Showing posts with label Singapore. Show all posts
Showing posts with label Singapore. Show all posts

Cara Menuju ke dan Kembali Dari Legoland Malaysia

Bagi yang baru pertama kali berjalan-jalan ke Johor Bahru seperti saya, pastilah bingung dengan transportasi yang akan digunakan. Saya sampai membuat riset dan merangkum semua transportasi yang dapat digunakan, plus minus, waktu tempuh, biaya, dan keriweuhan lainnya. Sampai segitunya ya? Maklum, saya lebih suka repot sebelum pergi daripada repot saat di jalan. Hehehe.

2 MACAM PERBATASAN

Namanya berpindah dari satu negara ke negara lainnya, berarti kita akan bertemu dengan namanya imigrasi. Ada dua jalur yang dapat ditempuh dari Singapore ke Johor Baru (JB) dan sebaliknya. Jalur yang pertama, merupakan jalur utama dan yang tertua, adalah Causeway atau First Link. Pada jalur ini kita melalui Woodlands CIQ (Custom Immigration Quarantine) di Singapore dan JB CIQ di Johor. Gedung yang digunakan untuk imigrasi di JB sering disebut gedung Sultan Iskandar yang jadi satu area dengan JB Sentral. Jalur Causeway ini jauh lebih padat dibanding jalur yang kedua. Jarak tempuh dari JB Sentral ke Legoland kurang lebih 1 jam perjalanan.

Causeway Link. Sumber foto: Businterchange.net

Jalur yang kedua, yang lebih baru, adalah Tuas atau Second Link. Jika kita menggunakan jalur ini, kita akan melalui imigrasi Tuas CIQ di Singapore dan JB Second Link CIQ di Johor. Gedung yang digunakan untuk imigrasi di JB 2nd Link ini sering disebut gedung Sultan Abu Bakar. Jalur yang ini lebih sepi, kecuali saat hari libur bisa jadi sama ramainya. Tetapi melalui jalur Tuas Second Link ini jarak tempuh ke Legoland lebih dekat, kurang lebih 15 menit.

Second Link

Jalur manakah yang lebih enak? Tergantung tujuannya kalau menurut saya. Jika memang ingin berbelanja atau wisata kuliner terlebih dahulu sebelum ke Legoland, maka saya menyarankan untuk melalui JB Sentral. Di JB Sentral ini terdapat JB City Square, Komtar JBCC, JB Sentral Bus Terminal, Jalan Wong Ah Fook, dan jalan Dhoby. Menurut hasil googling, makanan di daerah tersebut enak-enak. Tetapi jika tujuannya ingin langsung ke Legoland, saya menyarankan untuk lewat Second Link atau Tuas. Waktu tempuh ke Legoland tidak begitu lama dan tidak usah berputar sana-sini.

TRANSPORTASI MENUJU LEGOLAND

Bagaimana dengan cara menuju ke sana? Kurang lebih ada enam cara dari Singapore untuk menuju ke Legoland dan sebaiknya. Yang mana yang paling sesuai? Kalau menurut saya, tergantung dengan siapa saja kita pergi, banyaknya bawaan kita, budget kita, dan kondisi badan orang yang ikut bepergian dengan kita.

DENGAN TAXI

Bagi orang yang bepergian berempat dan ingin menghemat waktu, taksi dapat dijadikan opsi. Keuntungannya naik taksi adalah waktunya lebih fleksibel atau sesuai maunya kita. Apalagi saat melewati perbatasan kita dapat melewati drive thru Immigration (istilah kakak). Jadi kita tidak perlu turun saat di imigrasi dan hanya melewati pemeriksaan melalui loket seperti loket tol. Dengan demikian, waktu tempuh antara 45 - 90 menit. Tetapi kekurangannya adalah untuk menuju Legoland, kita harus dua kali naik turun taksi. Taksi Singapore tidak dapat masuk Malaysia dan juga taksi Malaysia tidak dapat masuk ke Singapore. Untuk harga, biasanya berdasarkan argo. Tetapi untuk taksi dari imigrasi JB ke Legoland harus hati-hati.

Ada juga taksi kuning Malaysia yang dapat dicari di daerah Ban San Street, dekat daerah Bugis MRT,. Taksi ini dapat membawa penumpang langsung ke Johor, ke tujuan yang diinginkan. Taksi ini berisi 3 - 4 orang saja, bentuknya seperti taksi pada umumnya. Harganya kurang lebih 70 SGD, entah apakah sudah termasuk toll atau belum.

DENGAN CROSS BURDER LUXURY TAXI

Opsi ini mirip dengan opsi sebelumnya, tetapi karena taksi ini bisa cross burder, maka kita tinggal duduk manis dijemput, lalu duduk manis di mobil saat melewati imigrasi, dan duduk manis sampai tiba di Legoland. Enak sekali bukan? Tapi tentu saja ada fasilitas ada harga yang harus dibayar. Harga taksi ini, berdasarkan hasil googling, sekitar 170 - 320 SGD. Wow sekali bukan?

DENGAN RENTAL CAR

Rental car menjadi pilihan bagi yang ingin dijemput dan diantar sampai tujuan tanpa harus repot turun naik di imigrasi. Waktunya pun lebih fleksibel, sesuai waktunya kita. Mobilnya pun ada dua pilihan, sejenis Innova untuk maksimal 7 orang ataupun mobil besar yang dapat muat 10 orang. Rental Car yang lumayan terkenal promosinya adalah sgmytaxi dan ezy taxi. Walaupun ada nama taxi, tetapi mereka melayani penyewaan mobil. Ada juga orang Indonesia yang tinggal di sana dan membuka travel dan menyediakan mobil untuk disewa. Sedangkan di TripAdvisor, ada seseorang yang merekomendasikan AJ Express. Intinya hunting dan kita akan mendapatkan sesuai budget kita. Harga untuk Innova bervariasi antara 90 - 150 SGD. Kalau ramai-ramai, dibanding naik coach bus, pilihan naik rental car dapat dipertimbangkan.

DENGAN COACH BUS

Enaknya naik coach bus adalah jika dibandingkan dengan pilihan-pilihan sebelumnya, dari segi harga tentu saja lebih murah. Tetapi berbeda dengan taksi dan rental car, saat di imigrasi kita harus turun dan masuk ke dalam area imigrasi. Dengan kata lain, saat di imigrasi Woodlands Singapore barang bawaan kita boleh ditinggal di bus dan kita harus turun untuk proses imigrasi. Setelah proses imigrasi kita kembali ke bus yang tadi, lalu naik lagi sampai ke imigrasi Malaysia. Saat di imigrasi JB kita kembali turun untuk proses imigrasi dan setelah selesai kembali ke dalam bus dan melanjutkan kembali perjalanan sampai ke Legoland. Tetapi pilihan jam untuk coach bus agak terbatas dan harus booking terlebih dahulu supaya tidak kehabisan.

Ada beberapa pilihan Coach bus:

1. WTS Travel. WTS Travel mempunyai dua lokasi keberangkatan.

- dari Singapore Flyer. Dari MRT Promenade exit A, berjalanlah kurang lebih 10 menit menuju Singapore Flyer. Ada beberapa pilihan jam keberangkatan dan kepulangan.

Menuju JB: 08.30, 09.00, 09.30, 10.30

Menuju Singapore: 16.15, 17.15, 18.15, 18.45, 19.15

- dari Bigbox Jurong East. Ada 2 pilihan jam keberangkatan dan kepulangan.

Menuju JB: 09.00, 11.00

Menuju Singapore: 16.15, 18.15

2. Superior Coach dari Lavender MRT. Berbeda dengan WTS Travel, Superior coach hanya mempunyai 1 kali jam keberangkatan yaitu jam 08.30 dan pulang jam 17.30.

Harga tiket sekitar 13 SGD untuk one way atau 25 SGD untuk PP. Bagaimana waktu tempuhnya? Perjalanan dan proses imigrasi memakan waktu kurang dari 3 jam. Opsi ini cocok untuk orang dewasa, senior, keluarga dengan anak yang berusia 7 - 18 tahun, dan para pengunjung yang ingin sampai di Legoland dalam waktu kurang dari 3 jam.

DENGAN BUS UMUM

Dari semua alat transportasi yang dapat digunakan, menurut saya yang paling murah adalah bus umum. Dan jika dibanding dengan Coach Bus, tentu saja piilhan waktunya lebih bervariasi. Tetapi sisi minusnya naik bus umum adalah waktu tempuh lebih lama daripada 4 pilihan transportasi sebelumnya. Biasanya disarankan untuk naik bus Causeway (CW) yang tidak banyak berhenti-berhenti di setiap halte. Selain waktu yang lama, kita harus naik turun dari bus beserta barang bawaan kita saat memasuki imigrasi (akan ada dua imigrasi yang dilalui). Oleh sebab itu, pilihan menggunakan bus umum akan cocok bagi para backpackers atau keluarga yang tidak membawa banyak bawaan atau keluarga yang tidak membawa lansia. Disarankan untuk menyediakan uang pas saat membayar karena mereka tidak menyediakan kembalian (kecuali jika dapat menggunakan kartu EZ Link).

Berikut adalah alternatif rute yang dapat digunakan jika menggunakan bus umum.

Melalui Causeway Link

Secara garis besar, rute yang akan dilalui saat naik bus yang melalui Causeway Link akan selalu seperti ini:

Bus stop – bus Causeway – Woodlandss CIQ – bus Causeway – JB CIQ – JB Sentral Terminal – LM1 – Legoland

Yang harus diperhatikan adalah dari titik manapun kita naik, setelah menaiki bus Causeway (CW), simpanlah tiket yang ada. Saat bus CW ini berhenti di Woodlands Checkpoint untuk proses imigrasi (untuk keluar dari Singapore), maka penumpang harus turun beserta barang bawaannya. Penumpang akan naik ke lantai 2 untuk proses imigrasi. Setelah itu kembali lagi ke lantai 1 dan antri kembali di jalur bus untuk menuju ke JB CIQ. Busnya bisa jadi berganti, tetapi tetap naik jurusan yang sama. Misal tadi naik CW2, maka nanti bisa naik bus CW2 yang berbeda. Saat sudah berada di dalam bus, tunjukkan tiket yang ada dan yakinlah kita tidak akan diminta untuk membayar lagi. Sampai di JB CIQ, semua penumpang turun kembali untuk melalui proses imigrasi (untuk masuk ke dalam Malaysia). Setelah selesai proses imigasi, penumpang dapat langsung ke JB Sentral untuk menaiki bus LM1. Bus LM1 ini akan datang 90 menit sekali. Jadi perhitungan waktunya harus akurat supaya tidak terlalu lama menunggu bus LM1 ini. Oya, tarif busnya adalah 5.4 RM.

1. Dari Queen Street Terminal

Queen Street Terminal terletak di antara stasiun MRT Bugis dan Rochor. Terminal ini terletak di Queen Street, diantara Arab Street dan Ban San Street. Dari MRT Bugis, ambil saja exit A atau B, lalu berjalan melalui Victoria Street sampai bertemu Arab Street dan belok kiri.

Dari Queen Street Terminal ada tiga pilihan bus yang dapat digunakan, yaitu SBS Bus 170 red plate, CW 2, dan SJE (Singapore Johor Express). Harga tiket termurah adalah harga tike bus 170, tetapi banyak yang tidak menyarankan untuk naik bus ini karena bus ini akan berhenti di banyak halte. Daripada membuang waktu, disarankan naik bus CW 2 atau SJE (tarifnya 3.3 SGD). Seperti rute diatas, maka setelah sampai di JB CIQ, kita segera mencari bus LM1. Tarif bus LM1 adalah 5.4 RM.

2. Dari Kranji MRT

Untuk menuju bus stop, keluarlah dari Kranji MRT exit C. Dari halte ini ada 2 pilihan bus yaitu SBS bus 170 blue plate (170x) dan CW1. Tarifnya lebih murah CW1, yaitu 1.5 SGD. Untuk bus 170x dapat dijadikan alternatif karena halte yang akan dilalui dari bus stop dekat Kranji MRT ke JB Sentral hanyalah sedikit. Dan jika menggunakan EZ Link tentunya akan lebih hemat karena menggunakan transfer discount.

3. Dari Changi Airport

Dari Changi Airport, ada bus TS 1 yang dapat digunakan untuk menuju JB. Tarif untuk dewasa adalah 10 SGD dan untuk anak adalah 5 SGD. Lumayan mahal jika dibanding bus CW. Tetapi memang biasanya bus yang dari airport akan selalu lebih mahal, mengingat bus ini memudahkan kita untuk tidak wira-wiri ke downtown. Bus ini mulai bergerak dari Terminal 2, lalu berjalan menuju Terminal 3, dan lalu ke terminal 1. Waktu yang ditempuh dari Changi ke Woodlandss kurang lebih 45 menit, tergantung traffic. Prosedurnya hampir sama dengan saat naik bus Causeway. Saat selesai imigasi Woodlands, selama memiliki tiket TS1, kita dapat naik ke bus TS1 atau TS8 untuk menuju JB CIQ. Dari JB Sentral, kita dapat menggunakan bus LM1. Untuk info lebih jelas mengenai TS1, dapat dilihat di http://www.regentstar.travel/crossborder/

4. Dari Sentosa Island

Dari Sentosa Island kita dapat menggunakan bus TS8 untuk menuju JB. Bus TS8 ini dapat diambil di basement Sentosa Resort. Prosedurnya sama dengan saat naik bus Causeway. Tetapi yang menjadi nilai tambah dari bus TS8 ini, kita tidak perlu membawa koper kita turun. Bus ini akan setia menunggu kita sampai kita selesai urusan imigrasi Singapore dan mengantarkan kita ke JB CIQ.

Melalui Second Link

Secara garis besar, rute yang akan dilalui saat naik bus yang melalui Second Link akan selalu seperti ini:

Bus stop – bus Causeway –Tuas CIQ – bus Causeway –2nd Link CIQ –Bus to Legoland–– Legoland

Pilihan bus yang digunakan untuk menuju ke Legoland dari 2nd Link lebih banyak jika dibandingkan dengan pilihan bus yang ada di JB Sentral.

Sama seperti saat menggunakan Causeway Link, yang harus diperhatikan adalah dari titik manapun kita naik, setelah menaiki bus Causeway (CW), simpanlah tiket yang ada. Saat bus CW ini berhenti di Tuas CIQ untuk proses imigrasi (untuk keluar dari Singapore), maka penumpang harus turun beserta barang bawaannya. Setelah selesai urusan imigrasi, maka kita kembali antri di jalur bus untuk menuju ke JB CIQ. Busnya bisa jadi berganti, tetapi tetap naik jurusan yang sama. Saat sudah berada di dalam bus, tunjukkan tiket yang ada dan yakinlah kita tidak akan diminta untuk membayar lagi. Sampai di JB Second Link CIQ, semua penumpang turun kembali untuk melalui proses imigrasi (untuk masuk ke dalam Malaysia). Setelah selesai proses imigasi, penumpang dapat langsung ke pemberhentian bus yang berada di area yang sama.

Jika dari JB Sentral hanya ada LM1 untuk menuju Legoland, pilihan di JB Second Link lebih banyak. Ada JPO2, CW7L, dan SL1. JPO2 mempunyai rute yang lebih banyak, dengan harga tiket 2 RM. Tetapi interval waktu antara bus yang satu dengan yang lainnya adalah 3 jam. Untuk SL1 hanya ada saat weekend dan hari libur, dengan interval antar bus adalah 1.5 jam. Harga tiket SL1 adalah 2 RM. Sedangkan CW7L hanya beroperasi dari Second Link ke Legoland tetapi interval waktunya sekitar 20 menit. Hanya saja untuk fasilitas ini, harga tiket CW7L adalah 4 SGD.

1. Dari Jurong East

Dari stasiun MRT Jurong East ambillah exit A dan ikuti petunjuk menuju Jurong East Bus Interchange. Dari bus interchange ini ada 3 bus yang menuju Second Link, yaitu CW 3, CW 4, CW4S. Harga tiket adalah 4 SGD. Pilihannya tentu lebih banyak dibanding saat melalui MRT Kranji ataupun Queen Street Terminal.

2. Dari Boon Lay

Untuk menuju Bus Interchange, dari stasiun MRT Boon Lay, ambillah exit B, dan berjalanlah lurus sampai jalanan utama (Boon Lay Way), lalu belok kanan. Dari sini hanya ada satu bus menuju JB yaitu bus CW 6 dengan harga tiket 4 SGD.

Public bus dari Singapore menuju Legoland

DENGAN KERETA API

Pilihan ini muncul dalam salah satu googling kami karena kami malas terkena macet dari Singapore ke JB. Apalagi waktu tempuh dari Woodlands ke JB Sentral hanya 5 menit dan proses imigrasi keluar dari Singapore dan masuk ke Malaysia hanya dilakukan satu kali saat di Woodlands. Untuk harga memang lebih mahal daripada bus Causeway, yaitu 5 SGD (dan 5 RM untuk arah JB ke Woodlands), tapi iming-iming tidak kena macet begitu menggoda hati kami. Opsi ini cocok untuk yang malas naik bis dan membawa barang.

Tapi tentu saja ada kekurangan jika naik kereta. Untuk jam, memang pilihan waktunya sekarang lumayan banyak, ada 12 kali pilihan jam dan mulai dari jam 05.30, tetapi tiketnya cepat sekali habis. Walaupun bisa beli online, tetapi seringkali sistemnya error. Apabila sedang dalam peak season, delay dapat mencapai 45 menit. Tetapi hal ini masih dapat diakali dengan datang lebih awal untuk membeli tiket dan untuk proses imigrasi. Hanya saja untuk menuju Woodlands Train Checkpoint agak repot jika dari tempat kami.

Untuk menuju Woodlands Train Checkpoint, kita harus menuju stasiun MRT Marsiling, lalu mengambil exit B. Dari situ kita harus menuju halte opposite Marsiling dan naik bus 856 untuk menuju halte Woodlands Train Checkpoint (kurang lebih 3 stop). Dari situ baru berjalan menuju Woodlands Train Checkpoint.

Setelah naik kereta dan tiba di JB Sentral, kita tidak perlu melalui imigrasi kembali dan dapat langsung menuju terminal untuk mencari bus LM1

Plus minus pilihan transportasi
Bagaimana dengan kami kemarin? Awalnya kami berpikir untuk naik kereta, untuk menghindari kena macet. Tetapi karena menuju Woodland Train Checkpoint lumayan repot dari tempat kami menginap, maka kami membatalkannya. Opsi naik bus juga mau tidak mau dicoret karena perjalanan kami membawa anak-anak dan oma opa. Jika hanya dengan anak-anak, kemungkinan besar kami memilih naik bus yang melalui Second Link. Lebih cepat daripada melalui Causeway Link. Tetapi kalau ada oma opa, maka faktor kenyamanan menjadi nomor dua, setelah budget tentunya. Maka kami mencoba membandingkan antara coach bus dan rental car. Karena jumlah kami lumayan banyak, maka jika dihitung, harga naik coach bus dengan harga sewa mobil tidak jauh berbeda. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa mobil dari AJ Express (enquiry@aj.com.my) karena harganya paling murah dan pelayanannya bagus.

Saat kami pergi, kami melalui Causeway Link dengan waktu tempuh sekitar 70 menit. Agak kaget juga karena driver membawa kami lewat Causeway Link padahal lebih dekat lewat Second Link. Untungnya tidak macet dan proses imigrasi berlangsung cepat. Kami hanya perlu menunjukkan muka kami dari jendela saat nama kami dipanggil. Saat kami pulang, kami melalui Second Link, tujuan kami Sentosa Island, dengan waktu tempuh hanya 40 menit (diluar urusan imigrasi). Hanya saja proses imigasi masuk ke Singapore lebih lama dibanding saat keluar.

Tips dari kami:

1. Saat memilih transportasi apa yang ingin dipakai, pertimbangkan faktor dana, kenyamanan, dan siapa saja yang pergi bersama kita. Jika dana, yang paling murah adalah bus umum. Jika ingin nyaman tapi tidak mahal, terutama jika hanya pergi sendiri atau berdua, maka coach bus dapat menjadi pilihan. Jika yang pergi ramai-ramai dan ada lansia atau anak kecil, sekitar 6 sampai 7 orang, maka menyewa mobil dapat menjadi pilihan.

2. Jika setelah dari Legoland kita akan kembali masuk ke Singapore, maka saat sampai di bandara Singapore, ambillah immigration card (kertas yang harus diisi saat masuk ke Singapore) tambahan. Hal ini memudahkan kita saat masuk kembali ke Singapore setelah dari Legoland.

3. Urusan imigrasi saat kita keluar dari Singapore dan masuk ke Malaysia sangat mudah. Mungkin karena kita mau keluar dari Singapore. Sebaliknya, saat masuk ke Singapore, pemeriksaan akan sangat ketat. Terkadang ada random check pada pria-pria yang berusia produktif, yang diperkirakan masih dapat bekerja. Kemarin pun papa kena random check. Memang hanya ditanya dari mana dan mau kemana, tetapi lumayan menyita waktu. Suami teman kami pun terkena random check.

4. Jika ingin langsung ke bandara Changi saat kembali dari Legoland, usahakan ambil penerbangan yang selisih waktunya agak jauh untuk mengantisipasi kalau kita kena random check.

5. Bagi yang naik bus umum, karena saat membayar tiket bus tidak ada kembalian, maka sediakan uang ringgit dan uang dollar Singapore dalam nominal kecil . Katanya sih di imigrasi JB biasanya ada supermarket. Jadi sebelum naik bus, bisa beli sesuatu dulu untuk mendapatkan kembalian uang kecil.

Happy Traveling :)

Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami di Malaysia, silakan kliklink berikutini.

Free Wet Playground di Singapore

Namanya anak-anak, kalau mendengar kata playground dan main air pasti senangnya minta ampun. Sayangnya playground dan tempat main air adalah barang langka di lingkungan kami tinggal. Kalau mau main air pun lokasinya jauh dari rumah kami. Hal ini berbanding terbalik dengan Singapore. Di setiap area pasti ada playground dan beberapa diantaranya menyediakan wet playground. Hiburan yang menyenangkan bagi anak-anak kecil, dan sebagian dari wet playground tersebut gratis loh.

Nah sepanjang liburan kami kemarin, kami menemukan ada 3 wet playground yang gratis di tempat-tempat yang kami kunjungi. Dari ketiga tempat berikut, Duo Lynns pernah bermain di dua tempat pertama. Sedangkan tempat yang ketiga, karena keterbatasan waktu, hanya sekedar lewat saja.

I12 Katong wet playground
1. I12 Katong Wet Playground

I12 Katong merupakan mall di daerah East Coast atau Katong. Di I12, selain tempat makan dan belanja, di bagian atasnya disediakan outdoor wet playground. Outdoor wet playground di sini, salah satu tempat favorit Duo Lynns, bukan hanya sekedar air mancur air, tetapi lumayan lengkap loh mainannya. Dari perosotan, pipa berlubang, mainan pemadam kebakaran, dan bahkan pipa-pipa untuk bermain instrumen pun disediakan di playground ini. Kami selalu meluangkan waktu untuk bermain air di tempat ini setiap kali kami berkunjung ke Singapore. Dan tentu saja Duo Lynns selalu mendapatkan teman baru saat berkunjung ke sini.

Serunya bermain air, sampai ada bapak-bapak yang juga seru bermain air di pancuran =D
Di tempat ini juga ada area untuk berganti baju dan tempat siraman, walau terbuka, namanya juga untuk anak-anak. Saat kunjungan kami kemarin, ternyata bukan hanya anak-anak yang sibuk bermain, tetapi juga bapak-bapak. Rasanya tempat ini dapat menjadi favorit banyak orang =D

I12 Katong

www.112katong.Com.Sg

112 East Coast Road, Singapore, 428802

Jam buka: 10.00 - 22.00

Far East Children's Garden. Sumber foto: Gardensbythebay.com.sg
2. Far East Organization Children's Garden

Wet playground ini terletak di dalam area Gardens by The Bay. Di area ini terdapat wet playground dan playground yang dapat dikunjungi saat berkunjung ke Gardens by The Bay. Enaknya main di sini, ada locker-locker yang memudahkan kita untuk meletakkan barang bawaan kita. Tempat untuk berganti baju juga ada di area ini. Di area playground ini juga terdapat Children's Garden Cafe, alternatif tempat untuk mencari oleh-oleh dan makanan saat si kecil mulai kelaparan.

Far East Organization Children's Garden

http://www.Gardensbythebay.Com.Sg/en/attractions/far-east-organization-childrens-garden.Html

Gardens by The Bay

Jam buka: 10.00 - 19.00 dan 09.00 - 21.00 (weekend)

Vivo City Mall
3. Vivo City Mall

Kami mengunjungi tempat ini saat kami ingin menyeberang ke pulau Sentosa. Di mall ini ada dua area bermain air. Yang pertama adalah Vivo City Sky Park yang berada di lantai 3. Di lantai 3 ini ada Happy Paddle Boats yang dapat dimainkan juga permainan water boat yang dapat dicoba oleh anak-anak dengan membayar antara 8 sampai 16 SGD.

Yang kedua terletak di lantai 2, berupa air mancur menari yang tentunya menarik untuk anak-anak kecil. Di lantai 2 ini juga terdapat outdoor playground yang menarik untuk anak-anak. Jadi si kecil dapat sekalian main di playground.

Vivo City Mall

www.Vivocity.Com.Sg

Harbour Front Walk, Singapore

Jam buka: 10.00 - 22.00 (playground) & 11.00 - 21.00 (Sky Park)

Selain tempat-tempat diatas, sebetulnya masih banyak lagi tempat bermain air yang gratis di Singapore.Jadi bisa dicari sesuai dengan daerah yang akan dikunjungi. Pesan penting dari kami: untuk menikmati waktu bermain di playground, jangan lupa membawa dan memakaisunblock, bukan hanya untuk anaknya tetapi juga untuk mama papanya. Kan tidak seru jika setelah puas bermain, kulit kita jadi seperti zebra alias belang-belang :D

Note: untuk mengetahui cerita perjalanan kami saat liburan di Singapore , silakan kliklink berikut ini.

Menikmati Tulipmania 2017 Gardens by The Bay

Tulipmania 2017
Waktu saya kecil, biasanya anak kecil akan menggambar gunung dengan matahari dan sawah saat disuruh menggambar bebas. Tetapi saya selalu dengan senang hati menggambar bunga. Hal ini ternyata menurun juga kepada Duo Lynns. Mereka paling suka menggambar bunga. Salah satu bunga yang mereka sukai adalah tulip. Tetapi mereka belum pernah melihat tulip secara langsung. Habis jauh sih ke Belanda =D

Di saat liburan kami kemarin, di Gardens by The Bay sedang ada pameran tulip. Tentu saja bukan cuma anak-anak yang akan senang jika melihat tulip, oma opa juga pasti senang. Dan betul saja, saat kami bertanya kepada oma opa, mereka pun bersemangat untuk melihatnya. Kalau kata oma, daripada harus jauh-jauh ke Belanda, kita lihat saja tulip di Singapore. Kami pun mulai mencari informasi lebih mengenai pameran tulip yang akan diadakan di Gardens by The Bay ini.

Siapa sih yang tidak pernah mendengar namaGardens by The Bay(GBTB)? Rasanya semua orang tahu. Bahkan tempat ini termasuk salah satu tempat yang biasanya tidak pernah dilewatkan saat berwisata ke Singapore. Selain banyak yang gratisnya, siapa yang tidak tertarik dengan tempat gratis di luar negeri, tanaman di dalam tempat ini sangat bagus sehingga sayang untuk dilewatkan. Apalagi dengan adanya Children's Garden by Far East Organization , GBTB menjadi salah satu tempat wisata bagi keluarga yang membawa keluarga. Walaupun demikian, ada beberapa tempat yang memerlukan tiket masuk, alias tidak gratis, sepertiFlower Dome, Cloud Forest, danOCBC Skyway.

Flower dome
Dulu kami sempat mengunjungi GBTB saat tahun 2013. Saat itu kami hanya berkeliling taman, main di playground, duduk di depan Supertree. Intinya yang gratisan semua. Tetapi kali ini pameran tulip akan diadakan di Flower Dome. Untuk masuk ke dalam Flower Dome, kita harus membeli tiket masuk. Berbeda dengan warga setempat yang dapat memilih masuk ke Flower Dome atau Cloud Forest, untuk turis pembelian tiket mencakup dua tempat itu. Kami mencoba membeli tiket secara Online, supaya tidak usah antri untuk beli tiket. Seperti biasa, kami membeli dari klook.com. Harga tiketnya cukup murah jika dibandingkan harga pesawat ke Belanda.

Ada kuda, rusa, & trenggiling?

Kami sengaja memilih untuk mengunjungi taman ini di pagi hari. Supaya tidak terlalu ramai. Kali ini tante Duo Lynns sedang libur sehingga dapat menemani kami untuk melihat tulip. Saat kami datang, antrian untuk membeli tiket sudah cukup panjang. Bersyukur kami sudah membeli secara Online. Kami segera masuk ke dalam Flower Dome. Suhu di dalam tempat ini cukup dingin. Maklum, tulip mulai tumbuh saat awal musim semi, otomatis untuk menjaga tulip ini tetap bagus, suhunya harus dibuat seperti suhu peralihan antara musim dingin ke musim semi.

Suasana di pagi hari
Tema pameran tulip kali ini adalah Tulipmania Inspired. Berdasarkan hasil riset, tulip sangat disukai orang-orang. Bahkan termasuk bunga ketiga yang sangat populer, setelah mawar dan krisantemum. Karena orang begitu suka dengan tulip, pada tahun 1634 dan 1637 muncul fenomena Tulip mania, yaitu saat permintaan terhadap umbi bunga tulip begitu tinggi tetapi tidak diimbangi dengan pasokan yang cukup.

Favorit kakak, warna pink
Banyak orang, termasuk saya, menganggap tulip berasal dari Belanda. Ternyata tulip berasal dari Asia Tengah, tumbuh liar di kawasan pegunungan Pamir dan pegunungan Hindu Kush dan Kazakhstan. Setelah itu tulip dibawa ke Turki dan bahkan menjadi bunga nasional Turki. Pada tahun 1500an, tulip mulai dibawa ke Eropa. Dan karena tumbuhnya di kawasan pegunungan, otomatis hawa sejuk yang ada di Eropa membuat Tulip tumbuh dengan banyak di Eropa, khususnya Belanda yang terkenal sebagai negeri bunga Tulip.

Foto dulu ah sebelum semakin ramai
Tulip atau Tulipa merupakan nama genus untuk 100 spesies tumbuhan berbunga yang termasuk ke dalam keluarga Liliaceae. Tulip merupakan tumbuhan tahunan berumbi yang tingginya antaran 10 - 70 cm, daunnya berlilin, berbentuk sempit memanjang berwarna hijau nuansa kebiru-biruan, dan bunganya berukuran besar yang terdiri dari 6 helai daun mahkota.

Atas: Taman penuh dengan tulip

Bawah: karya seni yg terdapat pada GBTB Beberapa keterangan yg baru kami ketahui saat kami mengunjungi pameran Tulip ini:

1. Tulip berasal dari bahasa Persia 'turban', dulbend, yang berarti sorban. Hal ini disebabkan karena bunga tulip berlapis-lapis seperti sorban.

Tulipa
2. Tahun 1594 merupakan tahun resmi tulip bertumbuh di Belanda. Carolus Clusius, seorang dokter dan juga botanis, membawa umbi tulip dari Vienna dan melakukan riset di Hortus Botanicus.

Yang ini putih bercampur orange
3. Berdasarkan daun mahkotanya, ada tulip yang walau sedang mekar daun mahkotanya terlihat menguncup, ada juga yang saat mekar daun mahkotanya terbuka lebar, ada yang daun mahkotanya melengkung, dan ada yang meruncing.

Daun mahkota yang terbuka dan yang menguncup
4. Berdasarkan lapisan daun mahkotanya, tulip terbagi menjadi single (atau satu lapis) dan double (berlapis).

Daun mahkota yang single dan double
5. Berdasarkan waktu berbunganya, tulip terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu berbunga awal (single early, double early, kaufmaniana, fosteriana), berbunga agak lambat atau mid-season (triumph, darwin hybrid, greigii), dan berbunga terlambat (single late, double late, lily-flowered tulip, fringed group, viridiflora, rembrandt, dan parrot).

5. Tulip mempunyai warna yang beragam. Namun sebetulnya tulip tidak terdapat yg berwarna biru. Bahkan tulip hitam pun tidak sepenuhnya hitam pekat, tetapi tak jarang deretan merah atau ungu yg pekat.

Colorful tulip
6. Umbi tulip menghasilkan satu atau dua anak umbi setiap tahunnya. Anak umbi yang besar biasanya digunakan atau dijual untuk produksi bunga, sedangkan yang lebih kecil akan ditanam kembali saat musim gugur. Selain itu, tulip juga dapat dikembangkan dari benih, tetapi membutuhkan waktu lebih dari 3 tahun untuk berbunga.

A boat of flower
Untung ada mas-mas koko yang siap membantu pengunjung berfoto
7. Tulip dapat dimakan, baik secara lalapan langsung ataupun dimasak dulu. Daun mahkota tulip warna merah muda, peach, dan putih rasanya manis. Sedangkan daun mahkota tulip warna merah dan kuning lebih gurih.

Warna kuning yang gurih kesukaan adik
Ternyata bukan hanya menampilkan bunga tulip yang beraneka ragam, GBTB juga mengambil tema karya lukisanVincent van Gogh.Vincent van Goghadalah pelukis pasca- impresionisme ternama dari Belanda. Sayangnya kisah hidupnya cukup menyedihkan. Di akhir hidupnya, van Gogh merasa ia gila dan menghabiskan sisa hidupnya di RS JiwaSaint-Paul-de-Mausole diSaint Remy de ProvencePerancis. Justru saat ia di sini, karya-karya ternamanya mulai bermunculan, salah satunyaThe Starry Night. GBTB merangkai bunga-bunga tulip membentuk lukisan karya van Gogh. Luar biasa bukan?

The Starry Night
Self-Protrait with Straw Hat
Pameran tulip ini rasanya diadakan tiap tahun, antara April sampai dengan Mei. Jika ada yang kepingin lihat tulip, rajin-rajin saja mencari infonya sekitar bulan Maret. Apakah di dalamFlower Domehanya ada bunga tulip saja? Tidak loh. Masih banyak bunga-bunga lainnya yang menarik untuk dilihat. Setelah puas menikmati bunga-bunga yang ada diFlower Dome, kami pun melanjutkan kunjungan kami ke Cloud Forest .
Hyacinths, salah satu keluarga Asparagaceae
Bunga lainnya
Tulipmania Floral Display

www.Gardensbythebay.Com.Sg

Tanggal pameran: 1 April - 7 May 2017

Jam buka: 09.00 - 21.00

Location: Flower Dome, Gardens by The Bay

Cara menuju ke GBTB: MRT stasiunBayfront exit B

Denah Flower Dome
Note: untuk mengetahui cerita perjalanan kami saat liburan di Singapore , silakan kliklink berikut ini.

Review Holiday Inn Express Katong

Masih dalam rangkaian liburan kami yang lalu, kali ini kami ingin me-review tempat kami menginap selama di Singapore. Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, berbekal tiket murah yang kami dapatkan saat GATF, kami melakukan liburan kami ke Singapore dan Johor Baru. Kali ini kami mencoba menginap di Hotel Holiday Inn Express Katong.

Sekilas tentang Holiday Inn Express, Holiday Inn Express merupakan salah satu bagian dari IHG atau Intercontinental Hotel Groups. Jaringan hotel bintang tiga ini cukup terkenal dan berkualitas. Hotel ini, bersama dengan Hotel Indigo yang juga masih bagian dari IHG, tergolong hotel yang baru diarea East Coast. Dulunya di lokasi ini adalah kantor polisi Joo Chiat. Dengan lokasinya yang berada di dekat I12 Katong Mall, tinggal di hotel ini akan lebih menarik. Apalagi hotel yang berisi 451 kamar ini merupakan hotel Holiday Inn Express yang ketiga dan terbesar di Singapore. Saat kami memesan, di Agoda sedang ada promo hotel ini. Tentu saja kami tidak melewatkan promo yang ada.

Holiday inn express
Saat kami tiba, kurang lebih 15 menit dari airport, kami langsung menuju lobby yang berada di lantai 7. Papa pun langsung mengurus proses check in. Proses check in di hotel ini lumayan agak lama. Kami memanfaatkannya untuk berkeliling melihat-lihat sekeliling lobby. Di lobby ini ada mesin jus jeruk otomatis. Rasanya seru juga saat kepanasan membeli fresh orange juice. Selain itu ada juga area komputer. Di area ini disediakan beberapa komputer yang dapat digunakan oleh tamu hotel. Hotel ini juga bekerja sama dengan Grab. Pengunjung hotel dapat memesan Grab melalui aplikasi yang disediakan di hotel. Sedikit informasi, Grab di Singapore bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan taksi setempat (sama seperti Gocar). Jadi kalau memesan Grab di sini, kita bisa saja mendapatkan taksi lokal atau mobil pribadi yang akan menjemput kita.

Kiri atas: Area Komputer. Kiri bawah: jadwal shuttle service.

Kanan: Aplikasi Grab Di bagian outdoor terdapat fitness centre dan laundry room yang dapat digunakan oleh setiap tamu hotel 24 jam. Laundry room ini self service dan ada biaya tersendiri. Untuk mencuci menggunakan mesin tersebut, tamu hotel harus merogoh 6 SGD dari kantong mereka. Dan untuk menggunakan mesin dryer, membuat baju jadi kering, dibutuhkan 6 SGD lagi, Fasilitas ini tentunya menarik bagi tamu hotel yang menginap lama dan tidak mau membawa banyak baju.

24 hours Laundry room and fitness centre
Setelah proses check in selesai, kami pun segera menuju kamar kami, standard room. Lift yang digunakan hanya dapat dioperasikan jika kita mempunyai smartcard. Jadi kita hanya dapat menuju lantai dimana kamar kita berada. Kamar berukuran 19 meter persegi ini dilengkapi dengan free WIFI, TV LED 32 inch yang dapat mirroring dengan android. Di kamar ini disediakan 2 bantal soft dan 2 bantal hard, yang bagi kami cukup menyenangkan, mengingat kami tidur jadi satu. Di sini juga ada blue tooth speaker dan disediakan juga smartphone yang dapat digunakan untuk menelpon lokal dan ke beberapa negara tertentu. Apakah ada biaya tambahan? Tidak, karena fasilitas telephone ini gratis. Luar biasa sekali bukan?

Kamar standard, lengkap dengan perlengkapan dan sofa yang nyaman.
Faktor yang tidak kalah penting adalah kamar mandinya. Yang unik dari dan kamar mandi ini adalah pintunya. Satu pintu yang ada dapat digunakan untuk menutup kamar mandi dan juga shower room. Jadi jika kita menggunakan shower room, pintu yang ada akan digunakan untuk menutup shower room, maka jika kepepet (namanya juga bawa anak kecil) penghuni kamar yang lain dapat menggunakan bagian lain dari kamar mandi tersebut. Hanya saja pintu kamar mandi ini tidak ada kuncinya. Handuk yang disediakan di sini ada 2 macam. Handuk kecil dan handuk besar untuk mandi. Selain itu di kamar mandi juga disediakan anti-slip mat.

Kamar mandi dan fasilitasnya, termasuk anti-slip mat
Bagaimana untuk mencari makan? Untuk sarapan, tamu hotel mendapatkan sarapan gratis (uhm...sudah termasuk di harga yang dibayarkan maksudnya). Berbeda dengan Holiday Inn yang sistemnya menyediakan sarapan di restoran hotel, Holiday Inn Express menyediakan buffet breakfast bagi setiap tamu hotel. Setelah jam 11, area sarapan ini menjadi public area untuk tamu ngobrol dan duduk-duduk. Sarapan yang disajikan di hotel ini adalah sarapan ala kontinental. Pilihannya pun bervariasi. Dimulai dari berbagai macampastry, roti, berbagai macam cereal dengan berbagai macam susu, buah beraneka ragam, yoghurt, sosis, dan makanan khas Singapore. Belum lagi kopi dan teh dilmah beraneka rasa. Pihak hotel juga menyediakan Grab and Go bagi tamu hotel yang harus pergi pagi-pagi tanpa sempat sarapan di hotel. Cukup memilih makanan yang ingin dibawa, lalu pihak hotel akan membungkusnya bagi tamu. Serunya sarapan di sini adalah kami bertemu berbagai macam orang dari berbagai macam belahan benua. Maklum, daerah Katong merupakan daerah peranakan yang kaya dengan berbagai macam kebudayaan.

Hearty continental breakfast.

Salah satu fasilitas lain dari Holiday Inn Express yang kami manfaatkan adalah penitipan koper. Sebelum kami datang, kami sempat menghubungi pihak hotel melalui email untuk bertanya apakah kami dapat menitipkan koper kami selama 2 hari saat kami pergi ke Legoland. Toh setelah balik dari Legoland kami pun menginap di sini lagi. Pihak hotel menjawab kami boleh menitipkan, dengan menunjukkan bukti pemesanan kami dan tidak ada biaya tambahan yang dikenakan. Hal ini memudahkan kami saat pergi ke Johor, daripada bawa koper banyak-banyak.

Untuk makan siang dan malam, di sekitar hotel ini banyak makanan-makanan yang menarik untuk dicoba, dari yang halal sampai yang non halal. Dalam jarak satu blok dari hotel ini ada pasar dan Parkway Parade. Mau belanja, mau cari makan, di situ ada semua. Parkway Parade termasuk mall yang lengkap menurut kami. Andaikan malas jalan, di lokasi yang sama dengan hotel ini terdapat Katong Square dan di sebelah hotel ini terdapat I12 Katong Mall. Jadi untuk urusan makan, rasanya tidak akan susah.

Pemandangan di pagi hari
Oya, di hotel ini tidak tersedia kolam renang. Tetapi hal ini tidak menajdi masalah karena di I12 Katong ada wet playground di bagian atasnya. Apakah kami menikmati tinggal di sini? Ya. Apakah anak-anak senang? Banget. Kalau kata kakak lain kali ke sini lagi supaya pas sarapan bisa dapat yoghurt dan minum teh buah.

Pemandangan area Katong di sore hari. Langitnya cerah ya :)

Holiday Inn Express Katong

Website: www.ihg.com

Alamat: 88 East Coast Road Singapore 423371

Ph: +65 672320001

Email: info.sinka@ihg.com

Note: untuk mengetahui cerita perjalanan kami saat liburan di Singapore, silakan kliklink berikut ini.

The Cloud Forest di Gardens by The Bay

Cloud Forest
Setelah puas melihat Tulip di Flower Dome , kami pun berpindah untuk masuk ke Cloud Forest. Kali ini kami hanya masuk berenam karena tante Duo Lynns tidak membeli tiket untuk masuk Cloud Forest. Memang pameran di Cloud Forest tidak selalu berganti, sehingga warga lokal jarang bolak-balik mengunjungi Cloud Forest.

Entrance to Cloud Forest
Berbeda dengan Flower Dome yang berisi bunga-bunga yang manis, Cloud Forest merupakan tempat pameran vegetasi dari daerah tropis yang berada di ketinggian diatas 2,000 meter diatas permukaan laut. Tempat ini berformat seperti gunung dengan ketinggian 35 meter yang ditutupi oleh vegetasi yang subur. Di sini juga ada air terjun indoor tertinggi sedunia yang tingginya 35 meter. Suhu di ruangan ini adalah 23 - 25 derajat celcius dan kelembapannya sekitar 80 - 90 persen. Jadi memang terasa dingin di dalam sini. Untungnya anak-anak menggunakan jaket.

Dekorasi di luar, penuh dengan hewan-hewan mitologi
Saat masuk ke dalam sini, kami disambut dengan cipratan air yang ternyata berasal air terjun. Walaupun demikian, masih banyak orang yang berfoto di bawah air terjun tersebut, termasuk kami. Saat melihat ke atas, kami melihat jarak menuju atas sangat jauh. Tentu ini membuat oma panik, karena pasti lelah untuk menuju ke atas. Ternyata ada lift yang dapat membawa kita ke lantai 6 dan setelah itu kita dapat menaiki eskalator ke lantai 7. Tetapi di lantai 6 juga tersedia lift menuju lantai 7 yang dikhususkan untuk senior.

Hewan-hewan mitologi yang menyambut kami di Cloud Forest, menciptakan saya teringat film Legenda Awan & Angin

Vegetasi di dalam Cloud Forest. Lumutnya seperti karpet
Cloud Forest terbagi menjadi 7 lantai dan mempunyai dua lintasan yang mengelilingi gunung tersebut. Di paling atas atau di lantai 7 ada Lost World.Lost World menyajikan vegetasi Cloud Forest yang dapat ditemukan diketinggian sekitar 2,000 meter diatas permukaan laut. Salah satunya adalah tanaman pemakan serangga. Walaupun pemakan serangga, tetapi rasanya jika ada hewan kecil yang terjebak di situ tetap bisa mati.

Tanaman karnivora (yang ini dari lego). Kiri atas: venus fly-catcher. Kanan atas: Pitcher plants

Bawah: Raflesia arnoldi atau bunga bangkai Kami melanjutkan perjalanan kami menuju Cloud Walk. Ini adalah lintasan elips yang paling atas. Awalnya saya kira akan ada lintasan yang membuat kita merasa seperti jalan di awan. Ternyata hanya lintasan besi. Di sini kita diajak untuk turun ke lantai 6 dengan berjalan mengelilingi gunung di dalam Cloud Forest. Hm....mungkin karena berjalan mengelilingi puncak gunung ini, kami seperti berjalan di awan. Buat orang yang takut ketinggian, tempat ini tidak direkomendasikan. Tetapi jika tidak ada fobia terhadap ketinggian, tempat ini sangat indah. Selain dapat melihat tanaman epifit (tanaman yang tumbuh menumpang pada pohon lain) yang ada di sekitar gunung, pemandangan di sekeliling tempat ini sangat bagus. Tapi buntutnya adalah Duo Lynns jadi ingin mengunjungi tempat-tempat tersebut.

View berdasarkan Cloud Walk.

Akhir dari Cloud Walk ini adalah The Cavern di lantai 6. Di sini kami seperti berjalan di dalam gua terbuka dan ada banyak informasi mengenai Cloud Forest di seluruh dunia. Jalanan di sini juga menurun. Jadi tanpa disadari kami sudah turun ke lantai 5. Berhubung oma dan opa sudah berjalan memasuki Waterfall View, kami pun tidak meluangkan banyak waktu di sini. Nampaknya selain Cloud Walk, Waterfall View yang berada di lantai 5 ini merupakan salah satu bagian favorit dari Cloud Forest. Banyak orang, termasuk kami, yang menikmati memandang air terjun dari dekat. Tentunya ada sedikit cipratan air yang akan mengenai kita saat di Waterfall View.

View from Waterfall View
Kami pun berjalan menuju eskalator untuk turun keCrystal Mountain. Di lantai 4 ini banyak sekali stalaktit dan stalagmit, seakan-akan kita berada di dalam gua kapur. Di dalam gua, air sering sekali menetes dan membentuk banyak kejadian alam yang luar biasa. Salah satunya adalah stalaktit dan stalagmit. Stalaktit adalah sejenis mineral sekunder yang menggantung di langit-langit gua. Sedangkan stalagmit adalah batuan yang terbentuk di lantai gua, yang terbentuk dari tetesan-tetesan air di langit-langit gua diatasnya.

Stalaktit dan stalagmit (kanan atas)
Udara yang dingin ini membuat perut kami menjadi sedikit bergejolak. Kami pun segera melanjutkan perjalanan secepat mungkin menuju Tree Top Walk. Ini adalah lintasan elips kedua, yang berada agak ke bawah gunung. Di lintasan ini kita mendapatkan kesempatan untuk mendekati kanopi hutan dan melihat pemandangan puncak pohon. Ternyata tidak perlu menjadi monyet untuk dapat melihat ujung dari suatu pohon. Eh...

Beberapa tanaman yang ada di Cloud Forest
Perjalanan kami memasuki suatu galeri. Di sini tidak ada tanaman yang dapat kami lihat, tetapi ada banyak data yang dapat dilihat. Termasuk tentang keadaan Bumi dan apa peran GBTB dalam menjaga lingkungan sekitar. Di sini juga ada +5 Degrees, simulasi apa yang akan terjadi di Bumi ini jika suhu naik 5 derajat celcius.

Perjalanan kami berakhir di bagian terakhir, Secret Garden. Apakah isinya sesuatu yang rahasia? Tidak juga sih. Hanya saja beberapa tanaman disini merupakan tanaman yang kini semakin langka. Di sini diperkenalkan juga Fossil Forrest dan juga tanaman prasejarah, seperti pakis prasejarah, begonia, dan sebagainya. Yang paling unik di sini adalah ukiran-ukiran kayu yang dibuat menyerupai binatang-binatang. Di akhir dari taman ini adalah pintu keluar dari Cloud Forest.

Ada kaca pembesarnya loh....
Kiri atas: Ukiran mulut singa yang besar. Kiri bawah: buaya

Kanan: capung raksasa

Petualangan kami di hutan ini sudah selesai. Sebetulnya ada banyak hal yang dapat dilihat di Gardens by The Bay, seperti skyway, supertree grove, dragonfly and kingfisher lake, children's garden, dan sebagainya. Karena kami sudah pernah mengunjunginya dan karena GBTB sangat penuh, kami datang saat hari libur nasional, maka kami memutuskan untuk pindah ke tempat lain untuk makan siang. Mungkin lain kali kalau kami dapat pergi saat malam hari akan lebih seru, seperti memasuki hutan di malam hari.

Atas: suvenir yang bisa dibeli.

Bawah: Soft ice cream Mc Donalds, cocok menggunakan udara yg panas

Super Tree yg pula bisa dikunjungi ketika pada GBTB

Gardens by The Bay

www.Gardensbythebay.Com.Sg

Alamat: 18 Marina Gardens Drive, Singapore

Jam operasional:

Bay south outdoor gardens

Setiap hari: 05.00 - 02.00

Flower Dome, Cloud Forest, OCBC Skyway

Setiap Hari: 09.00 - 21.00 (penjualan tiket terakhir dalam 20.00)

Far East Organization Children's Garden

Selasa - Jumat: 10.00 - 19.00 (masuk terakhir 18.30)*

Akhir Pekan dan Hari libur: 09.00 - 21.00 (masuk terakhir pukul 20.30)

*Akan tutup pada hari Selasa bila hari Senin sebelumnya adalah hari libur nasional

Peta Cloud Forest. Sumber foto: www.Gardensbythebay.Com.Sg

Note: untuk mengetahui cerita perjalanan kami saat liburan di Singapore, silakan kliklink berikut ini.

Featured Post

Benteng dan Istana Rajasthan yang Menakjubkan

Rajasthan "Pemandangan Rajasthan dihiasi dengan sejumlah benteng, benteng, benteng, istana dan benteng yang berbicara tentang se...