Showing posts with label kuliner halal. Show all posts
Showing posts with label kuliner halal. Show all posts

Kulineran di Singapore

Jalan-jalan tidak dapat dipisahkan dengan kulineran. Apalagi bagi kami yang tidak doyan belanja, menyicipi makanan yang terkadang tidak ada di Indonesia atau ada tetapi rasanya tidak seenak di luar merupakan suatu keseruan tersendiri. Berikut beberapa hasil kulineran kami. Ada yang di dalam mall, ada yang di luar mall. Ada yang halal dan ada yang non halal.

Bak kut teh

Bak kut teh

Chinese soup yang satu ini biasanya banyak ditemukan di Malaysia dan Singapore ini banyak digemari. Bak kut teh berarti teh daging iga. Tetapi bukan berarti daging iga ini dimasak dengan teh. Bak kut teh merupakan sejenis soup daging iga (biasanya iga babi) yang dimasak dengan rempah-rempah. Jadi teh di situ bukan berarti masaknya pakai teh. Ada dua jenis bak kut teh, yaitu bak kut teh dengan kuah bening ala Teochew, dan bak kut teh dengan kuah gelap ala Klang. Makanan ini dapat ditemukan hampir disetiap food court dan di setiap jalan.

Setiap kami ke Singapore, kami selalu diajak makan di Lau Hock Guan Kee Bak Kut Teh di daerah Joo Chiat. Selain bak kut teh ala Teochew, tempat ini terkenal dengan tim ikan dan makanan lainnya. Tidak heran tempat ini selalu ramai dan pernah masuk surat kabar lokal. Sayangnya kedatangan kami di liburan kami kemarin adalah kunjungan kami yang terakhir ke tempat ini. Pemilik Lau Hock Guan Kee akan menutup restoran ini karena salah satu dari pendirinya sudah meninggal Maret kemarin dan mereka sudah kekurangan orang untuk bekerja di sini. Banyak penggemar tempat ini, termasuk kami, yang tidak rela tempat ini tutup. Nampaknya kami harus hunting lagi tempat Bak Kut Teh yang enak.

Es Krim Orchard

Yang satu ini pasti sudah dikenal oleh semua orang. Es krim yang satu ini memang enak. Bahkan di mall-mall Jakarta pun sudah bermunculan es krim potong ala Singapore ini. Jika di Jakarta satu potongnya dijual dengan harga lima belas ribu, di tempat asalnya satu potong dijual seharga 1.2 SGD. Hanya beda dikit sih, tetapi rasanya beda jauh. Kalau kami sih lebih suka yang di Orchard.

Ice Cream Orchard

Lokasi: sepanjang jalan Orchard Road

Jam operasional: Jam makan siang sampai malam.

Samsim Vietnam Cafe

Samsim Vietnam Cafe

Berlokasi di daerah Joo Chiat, yang terkenal dengan suasana peranakannya, tempat kuliner Vietnamese ini menjadi pilihan kami saat sudah kelaparan. Terbayang dengan pho yang hangat, kami pun mampir  ke tempat ini. Seperti restoran makanan Vietnam lainnya, tempat ini juga menyajikan Pho. Pho adalah mie kuah Vietnam yang terdiri dari kaldu, mie beras yang disebut banh pho, rempah-rempah khas Vietnam, dan daging, biasanya sih daging sapi atau ayam. Apa sih yang menjadi keistimewaan makanan masakan Vietnam di tempat ini? Masakan Vietnam di tempat ini sangat otentik karena yang masak masih asli dari Vietnam, rempah-rempahnya pun terasa sekali dan bahkan ada pelayannya yang hanya bisa berbicara bahasa Vietnam dan sedikit (banget) Inggris. Tempat ini penuh dengan warga setempat. Selain pho, mereka juga menjual khai vi atau cemilan, hai san atau seafood, dan banh mi atau sandwich.

Kami memesan pho dan juga goi cuon atau summer spring roll. Goi cuon adalah lumpia basah dari kulit tepung beras, yang berisi bihun, udang rebus dan sayur.  Makanan ini ternyata dingin, makanya namanya summer spring roll, dan disajikan dengan saos spesial. Kalau menurut saya, yang membuat summer spring roll ini enak ya saosnya ini :)

Samsim Vietnamese Food

Alamat: 235 Joo Chiat Rd.

Jam buka: 11.30 - 00.30

Hawker Center Old Airport dan Maxwell Road. Sumber foto: thebestsingapore.com

Hawker Centre

Hawker centre atau food court terbuka di Singapore ini dapat ditemukan di setiap beberapa blok di Singapore. Di tempat ini, kita dapat menemukan segala macam masakan khas masyarakat setempat, dari halal sampai non halal, dari vegetarian sampai untuk non-vegetarian. Konsep yang ditawarkan adalah makanan lokal dengan harga yang bersahabat. Hawker centre pun selalu ramai bukan hanya oleh wisatawan, tetapi juga oleh masyarakat setempat.

Food Republic. Sumber foto: foodrepublic.com
Food Republic

Food Republic menjadi salah satu pilihan kami saat kami di dalam mall dan kami sudah kelaparan. Food court di dalam mall ini juga menyajikan berbagai macam makanan dan minuman. Porsi makanannya cukup besar dan mengenyangkan. Bagaimana dengan harganya? Jika dibandingkan dengan hawker centre, harga makanan di sini lebih mahal. Namanya juga masuk mall dan ber-AC. Tetapi masih bersahabat dibanding restoran di mall lainnya. Yang uniknya, saat kita sedang makan akan ada oma atau opa yang bekerja di sana. Hampir semua restoran dan tempat makan mempekerjakan oma dan opa, mungkin supaya oma dan opa ini ada aktivitas. Oma atau opa di sana juga menawarkan minuman untuk dibeli. Mungkin supaya mempermudah orang-orang yang belum beli minum.

Food Republic

www.foodrepublic.com.sg

Jam operasional: mengikuti jam buka

So Pho So Good

So Pho

Masih seputar masakan Vietnam, So Pho menjadi salah satu tempat yang kami kunjungi setelah mengunjungi Gardens by the Bay . Berlokasi di Parkway Parade, mall di daerah East Coast, restoran yang terletak di lantai 3 ini juga banyak penggemarnya. Cafe yang didekorasi secara natural ini bernuansa hitam dan putih . Interior yang unik dengan lampion putih membuat pengunjung merasa sedang makan di pinggir jalan di Vietnam. Yang dijual pun tidak jauh berbeda dengan restoran masakan Vietnam lainnya. Walau tidak seotentik Samsim, rasa makanan di sini lebih asin, menyesuaikan dengan selera masyarakat. Goi cuon di sini pun lebih mungil. Untuk rasa, rasa makanan di sini nikmat bagi kami. So Pho mempunyai cabang di beberapa mall lainnya.

So Pho

Www.sopho.com.sg

Parkway Parade

80 Marine Parade #03-30D Singapore

Jam operasional: 10.00 - 22.00

Yoogane

Yoogane Singapore

Rasanya semua orang tahu yang namanya Yoogane. Sejak drakor menjamur di mana-mana, Yoogane menjadi salah satu restoran Korsel yang banyak penggemarnya. Kami sendiri salah satu penggemar Yoogane sampai rela berburu Yoogane di Myeongdong. Di Singapore sendiri Yoogane mempunyai beberapa cabang, salah satunya di 313 @Somerset di jalan Orchard. Menu yang menjadi favorit banyak orang adalah bokkeumbap atau nasi goreng. Biasanya kami memesan dua macam, yaitu yang pedas dan yang tidak pedas. Oya, topping di sini hampir mirip seperti yang di Korea. Ada tteokpokki keju dan sweet potato. Banchan atau side dishnya boleh di-refill ya ;)

Yoogane 313@Somerset

www.yoogane.com.sg

313 Orchard road #B3 - 27/38

Jam operasional: 11.30 - 22.00

Sakae Sushi

Sakae Sushi

Pertama kali saya mencoba sakae sushi adalah saat saya dan papanya anak-anak baru menikah (nostalgia sedikit boleh dong). Kami dengan tante Duo Lynns menyicipi sakae sushi di Changi. Dan setelah itu saat kami sedang jalan-jalan di Orchard, terkadang kami mampir ke Sakae Sushi di Wheelock Place bersama dengan Duo Lynns. Apa sih yang menjadi daya tarik Sakae Sushi ini? Makanan di sini tidak mengandung MSG. Sehat bukan? Bagi yang tidak begitu suka sushi, di sini juga ada makanan-makanan khas restoran Jepang lainnya. Seperti restoran sushi lainnya, mereka menyajikan beberapa sushi di-conveyor belt. Namun di meja sekeliling conveyor belt, ada keran air panas yang disediakan. Jadi jika kita memesan ocha panas, kita bisa refill sendiri. Untuk outlet Sakae Sushi lainnya, bisa dilihat di website mereka.

Sakae Sushi

www.sakaesushi.com.sg

Wheelock Place

501 Orchard Road #02-13 Singapore

Jam operasional: 11.30 - 22.00

The Soup Spoon. Sumber foto: thesoupspoon.com.sg

The Soup Spoon

Kami sekeluarga penggemar soup. Oleh sebab itu, saat The Soup Spoon buka di Grand Indonesia, kami salah satu pelanggan setia mereka. Karyawan yang kerja di sana pun melihat kakak dari bayi sampai besar. Sayang sekali tidak lama kemudian restoran ini tutup. Karena kami tahu di Singapore juga ada, sesekali kami menyempatkan makan di sini saat kami berkunjung ke Singapore.

Ada delapan macam soup yang selalu ada setiap saat. Bagi vegetarian, mereka menyediakan tomato soup with basil, meatless minestrone, pumpkin roast soup, dan mushroom soup. Bagi yang menginginkan sup bening, ada Tokyo stew. Sedangkan yang menginginkan ada daging dapat memesan chicken and mushroom ragout, beef goulash dan Boston clam chowder. Terkadang juga ada soup istimewa sesuai dengan tema mereka.Walau namanya The Soup Spoon, restoran satu ini juga menyediakan menu selain soup seperti wrap, sandwich, dan salad. Setiap menu soup akan mendapatkan satu roti. Untuk menikmati soup ini, ada juga paket-paket yang menarik.

The Soup Spoon

www.thesoupspoon.com

I12 Katong Mall

112 East Coast Road, Basement 1 unit 12/28

Jam operasional: 11.00 - 21.00

Demikianlah segelintir jajanan dan makanan yang dapat dinikmati saat berkunjung ke negara tetangga kita. Ada yang mau menambahkan, mungkin? ;)

Note: untuk mengetahui cerita perjalanan kami saat liburan di Singapore, silakan kliklink berikut ini.

Pesta Bakmi di Tirta Lie Festival 2017 (part 1)

Siapa sih yang tidak suka mie? Hampir semua orang menyukai bakmi. Kami pun penggemar mie, apapun bentuknya. Setiap kali kami bertamasya ke negara di Asia, pasti kami mencoba mie yang ada. Oleh sebab itu saat teman gereja kami, seorang food blogger, memberi tahu tentang event Tirta Lie Festival, kami semangat untuk mengunjunginya. Walau kami tidak tahu kenapa namanya Tirta Lie Festival, karena judulnya ada 50 bakmi terlezat di Jakarta, maka kami semangat untuk makan dan mencicipi bakmi-bakmi yang susah untuk kami jangkau.

Siapakah Tirta Lie? Apakah dia jualan bakmi? Berdasarkan gosip berdasarkan teman, Tirta Lie itu bukan penjual bakmi. Sedikit sejarah tentang bakmi, menurut wikipedia, bakmi adalah galat satu jenis sajian mi yang dipopulerkan oleh pedagang-pedagang Tiongkok ke Indonesia. Bakmi mempunyai banyak sekali jenis bentuk mie, ada yg lebar, tipis, reguler, dan sebagainya. Kembali ke Tirta Lie, Tirta Lie merupakan seseorang penggemar bakmi jua. Lantaran kesukaannya akan bakmi, Tirta Lie mengumpulkan bakmi-bakmi yang menurutnya lezat . Dan ternyata setiap tempat bakmi yang disebut enak sang Tirta Lie sebagai loka referensi bagi penggemar bakmi lainnya. Sampai akhirnya pria kelahiran Jakarta ini mendapatkan penghargaan menurut Museum Rekor Dunia Indonesia atas rekor pengunjung & peresensi bakmi terbanyak.

Kamipun merencanakan untuk pergi hari di hari pertama Festival ini dimulai. Maksudnya supaya bisa sering-sering berkunjung untuk menyicipi bakmi-bakmi ini. Saat kami tiba di MOI, kami langsung menuju lantai 2. Di lantai ini sudah tersedia meja dan bangku dan juga panggung. Kami berkeliling terlebih dahulu untuk melihat-lihat. Walau belum jam makan malam, namun tempat mereka sudah ramai dengan pengunjung. Untuk membeli, sistemnya sama dengan food court di Taman Anggrek. Uang Rupiah kita harus ditukarkan dengan uang berlogo Tirta Lie festival. Harga makanan berkisar antara 10 sampai 60 ribu rupiah.

Ramainya walau masih pukul 17.30
Tempat penukaran uang, berdampingan dengang panggung.

Penyusunan yang membedakan area bakmi halal dan non halal memudahkan bakmi lovers menikmati bakmi mereka tanpa harus kuatir akan kehalalannya. Berdasarkan pengamatan, bakmi Alok memenangkan polling sebagai bakmi favorit kemarin. Berikut data bakmi halal dan non halal.

Mata uang yang berlaku.

Halal:

Bakmi Ayam Alok

Bakmi Roemah Ganyem ( Hary Joe )

Bakmi Daging Sapi & Babat 69

Bakmi RaNda ( Nicholas Indra Lukman )

Warung Mie Atom ( Sony Herianto )

Mee Macau ( Sute Darmawijaya )

Mie Kangkung Berkat ( Ferny Tjahjadi )

Bakmi Belitung ( Indra Wijaya )

Bakmi Ayam Honey

Bakmi Siantar Ko Fei

Mie Zhou ( Mie Zhou )

Bakmi Dower Mama Pipi ( Elisa Iskandar )

Mipolo by Yen Pao ( Candra Alamsyah )

Bakmi Luck 28 ( Andri Diputra )

Pangsit Mie 168 ( Yolanda Effendi )

Area bakmi halal

Non Halal:

Bakmi Ahau Lanang ( Juli Ardi )

Bakmi Wie Sin

Bakmi Terang Bulan

Bakmi Anen ( Venico Hindarta )

Yie Thou ( Sandi Budianto )

Bakmi Medan ( Elias Laba )

Bakmi Nyan Long ( Tjiu Tjen )

Bakmi Ong ( Skd Oi )

Bakmi Qiu Qiu ( Hanny Hutama )

Bakmi Putra Mahkota ( Novans Cullinary )

Bakmi Shanghai ( Roby Knk )

Bakmi Sinar Khek

Bakmi Singkawang A'Ang 51 ( Andy Wijaya )

Cliff Noodl Bar ( Andereas Tjoe )

Bakmi Gocit ( Anton Lynx )

Mie Benteng ( Martinus Triyono )

Hongkong Kitchen ( Billy Keren )

Bakmi Sin Lun

Bakmi Medan Kebon Jahe

Bakmi Mercon Ha-eL

Bakmi Afung ( Harni Siauw Bakmi Afung )

Bakmi Kaheng

Sir Babi Ol Pok ( Rio Gunawan )

Bakmi Lie

Bakmi Lihai

69 Mie Tarek Medan

Bakmi Cong Sim

Bakmi Bakar Bodudz

Bakmi Sinar Rezeki ( Ho Soeifat )

Kedai Tang ( Hanny Stefhan )

Bakmi Encim Anggur

Bakmi Shang Hie ( Handy Susanto )

Baji Pamai

Mie Rama Jember

Bakmi Kencana

Bakmi non halal.

Karena banyaknya pilihan, kami pun bingung mau memilih yang mana. Setelah mempertimbangkan matang-matang, seperti para wakil rakyat, dan karena lebih sering makan bakmi yang halal, maka kali ini kami pun mencoba untuk makan bakmi non halal. Pilihan kami jatuh ke bakmi Sinar Khek, bakmi medan Kebon Jahe,dan bakmi Shanghai. Maunya sih pesan lebih banyak lagi, tetapi apa daya perut tidak sebesar itu.

Dari namanya, bakmi Sinar Khek menunjukkan ciri bakmi orang Hakka. Sebagai orang hakka, sayapun penasaran dengan bakmi ini. Biasanya bakmi khek hanya berisi daging cincang sebagai topping dari bakmi. Namun di bakmi Sinar Khek, topping yang diberikan bukan hanya daging cincang namun juga chasiu (daging panggang merah), samchan garing, kekian garing, dan bakso ikan. Mereka juga menjual sate babi, bakso goreng, dan juga siomay. Bakmi Sinar Khek ini mempunyai beberapa cabang, salah satunya di Pasar MOI.

Bakmi Sinar Khek, ada sate babi madu juga loh.

Pilihan kedua kami adalah bakmi medan Kebon Jahe. Ciri khas bakmi Siantar adalah bakminya. Namun kali ini kami memilih kwetiau sebagai pengganti mi. Topping yang diberikan pun kurang lebih sama, yaitu chasiu (daging panggang merah) dan daging ayam. Namun bawang goreng yang diberikan sangat banyak, sehingga menambah wangi bakmi Kebon Jahe ini. Bakmi Medan Kebon Jahe juga mempunyai banyak cabang, salah satunya di jalan Boulevard Raya Kelapa Gading.

Bakmi Medan Kebon Jahe, acar cabenya menggoda hati.

Pilihan ketiga kami adalah bakmi Shanghai. Bakmi Shanghai ini menawarkan berbagai pilihan mie, salah satunya yang menarik kami adalah bakmi hijau. Topping-nya pun bermacam-macam, ada jamur, daging, bakso, atau mix ketiganya. Kami memilih mix ketiganya untuk mengetahui rasanya. Bakmi Shanghai juga memiliki beberapa cabang, salah satunya di Muara Karang. Kami sempat berbincang degan pemiliknya, dan dia berkata bahwa mereka juga menjual mie mentah. Banyak penjual mie membeli mie mentah mereka. Kami diberitahu perbedaan mie telur yang bagus dengan mie telur yang kurang bagus. Mie telur yang bagus akan berat karena banyak telurnya. Sehingga 1 kg mie telur yang bagus tidak akan sebanyak 1 kg mie telur yang kurang bagus.

Bakmi Shanghai

Setelah semua makanan datang, kami pun memakan bersama-sama. Tujuannya supaya bisa saling nyicip. Untuk bakmi Sinar Khek, walau mie-nya tidak terlalu empuk dan hampir mirip mie karet, namun topping-nya sangat enak dan tidak manis. Saya yang biasanya tidak mencari samcan pun bisa makan samcannya. Untuk bakso ikannya sih kurang enak bagi kami, lebih terasa tepungnya. Kuah dari bakmi ini kurang enak karena terasa berminyak di mulut.

Bakmi Sinar Khek.

Sedang bakmi medan Kebon Jahe, rasanya ternyata tidak se-wah review banyak orang. Mungkin karena kami memesan kwetiaunya. Kuahnya enak dan disukai anak-anak. Acar cabenya pun enak sekali.

Bakmi Medan Kebon Jahe.

Bagaimana dengan bakmi Shanghai? Rasa mie hijaunya sama seperti rasa mie kuning dan topping-nya lebih terasa manis dibandingkan kedua bakmi sebelumnya. Bakmi Shanghai menang di porsi yang lumayan besar. Dari ketiga bakmi yang kami pesan, kuah dari bakmi Shanghai yang paling saya suka.

Bakmi Shanghai.

Hasil perbandingan dari ketiganya, pilihan yang paling enak buat anak-anak adalah bakmi Sinar Khek. Mungkin karena dibanding ketiganya bakmi Sinar Khek yang paling tidak manis dan garing toppingnya. Juara kedua di menu yang kami pesan adalah bakmi medan Kebon Jahe.

Perburuan kami kemarin selesai. Namun kami berencana untuk datang lagi dan menyicipi bakmi lainnya. Apalagi festival ini akan terus dilaksanakan sampai tanggal 5 November nanti.

Waktunya bakmi lovers berpesta :)

Bersambung ke Pesta Bakmi di Tirta Lie Festival 2017 (part 2)

Tirta Lie Festival

Tanggal 1 - 5 November 2017

Mall of Indonesia lantai 2

10.00 - 22.00

Tirta Lie Festival. Sumber foto: Tirta Lie

Pesta Bakmi Tirta Lie Festival 2017 (part 2)

Kembali melanjutkan cerita mengenai festival bakmi ini. Setelah sebelumnya kami mengunjungi saat hari pertama, kami kembali mengunjungi di hari ketiga Festival. Kali ini bersama dengan oma dan opa. Incaran kami hari ini adalah Bakmi Bakar Bodud'z, mie Benteng, dan Cliff Noodl Bar. Oma dan opa memesan bakmi Terang Bulan dan Bakmi Afung. Dari lima bakmi ini, yang antrinya paling panjang adalah bakmi bakar. Padahal saat kami datang masih pukul 17.00.

Antrian yang panjang demi Bakmi Bakar Bodud'z.

Untuk Bakmi Afung dan Bakmi Terang Bulan menurut oma dan opa enak, apalagi oma memesan mi cukiok di Bakmi Afung. Cukiok adalah kaki babi. Untuk memasak ini agak repot. Berhubung saya geli melihat kakinya, maka saya tidak berminat mencoba. Bakmi Afung ini biasanya berjualan di Grogol. Sedang Bakmi Terang Bulan yang biasanya berjualan di Taman Palem ini memang enak. Bakmi asal Palembang ini menurut opa sangat enak.

Bagaimana dengan Bakmi Bakar yang antrinya top markotop? Ternyata rasanya tidak seenak yang kami bayangkan. Memang bakminya ada bau daun yang khas, tetapi bagi kami rasanya tidak sehebat antriannya. Namun bakmi yang biasanya ada di Jelambar ini patut diacungi jempol karena dapat membuat inovasi dalam dunia perbakmian.

Bakmi Bakar Bodud'z

Cliff Noodl Bar merupakan bakmi Siantar yang berjualan di daerah PIK. Antrinya sih lumayan, tidak sepanjang bakmi Bakar, namun rasanya enak dan non msg. Belum lagi pilihan bakminya warna-warni. Ada yang menggunakan sayur hijau, talas, dan juga arang bambu Jepang. Mie ini jadi favorit anak-anak.

Bakmi original Cliff Noodl Bar

Bakmi Benteng yang kami icipi terasa biasa-biasa saja. Kami memilih mi lebar, tetapi sayangnya mi lebar tersebut terlalu agak kelembekan. Topingnya lumayan bervariasi. Dari semua bakmi yang kami pesan, bakmi Benteng termasuk yang lumayan mahal, yaitu 45 ribu rupiah.

Bakmi Benteng.

Saran kami, melihat susahnya mencari tempat duduk di sana, bisa juga kita beli bakmi di situ, lalu makan di food court atau pasar MOI. Supaya tidak merasa bersalah, ya paling beli minumnya di pasar MOI atau food court lantai dua.

Hiburan setelah makan, buat papercraft daripaper replikayang ada di GIK.

Kami kira perburuan mie kami sudah berakhir di hari ketiga, karena di hari terakhir festival kami sudah mempunyai agenda dadakan untuk hadir ke acara ulang tahun. Tiba-tiba karena ada rapat mendadak yang harus diikuti dan selesainya sudah siang sekali, kami tidak mungkin mengikuti acara ulang tahun tersebut. Dan berhubung teman-teman ternyata menunggu kami, dan anak-anak kepengen pergi bareng teman-temannya setelah gagal ke acara sebelumnya, akhirnya kami pun kembali ke MOI.

Sir Babi Ol Pok. Sumber foto: makocoh.

Seperti yang diperkirakan, wilayah sekitar MOI macet dan antrian masuk pun susah. Luar biasa memang festival bakmi ini. Teman-teman lain yang sudah sampai sibuk memposting foto mereka dan antrian yang panjang. Salah satu teman kami, Mr. Bamz, bahkan rela antri 1 jam demi bakmi portugal Kedai Tang. Akhirnya kami berhasil mendapatkan parkir dan bergegas menuju lantai 2. Saat kami tiba, teman-teman yang sibuk memposting foto sudah pulang =D

Mie Kedai tang yang antrinya luar biasa. Sumber foto: Mr. Bamz
Apakah mie yang kami nikmati hari ini? Untuk membuka mata saya yang sudah mulai 5 watt, saya memesan mi sambal matah di Mee Macau. Mee Macau ini berbeda dengan mie yang ada di Macau. Mie yang terkenal dengan mi pedasnya ini mempunyai lokasi jualan di ruko Artha Gading. Supaya anak-anak dapat menyicipi, saya meminta sambal matahnya dipisah. Mie yang ada disajikan dalam wadah kertas yang dapat langsung dibuang. Awalnya saya kira hanya selama festival saja, namun ternyata memang demikian cara mereka berjualan. Bagaimana dengan rasanya? Tekstur dari Mee Macau agak lembek, namun toppingnya cukup enak dan garing. Mie halal satu ini memberikan toping suiran ayam dan ayam goreng tepung yang sangat garing. Sambal matahnya pun pedas dan enak. Mata saya yang sudah 5 watt pun terbuka.

Mie sambal matah, sesudah dan sebelum diberi sambal matah.

Kali ini kami juga memesan mie Rama Jember. Mie yang jualan di jalan Kartini ini merupakan cabang dari mie Jember. Di sana mie ini sudah ada sejak tahun 1969. Antrian memang tidak nampak di counter ini, namun si papa penasaran dengan mie tempat mertunya berasal. Kali ini kami memesan mie pangsit. Selain mie pangsit, mereka juga menjual bakso goreng, bakso kuah, dan mie komplit. Semuanya tampak menggiurkan. Mie Rama Jember memiliki tekstur mie yang pas, tidak keras dan tidak lembek. Topping daging cincang ayam dan babinya pun enak. Biasanya saya tidak begitu suka makan pangsit kuah karena isinya hanya tepung. Namun pangsit dari mie Rama ini terasa dagingnya. Awalnya kami pikir tidak mungkin habis karena kami lebih merasa ngantuk daripada lapar, tetapi karena kelezatan mie-nya, anak-anak doyan sekali mie yang ini, mie Rama kami habis ludes.

Mie Rama Jember

Bakmi manakah yang menjadi juara selama festival ini? Hmm... Agak susah untuk menjawabnya, karena kami penggemar bakmi. Bagi penggemar topping, bakmi sinar khek memberikan topping yang banyak dan enak. Bagi yang suka bakmi warna-warni, Cliff Noodl Bar mempunyai pilihan warna yang bermacam-macam. Bagi yang suka bakmi tanpa kecap manis dan daging cincang, mie Rama Jember patut dicoba :)

Noodle Time

Pada dasarnya kami sekeluarga adalah penggemar mie, apapun namanya. Waktu masih tunangan, kalau bingung mau makan apa, pasti kami cari mie. Dan sekarang saat sudah punya anak pun, mie masih menjadi favorit kami sekeluarga. Dari mie ala nusantara, mie ala Chinese food, mie ala Korea, mie ala Jepang, mie ala Thailand, mie ala western alias pasta, dan sebagainya. Saat natal kemarin pun kami kembali hunting mie sembari kami keliling mall.

Lamian Palace

Lamian Palace yg terkenal menggunakan mi tarik & snow ice ini telah beredar dimana-mana. Kami pun sering mengunjungi tempat ini, terutama yang di Mall Artha Gading. Biasanya kami memesan mie kesukaan anak-anak, mie wanton. Tetapi karena sedang ada festival mie, kami memesan mie chasiu & mie urat sapi. Satu porsinya tidak mengecewakan besar buat anak-anak, sanggup untuk berdua.

Searah jarum jam: Mie urat sapi, mie asam pedas, mie chasiu, dan nasi goreng yang chau. Sumber foto: Lamian Palace.
Selain mie, terkadang kami memesan snow ice di sini. Esnya diserut halus dan saat makan seperti makan salju (walau kami belum pernah makan salju). Toppingnya pun bermacam-macam. Kesukaan kami adalah kacang merah.

PappaJack

PappaJack

Tempat makan pertama yg kami kunjungi adalah PappaJack di Neo Soho. Sekalian melihat dekorasi batal PappaJack ini sudah beredar pada banyak loka. PappaJack ini berkonsep Asian Kopitiam atau kedai kopi & kuliner Asia. Jadi memang yg dijual kuliner spesial negara-negara tetangga kita, seperti mie, nasi lemak, kwetiau, siomay, & cemilan-cemilan ala Indonesia.

Happy face :)

Siapa sih yang senang sekali ke sini? Tentu saja adik. Entah mengapa, beliau bahagia sekali ke PappaJack. Kami memesan nasi goreng dengan sayap ayam, bihun laksa, dan mie bakso ikan. Untuk rasa kuahnya, menurut aku dan si papa sih biasa saja, rada hambar. Namun anak-anak sih doyan saja. Dan lantaran sudah kelaparan, kami pun lupa memfoto makanan kami =D

Fried Rice with egg and chicken wings.

Yang tidak kami sangka adalah nasi gorengnya. Rasanya lebih enak dibanding makanan dengan menu kuah. Beberapa waktu setelahnya kami pun sempat mencoba bihun gorengnya. Dan rasanya juga enak. Kesimpulan kami, rasa makanan berkuah di PappaJack memang soft. Tetapi untuk yang tidak berkuah, PappaJack lebih berani memberikan garam.

Ippudo Pacific Place

Ippudo

Sehari setelah berkunjung ke Neo Soho, kami main ke Pacific Place untuk melihat Tsum-Tsum Christmas Village. Kali ini kami ramai-ramai dengan keluarga papa makan di Ippudo. Ippudo merupakan ramen dengan hakata-style tonkotsu ramen. Ada menu apa saja di sana?

Yang terkenal tentu saja ramen, baik halal juga non halal. Untuk kuahnya, kita dapat memilih original, miso, atau shoyu. Mau tambah topping pun bisa. Satu porsi ramen di sini besar , sanggup buat berdua.

Ramen Ippudo

Selain ramen, Menu lain yang dipesan adalah bun, nasi goreng dan gyoza. Bun di Ippudo juga enak. Ippudo bun ini seperti mantau yang dipipihkan dan diisi dengan daging dan sayur. Nasi gorengnya pun porsinya lumayan besar. Sedangkan untuk gyoza, variasinya cukup unik. Dari ala timur sampai ala barat.

Ippudo Bun.

Mouth watering Gyoza.

Dari mie ala chinese food, ala Melayu, dan ala Japanese food ini bagi anak-anak semuanya enak, menggunakan karakteristik spesial masing-masing. Dan andaikan salah satu anggota keluarga lagi malas makan mie, nasi goreng yang kami pesan enak juga loh:)

Suasana Peranakan di Kopitiam Oey

Masih di area yang sama dengan gedung bersejarah, Chandra Naya, di sekitar rumah cagar budaya tersebut terdapat banyak tempat makan dengan nuansa tempo doeloe. Salah satunya adalah Kopitiam Oey. Kopitiam ini didirikan oleh ahli kuliner yang terkenal dengan slogan maknyus, yaitu almarhum Bondan Winarno. Dalam dialek Hokkian, kedai kopi disebut ke fe tien, yang oleh orang Melayu disebut kopitiam.

Deretan tempat makan dengan nuansa jadoel.
Jendela bagian interior Kopitiam Oey

Saat kami mengunjungi kedai ini, kami sudah melewati jam makan siang. Yang berkesan bagi kami adalah suasana jadul yang ada di dalam dan di luar kopitiam ini. Dapur mereka persis seperti dapur rumah oma saya. Mangkok tua, gelas kecil warna merah, dan nuansa hitam-merah. Kata si papa, serasa masuk rumah tahun 60an.

Interior View, meja lawas dari marmer dan lampu di dalam sangkar burung.
Dapur dan selendang merah.

Pelayan yang ada pun memberikan kami menu untuk memilih makanan.Seperti interior yang bertema peranakan dan rada jadul, menu makanannya pun masih ditulis dengan menggunakan ejaan yang lama. Menurut pelayan, menu yang cukup terkenal di Kopitiam Oey adalah laksa dan bakmi kepitingnya. Maka kami pun memesan kedua makanan tersebut dan menu lainnya.

Menoe gaya djadoel
Pilihan makanan yang bervariasi

Sesaat setelah kami datang, mulailah datang tamu-tamu lain. Rupanya banyak juga yang menggemari kopitiam Oey ini. Kami tidak perlu menunggu lama untuk menikmati makanan kami. Cukup cepat juga pelayanannya. Dan makanan kami pun tiba.

Penampakan nasi capcay ala Kopitiam Oey.
Nasi goreng permintaan anak-anak
Es Kidna. Segar dan enak

Bagaimana rasa makanannya? Buat kami, rasanya lumayan enak, kecuali rasa bakmi kepitingnya agak tawar. Tetapi dengan adanya sambal dan acar cabe, bakminya pun jadi lebih enak. Yang paling kami suka adalah es kidna. Rasanya mantab dan menyegarkan.

Laksa
Bakmi Kepiting
Untuk yang memang sedang berkunjung ke daerah Gajah Mada, bersantap di Kopitiam Oey dapat menjadi pilihan yang tepat. Selain menikmati makanan dengan harga yang bersahabat, suasana jadul di situ memang ngangeni :)

Shanghai Noni :)
Sekilas Informasi

Kopitiam Oey

Website: www.kopioey.com

Alamat: Jl. Gadjah Mada no 188 Jakarta Barat

Telepon: 021-29379890

Jam operasional : 09.00 - 00.00

Featured Post

Benteng dan Istana Rajasthan yang Menakjubkan

Rajasthan "Pemandangan Rajasthan dihiasi dengan sejumlah benteng, benteng, benteng, istana dan benteng yang berbicara tentang se...