepratman dan adiknya.
Pada tahun 1927, WR Soepratman menghubungi perusahaan rekaman yang ada di Batavia, yaitu Odeon, Thio Tek Hong dan Yo Kim Tjan untuk merekam lagu Indonesia Raya. Saat itu pemerintah Belanda sudah mengendus adanya gerakan bawah tanah untuk kemerdekaan. Hanya Yo Kim Tjan yang berani untuk merekam lagu Indonesia Raya. Bahkan YKT mengusulkan agar merekam dalam dua versi, yaitu versi asli dimana WR Soepratman menyanyikannya sambil memainkan biola dan versi keroncong, musik yang saat itu sedang ngetop. Saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan dalam Kongres Pemuda tahun 1928, piringan hitam ini pun langsung banyak yang terjual. Hal ini tentu saja membuat Belanda panik, dan menyita semua piringan hitam lagu keroncong, tanpa menyadari bahwa piringan hitam ini sudah dibuat setahun sebelum peristiwa Sumpah Pemuda. Tetapi YKT dan keluarganya menyimpan kepingan hitam tersebut dengan hati-hati, sehingga kita masih dapat mendengarkan lagu kebangsaan kita saat ini. Bersyukurnya kita karena waktu itu Yo Kim Tjan mau membantu untuk merekamnya.

Kiri: Biola peninggalan WR Soepratman.

Kanan:  Yo Kim Tjan dan anaknya, Yo Hoey Gwei

Setelah selesai melihat bagian buat mengenal lebih jauh kisah lagu Indonesia Raya, maka kita akan mendekati pintu keluar. Tetapi pintu keluar ini pun unik. Ruangan menuju pintu keluar dipenuhi oleh tulisan-goresan pena yg menggambarkan semangat dari Sumpah Pemuda itu sendiri, yaitu persatuan pada menciptakan bangsa ini tanpa memandang suku, kepercayaan , & ras.

Pemikiran dari Mohammad Yamin
Apa yang dapat kami simpulkan dari kunjungan kami ke Museum Sumpah Pemuda? Para tokoh-tokoh ini adalah orang-orang yang sangat menghargai perbedaan. Sumpah Pemuda dan pergerakan kaum muda bukanlah tercetus dari satu golongan saja, tetapi bermacam-macam golongan, suku, agama, dan ras. Selama menuju kemerdekaan bagi bangsa ini, mereka tidak memusingkan unsur sara. Hal ini terlihat dari tempat diselenggarakan Kongres Pemuda, dari mulai di gedung perkumpulan pemuda Katolik, bioskop Jawa Timur, gedung Kramat milik Sie Kong Liang, dan Yo Kim Tjan yang membantu dalam perekaman lagu Indonesia Raya walau taruhannya adalah ditangkap Belanda saat itu. Sungguh indahnya persatuan dalam keberagaman.
Tiada lagi SARA, yang ada hanyalah persatuan.

Ki Hajar Dewantara

Secara keseluruhan, tempat ini seru buat dikunjungi bersama keluarga. Selain anak-anak belajar tentang sejarah yg ada, kita menjadi orang tua jua jadi mengenang balik masa-masa insiden Sumpah Pemuda. Dan umumnya, mendekati hari Sumpah Pemuda, Museum ini mengadakan poly aktivitas. Yuk, membudayakan anak-anak melihat museum.

Museum Sumpah Pemuda

Jl. Kramat Raya No. 106

Jakarta 10420 Indonesia

Telp. (62-021) 3103217, 3154546

Fax. (62-021) 3154546

e-mail : museumsumpahpemuda@yahoo.Com

http://www.Museumsumpahpemuda.Com

Jam operasional: 08.00 - 15.00, tutup di hari Senin.

HTM: Rp 2.000 - Rp 3.000,00

Mari Bertemu Barney dan Baby Bop di Museum Satwa

Setelah sebelumnya melihat hewan-hewan yang bergerak sana-sini di kebun binatang, sekarang giliran kami melihat hewan-hewan yang tidak dapat bergerak di Museum Satwa. Tetapi sebelum masuk ke sana, saya mampir dulu ke toko cinderamata mereka. Mau beli oleh-oleh? Bukan, tapi mau beli sandal karena sandal saya minta makan alias mangap. Masuk ke toko pun deg-degan, karena biasa harga barang di toko cinderamata kan ngegetok. Tetapi ternyata harga barang-barang yang berbau Batu Secret Zoo termasuk murah. Sendalnya pun hanya 15 ribu rupiah saja. Tenanglah hati awak.

Ada apa sih pada museum satwa? Di museum ini masih ada satwa-satwa yang diawetkan dan fosil-fosil purba yg didatangkan berdasarkan aneka macam negara pada semua benua. Katanya sih semua satwa awetan yang terdapat di sini diperoleh tidak menggunakan sengaja diburu, namun diawetkan berdasarkan satwa yg telah mati. Museum ini ternyata sudah ada dari tahun 2009. Bentuk bangunannya misalnya bentuk museum pada Amerika yg bergaya Romawi antik.

Museum satwa menggunakan dua gajah besar dan gajah-gajah lucu.

Karena kami masih mengenakan gelang Jatim Park 2, maka kami langsung masuk ke dalam museum. Kami disambut dengan sangkar raksasa dengan tinggi 10 meter dan diameter 5 meter. Di dalamnya terdapat banyak bunga-bunga dan kambing yang bermain gitar. Kita dapat masuk dan berfoto di dalam sangkar. Yah hitung-hitung sekali-sekali merasakan hidup di dalam sangkar emas bunga.

Hidup dalam sangkar raksasa
Di sebelah kiri dan kanan sangkar tersebut terdapat beberapa spot yang juga dapat digunakan untuk foto 3D. Ada yang terbang di atas punggung, ada juga foto dengan tema sirkus. Adik dengan semangat mau foto. Selain foto-foto, terdapat juga beberapa burung yang sedang nangkring di atas pohon di taman buatan mereka. Semua burung ini sudah tidak hidup lagi alias burung yang sudah diawetkan.

Naik gajah dulu yaaa
Kami pun masuk ke bagian tengah ruangan. Oma langsung berkata kok penataan letaknya mirip dengan Natural History Museum di DC ya. Hm...memang mirip, tetapi di sana pencahayaannya lebih terang. Sedangkan di Museum Satwa pencahayaannya dibuat agak remang. Tiba-tiba adik berteriak ada Baby bop dan Barney. Maksudnya adalah kerangka dinosaurus. Memang di sana ada rangka T-Rex dan Triceratops. Kumpulan kerangka dinosaurus ini berdiri dinaungi langit-langit yang dilukis dengan gambar seperti langit yang mendung.

Hello Barney and Baby Bop
Di sekeliling Dinosaurus terdapat banyak akuarium satwa. Jadi kita bisa puas melihat satwa lengkap dengan habitatnya. Terkadang dalam 1 akuarium ada beberapa satwa yang tinggal di daerah yang sama. Katanya sih yang mengurus gambar-gambar ini adalah pelukis dari Afrika. Hmm....pantas saja hasilnya betul-betul melukiskan alam di Afrika seperti yang biasanya kami lihat melalui TV. Kami melihat setiap akuarium dan terkadang menceritakan kepada Duo Lynns penjelasan tentang binatang-binatang itu.

Hi Mr. Four Beaver
Perbandingan bayi keluarga kucing besar dengan hewan-hewan pengerat.

Saat kami berkeliling, kakak berkata ada Pumba. Pumba dalam Lion King adalah warthog. Warthog,phacochoerus africanus, merupakan sejenis babi liar, agak mirip babi hutan. Gigi taringnya dapat mencapai 23 cm, panjang tubuh sekitar 1,5 m dan beratnya sekitar 150 kg. Gigi taring ini digunakan untuk melindungi dirinya dari predator. Makanan warthog adalah tumbuhan, telur, buah, burung. mamalia kecil, hewan mati.Walau babi identik lama bergerak, tapi warhog sangat pintar berlari. Dan penciumannya sangat tajam. Warthog dapat berusia hingga 15 tahun.

Reptil pun nir ketinggalan mengisi museum ini. Kalau tersebut king cobra pada BSZ tidak terlihat mungil, king cobra pada sini terlihat akbar. Dan nir ketinggalan jua reptil ciri khas Indonesia, komodo.

Kami pun beranjak menuju insectarium, yaitu akuarium yang berisi berbagai spesies serangga, mulai dari kupu-kupu, kumbang, belalang, dan lain-lain. Melihat persebarannya, serangga-serangga ini berasal dari Indonesia, Peru, Papua Nugini, Kolombia, Malaysia, dan Madagascar. Bisa jadi serangga-serangga ini berjumlah ribuan, ada yang menyebutkan lebih dari 5.000. Untungnya mereka semua sudah tidak bernapas. Tidak dapat dibayangkan kalau mereka masih hidup.

Museum Satwa juga memiliki koleksi fosil. Fosil-fosil ini adalah fosil tiruan dari bahan fiberglass. Fosil-fosil ini output rekonstruksi para ahli satwa purbakala sehingga kita dapat mengetahui citra satwa yang hayati pada zaman berjuta-juta tahun yang lalu. Salah satunya merupakan mammoth. Mammoth, yg bentuknya seperti gajah, termasuk dalam genus mammathus. Mammoth hayati lebih kurang 4,8 juta tahun yang kemudian. Mammoth ini besar dan tingginya sekitar 5 meter. Mammoth mulai menghilang lebih kurang 10.000 SM dari Eropa & Siberia Selatan.

Di samping kiri mammoth terdapat fish diorama atau diorama ikan dan kehidupan di bawah air, baik air tawar seperti sungai, danau, rawa maupun air laut dengan kedalaman berbeda-beda.

Kiri bawah: coconut crab. Kanan bawah: Jellyfish atau ubur-ubur.

Kuda laut dan kerang yang lucu-lucu

Bagi yang belum pernah ke kutub, di sini kita bisa pura-pura berfoto di kutub dengan latar belakang gunungan es dan beruang kutub. Yang kami suka petugas di sini ramah-ramah. Bahkan petugas yang menjaga diorama tentang kutub menawarkan kami untuk berfoto sekeluarga dan dia yang mengambilkan fotonya. Di daerah ini kita bisa bertemu beruang kutub, dan juga harimau Siberian. Mukanya harimau siberian memang terlihat lebih bengis daripada harimau yang kami lihat di dalam Batu Secret Zoo.

Diorama kutub. Jangan disentuh ya si beruang kutub.

Bagian apa sih yang paling menarik bagi kami? Selain melihat hewan-hewan dalam bentuk yang sebenarnya, di sini banyak juga info-info yang menambah pengetahuan kami.

Beruang kutub saat bayi hanya sebesar hot dog.

Selain itu, museum ini dilengkapi dengan toilet yang higienis dan dalam jeda beberapa meter ada loka duduk. Buat kami, ini penting sekali karena membawa oma. Kasian kan jikalau oma suruh jalan terus. Di ujung museum terdapat kafe. Jadi jika mau cari makanan ketika di dalam museum, bisa ke sini juga.

Setelah berada pada sini selama hampir 2 jam, ada beberapa hal yg baru kami ketahui. Apa sajakah itu?

1. Cheetah, binatang darat tercepat, dapat berlari menggunakan kecepatan 96.5 km/jam. Sedang ostrich memegang kampiun diantara burung-burung lainnya, menggunakan kecepatan 70 km/jam. Bagaimana dengan simpanse? Disebutkan bahwa patas monkey mempunyai kecepatan 55 km/jam. Jadi teringat bis patas.

Dua. Burung penguin yang mempunyai 15 species ini ternyata dapat berenang pada dalam air tanpa bernapas selama 20 mnt & bisa menyelam sampai kedalaman 85 meter.

3. Dalam 1 hari, harimau siberian memerlukan daging seberat 60 pon. Tidak heran harimau ini terbesar di global.

4. Pejantan walrus memakai taringnya untuk bertarung dengan pejantan lainnya dalam masa kawinnya & panjang taring ini dapat mencapai 80 cm.

5. Berbeda menggunakan harimau, singa hidup berkelompok menggunakan singa-singa lainnya. Nah, pada famili singa, yg sibuk cari makan merupakan harimau betina. Lalu yg jantan ngapain dong? Singa jantan bertugas menjaga daerah kekuasan milik kelompoknya.

6. Badak mempunyai alat penciuman dan indera pendengaran yang rupawan, tetapi badak nir dapat melihat jauh. Rata-homogen umur badak adalah 40 tahun.

7. Ostrich, atau burung unta, adalah burung terbesar pada dunia dan beratnya dapat mencapai 140 kg.

8. Jika berbicara tentang hewan tertinggi, burung terbesar, serangga terbesar, kera (ape) terbesar, dan hewan tercepat, maka Afrika memegang juaranya. Jerapah, ostrich, kumbang goliath, gorilla dan cheetah ada di sana.

9. Di Afrika, kuda nil termasuk hewan yang acapkali menyerang manusia bila dibandingkan dengan fauna akbar lainnya. Kuda nil akan menyerang insan bila dia merasa terancam. Jadi sebaiknya hati-hati menggunakan kuda nil.

10. Jerapah memiliki lidah berwarna hitam & panjangnya dapat mencapai 45 centimeter. Jangan sampai dijilat jerapah jikalau begitu =D

11. Hummingbird adalah satu-satunya burung yang bisa terbang mundur.

12. Beruang coklat, yg sering dijadikan teddy bear, mampu memangsa seekor kijang dewasa. Dan apabila berdiri, tingginya bisa mencapai tiga meter.

13. Mau memahami hewan mana yg keturunan bangsawan? Lobster merupakan keturunan bangsawan. Mengapa? Lantaran lobster berdarah biru =D

1 paus biru = 5,000 anak 10 tahun loh....
Setelah keluar dari museum, ternyata hujan belum berhenti. Padahal adik sudah niat mau foto dengan gajah-gajah lucu di depan museum. Akhirnya sambil menunggu hujan reda, kami membeli hotdog di cart di depan loket. Dengan menunjukkan gelang, kami dapat free botol mineral ukuran kecil. Lumayan juga.

Di area Jatim Park 2 ini terdapat Pohon Inn. Kami pun masuk ke sana, duduk di lobbi sambil menunggu taksi pesanan kami. Di situ juga terdapat Jungle Fast food, restoran fastfood yang didekorasi seperti hutan. Katanya sih pengalaman makan di sini seru, karen ada beberapa meja yang berputar dengan pelan dan pengunjung bisa melihat hewan sambil makan. Tetapi review-nya makanan di sini biasa saja dan mahal banget. Jadi membeli suasana, bukannya rasa. Nah, kalau bagi kami, terutama oma, makanan harus berasa. Jadi kami tidak makan di sana. Hehehe.

Taksi kami pun datang dan siap mengantarkan kami ke Cemara. Melihat hujan yang semangat seperti ini, kami memutuskan tidak jadi ke BNS. Toh percuma ke sana tetapi tidak bisa ke taman lampion =(

Batu Secret Zoo saat sore hari.
Jatim Park 2

(Batu Secret Zoo and Museum Satwa)

Website:www.jawatimurpark.com

Alamat: Jl. Oro-oro ombo no.9 Batu, Jawa Timur

Telp: 0341-597777

Jam operasional: 10.00 - 18.00

HTM (per 1 Desember 2016):

Rp 84.000,00 (Senin - Kamis)

Rp 120.000,00 (Jumat - Minggu, Hari libur nasional)

After: Berpetualang ke Dalam Tubuh pada Bagong Adventure Museum Tubuh

Before: Wisata Edukasi di Batu Secret Zoo

Berpetualang ke Dalam Tubuh di Bagong Adventure Museum Tubuh

Ini merupakan hari ketiga kami di Batu. Rencana kami buat menikmati suasana malam di BNS batal karena hujan yg turun begitu semangat. Dan melihat udara yg sejuk & enak buat tidur, akhirnya kami menidurkan anak-anak. Dan yg lucunya, begitu anak-anak tertidur pulas, sekitar jam 20.00, hujan pun berhenti. Namun kami permanen memilih buat istirahat. Hasil dari pilihan ini adalah anak-anak bangun menggunakan segar pada pagi hari buat pergi ke Museum Tubuh.

Museum tubuh berada di kawasan Jatim Park 1. Seperti perbedaan yang telah saya sebutkan sebelumnya, Jatim Park 1 yang lebih mengusung konsep akan science, budaya, dan sejarah menyediakan satu tempat untuk bagian Biologi ini. Museum Tubuh, atau disebut juga oleh orang sekitar Museum Bagong, merupakan museum yang didisain sedemikian rupa sehingga menyerupai tubuh kita. Disebut museum Bagong karena tema di kawasan Jatim Park 1 adalah tema Punakawan, yaitu Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong. Konon katanya diantara empat sekawan pewayangan Jawa ini, Bagong paling menonjol dengan kepintarannya dan yang paling cerdik plus lucu.

Peta wisata Batu

Setelah kami merampungkan urusan pembayaran guesthouse, bu Liz menyampaikan bahwa mereka akan mengantar kami ke Jatim Park 1. Kami ke sana diantar oleh mas yg bekerja di guesthouse Cemara. Melalui jalan tikus, kami pun sampai di daerah Jatim Park 1. Maturnuhun, mas...

Kawasan Jatim Park 1 dengan tema pewayangan Jawa
Untuk menemukan lokasi museum tubuh di kawasan Jatim Park sangatlah mudah. Carilah muka Bagong yang begitu besar. Kami pun berjalan menuju Bagong. Sambil menunggu papa membeli tiket, masih dengan menggunakan boarding pass Citilink, kami sibuk berkeliling di dalam ruang tunggu.

Model pembuluh darah ginjal, paru-paru, jantung, dan paru-paru plus jantung.
Cafe di bagian depan, Cafe gigi. Tempat duduknya berbentuk gigi =D

Setelah urusan tiket selesai, kami pun masuk ke dalam. Museum tubuh terdiri dari 6 lantai & ada 13 zona bagian tubuh di dalamnya, yaitu zona mulut (pengecap dan gigi), pendengaran, hidung, otak, mata, pembuluh darah, jantung, paru-paru, hati, lambung, usus, ginjal dan tulang sendi. Tidak ketinggalan ada jua zona kegiatan & loka inspeksi gratis. Tetapi nir usah galau menelusuri semuanya lantaran rute di sini sangat kentara. Kita hanya mengikuti arahan dari mas-mas & mbak-mbak yg ramah sekali.

Rute di dalam museum tubuh
Kami masuk ke dalam mulut dan melihat berbagai macam bentuk gigi dewasa dan anak-anak dan gigi yang bolong. Berikutnya adalah lidah. Di bagian lidah dijelaskan lidah bagian mana yang dapat merasakan pahit, manis, asin dan asam. Ada permainan yang dapat membantu anak-anak menentukan bagian lidah yang mana yang dapat merasakan rasa-rasa tersebut. Setelah bagian lidah, kami pun masuk ke zona telinga. Di zona ini, ada beberapa tayangan tentang apakah boleh mengorek telinga dan mengapa telinga kita berdenging saat naik pesawat. Anak-anak dapat mendengarkan penjelasan dengan menggunakan headphone dan ada juga tulisan di sana. Berhubung anak-anak sudah mengetahui proses bagaimana kita dapat mendengar suara, mereka jadi semangat melihat bagian gendang telinga, koklea, dan teman-temannya.

Atas: zona gigi dan model bentuk gigi.

Bawah: zona lidah & pendengaran. Selesai dari zona pendengaran, kami diminta untuk naik lift menuju zona yg lain. Di lift pun terdapat aneka macam keterangan yg bisa dibaca. Saat kami keluar menurut lift, kami disambut sang hidung yang lengkap menggunakan bulu-bulunya =D Kreatif jua sih disainnya, kita seakan diajak masuk ke dalam hidung seseorang. Saat kami masuk, mbak yg bertugas langsung mengungkapkan apa fungsi bulu hidung dan skema hidung.

Zona hidung, lengkap dengan bulu hidung dan bentuk hidung.
Setelah dari hidung, kami masuk ke zona otak. Sama seperti di Bandung Science Center, di sini diberikan test untuk menentukan kita dominan otak kiri atau otak kanan. Otak kiri berhubungan dengan hal yang berbau akademis, logika, dan sistematika. Sedangkan otak kanan berhubungan dengan seni, kemampuan verbal. Tidak ada orang yang salah satu bagian otaknya tidak berfungsi, yang ada hanyalah lebih dominan. Dan bukan berarti kalau bagian lain tidak dominan maka dia tidak dapat melakukan semuanya.

Zona otak dan perbedaan otak kiri dan otak kanan.
Setelah dari zona otak, kami berjalan menuju zona mata. Di zona ini anak-anak diajak masuk ke dalam mata dan melihat titik buta di dalam mata. Selain itu ada permainan untuk mengetes apakah kita buta warna atau tidak. Puji Tuhan, kami semua normal.

Zona mata, ada tes buta warna juga loh
Selanjutnya kami masuk ke dalam zona aktivitas. Di zona ini ada beberapa spot yang menjelaskan mengenai kenapa orang bisa mimisan, kenapa orang bisa pilek, kenapa orang bersendawa, apakah dialisis itu, dan ada juga tentang golongan darah. Oya, di zona ini anak-anak juga dapat bermain peran menjadi dokter gigi. Hanya saja jas dokternya sudah agak butek warnanya =D

Penjelasan tentang mimisan. Kalau mimisan, jangan dikasi es ya hidungnya,
Kiri atas: mesin x-ray, Kanan atas: pompa terus sampai Bagong bersendawa ya.

Kiri bawah: Skema transfusi darah. Kanan bawah: mesin dialisis.  Tak lama kemudian mulai banyak anak-anak rombongan sekolah yang masuk ke dalam zona ini. Dan mereka pun ngerasani kami dengan bahasa jawa dan mengira kami turis asing. Saya ngerti loh dek bahasa Jawa =P

Kami pun berjalan balik menyusuri lorong yg mini . Ternyata lorong ini merupakan pembuluh darah. Terdapat model-model trombosit, eritrosit, & segala macam yg berhubungan dengan darah. Di ujung lorong ini merupakan zona jantung & zona paru-paru. Di zona ini ada tombol interaktif yg mensimulasikan bunyi detak jantung ketika berjalan ataupun sehabis berlari.

Atas: zona pembuluh darah.

Bawah: Jantung & paru-paru. Zona selanjutnya merupakan zona hati yg lengkap menggunakan kantung empedu.Di sini jua ada model batu empedu yang dapat mengganggu kesehatan seorang. Nampaknya zona ini mulai membosankan bagi Duo Lynns. Maka kami pun bergerak menuju zona lambung. Di sini diberi beberapa model bakteri yang suka menciptakan kita sakit perut dan demam. Mbak yg bertugas mengatakan jangan lupa mencuci tangan ya sebelum makan. Zona ini menciptakan Duo Lynns betah usang-lama . Mengapa? Lantaran terdapat permainan interaktif menembak bakteri yg jahat.

Zona hati dan lambung.

Kanan: Dinding lambung yang halus dan larangan makan junk food dan minum soda  Kami pun berjalan lagi melalui lorong-lorong usus.Dinding usus ini begitu halus. Di sini ada contoh polip usus, kanker usus, dan berbagai luka di usus. Apa solusinya? perbanyak makan sayur dan kurangi minum soda.

Zona usus. Kanan atas: polip. Kanan bawah: kanker usus besar
Di ujung zona usus adalah zona ginjal. Zona ginjal adalah bagian terakhir dari rute zona bagian tubuh. Di luar zona ginjal terdapat ruang pemeriksaan gratis. Yang paling semangat pemeriksaan gratis tentu saja oma. Bagi yang berusia 35 ke atas dapat melakukan pemeriksaan kepadatan tulang. Sedang anak-anak dapat melakukan pengecekan golongan darah. Pengecekan darah untuk orang dewasa juga ada loh, untuk mengetes gula darah, asam urat, dan kolestrol. Kali ini Duo Lynns tidak mau ketinggalan untuk melakukan pemeriksaan darah, walaupun mereka sudah tahu golongan darahnya. Kami diminta untuk memeriksa golongan darah di lantai paling bawah.

Kiri: zona ginjal. Kanan: alat-alat akupuntur.
Serba-serbi sama urat, kolestrol, dan gula darah.
Petugas yang ada menganjurkan kami untuk pergi ke zona aktivitas di lantai ground baru kami memeriksa darah di lower ground. Kami pun mengikuti anjuran mereka. Di zona aktivitas ini anak-anak dapat melihat fetus atau janin saat masih di dalam rahim ibu. Bahkan anak-anak dapat berpura-pura menjadi obgyn yang memeriksa kandungan ibu hamil dengan alat USG. Tentunya alat ini bohongan. Tetapi Duo Lynns semangat untuk melihat adik bayi di dalam perut model yang ada.

Kiri atas: alat USG bohongan. Kiri bawah: posisi bayi kembar dalam rahim.

Kanan: proses pembentukan bayi kembar identik dan tak identik. Setelah puas berpura-pura jadi obgyn, kami pun masuk ke dalam ruang tunggu untuk menonton film 3D tentang daya tahan tubuh. Petugas yang ada berkata bahwa sesudah ini dapat langsung masuk. Saat kami menunggu, tibalah rombongan sekolah. Bukannya suudzon, tetapi pengalaman berkali-kali pergi dan bertemu dengan rombongan sekolah ataupun rombongan ibu PKK membuat kami jadi was-was mereka tidak mau antri. Dan memang benar, mereka langsung menyerobot masuk. Gurunya pun tidak ada kulonuwun, langsung menyuruh anak-anak didik mereka langsung masuk. Kakak sampai berkata kok mereka tidak mau antri. Petugasnya pun tidak berani tegas dan meminta kami masuk setelah mereka. Hmm...kami pun protes dengan mengatakan kami sudah lebih dulu mengantri. Akhirnya kami pergi ke lantai paling bawah untuk memeriksa darah.

Antrian buat periksa darah tidaklah panjang, kakak telah semangat mau periksa. Dan hampir saja kejadian terulang kembali. Ibu-bunda guru yang mendampingi anak sekolah tadi mau nyerobot. Walah bunda, bukannya mendampingi murid malah sibuk berkumpul buat periksa darah pada sini. Papa pun menegur dengan halus & ibu-ibu itu pun antri pulang. Sambil melihat saudara tertua diperiksa, ibu-mak tersebut terkagum-kagum melihat anak mini tidak takut jarum. Hasil inspeksi darah buat gula darah dan asam urat dapat pribadi diketahui. Mereka menggunakan indera-alat yg dapat mengecek dengan cepat. Setelah mendapatkan output, kami pun kembali ke atas untuk menonton film 3D.

Film 3D ini menceritakan tentang anak yang terluka dan bagaimana kuman masuk saat si anak terluka. Kuman ini harus bertarung melawan antibodi si anak di dalam tubuh si anak. Lumayan seru dan mudah dimengerti oleh anak-anak. Durasinya sekitar 7 menit. Tentu saja film 3D ini menarik untuk anak-anak. Selesai menonton, kamipun kembali ke lower ground.

Selain tempat untuk pemeriksaan darah, di lower ground terdapat zona sendi dan tulang. Anak-anak dapat melihat bentuk tulang dan penjelasan dari masing-masing tulang. Dan serunya lagi, ada alat untuk mengetes seberapa kuatnya kita menarik beban.

Tulang dan sendi kita.
Duo Lynns the Strong Girls =))
Di sini juga terdapat ruang cadaver alias ruang mayat yang diawetkan. Katanya sih mereka betulan mayat yang diawetkan dengan tujuan untuk pendidikan. Saya iseng bertanya dapat dari mana mayatnya. Mas-masnya berkata dari China. Kemungkinan besar narapidana yang tidak diketahui keluarganya, yang dihukum mati, dan setelah itu diawetkan. Kami memilih untuk tidak masuk ke ruang ini, berhubung emak dari Tulung Agung sudah datang dan menjemput kami. Selain itu, kadar keberanian saya untuk hal-hal yang seperti ini sudah berkurang. Hehehe

Ruang Cadaver, kamera dilarang digunakan di sini.
Apakah kesimpulan kami setelah memasuki museum tubuh? Tubuh kita merupakan pabrik yang paling sibuk dan paling kompleks. Melihat proses setiap bagian, kami melihat betapa hebatnya Tuhan mengatur semuanya. Yang kita dapat lakukan adalah merawat tubuh kita supaya tetap sehat :)

Dokter Indonesia, dokter Soetomo dan dokter Tjipto.
The Bagong Adventure Museum Tubuh

Website:www.jawatimurpark.com

Alamat: Jl. Kartika no. Dua Batu, Jawa Timur

Telp: 0341-597779

Jam operasional: 08.30 - 16.30

HTM (per 1 Desember 2016) : Rp 49.000,00 (Senin - Kamis)

Rp 70.000,00 (Jumat - Minggu, Hari libur nasional)

Next: Si Buaya Darat di Predator Fun Park

Before: Mari Bertemu Barney dan Baby Bop di Museum Satwa

Featured Post

Benteng dan Istana Rajasthan yang Menakjubkan

Rajasthan "Pemandangan Rajasthan dihiasi dengan sejumlah benteng, benteng, benteng, istana dan benteng yang berbicara tentang se...