Showing posts with label penginapan. Show all posts
Showing posts with label penginapan. Show all posts

Menuju Mago Guesthouse dengan Arex

Petualangan liburan musim dingin kami dimulai saat kami tiba di Incheon. Korea Selatan mempunyai dua bandara, yaitu Incheon dan Gimpo. Incheon untuk internasional, sedangkan Gimpo untuk penerbangan domestik dan penerbangan dari beberapa negara tetangga. Ini pertama kalinya kami menjejakkan kaki di Incheon dan kami sibuk menoleh kanan dan kiri. Korea Selatan sangat bangga dengan kebudayaannya. Mungkin memang negara-negara Asia Timur menjunjung tinggi budaya dan sopan santun, sehingga segala hal yang berhubungan dengan kebudayaannya dijadikan hiasan di sepanjang perjalanan menuju bagian imigrasi.

Setelah kami melalui imigrasi, dengan mengandalkan tiket penerbangan dan visa ke negara Paman Sam plus bukti booking guesthouse, kami mengambil bagasi dan beranjak keluar. Betapa kagetnya kami karena diluar begitu luas dan ramai dengan orang (kalau sepi ya bukan bandara dong). Kami bergegas mencari makan dahulu. Rencananya adalah membeli makanan di Lotteria. Sambil menunggu papa yang membeli makanan, kami sibuk berfoto-foto di sekitar situ. Karena bulan Desember, maka semua dekorasi berbau natal dan salju. Hm...membuat sejuk di hati.

Dekorasi winter yang membuat sejuk di hati.

Selesai membeli makanan, kami berniat makan malam di jalan menuju Seoul, kami mencari kios terdekat yang menjual T-Money. T-Money adalah kartu transportasi yang bisa digunakan sebagai alat membayar taksi, kereta dan beberapa supermarket. Hampir mirip seperti ez link di Singapura atau octopus card di Hong Kong. Keuntungan menggunakan T-Money adalah potongan 100 won (kurang lebih Rp 1.200,00) saat menggunakan kendaraan umum. Lalu dengan T-Money, kita tidak perlu mencari mesin untuk membeli tiket dan mencari mesin untuk me-refund tiket. Efisiensi waktu jadinya.

T-Money yang kami beli, tampak depan. Sumber foto: visitkorea.or.kr

Harga dari kartu T-Money adalah 2.500 won. Itu harga kartu saja. Untuk menggunakannya harus top up lagi. Jika sudah tidak digunakan lagi, nilai nominal yang ada di kartu tersebut bisa di refund tetapi dikenai biaya 500 won. Tetapi kartunya tidak bisa diganti uang, tidak seperti octopus card. Kartu menjadi milik kita. Ya anggap saja kenang-kenangan atau suvenir. Dan kalau ke Korea lagi (siapa tahu ada kesempatan berikutnya), kartu ini bisa digunakan lagi. Oya, untuk anak-anak, selama dibawah 7 tahun dihitung gratis loh.

Setelah kami membeli dan mengisi kartu T-Money, kami berjalan menuju transportation center. Kami berniat untuk menggunakan airport express menuju Seoul. Cara menuju transportation center gampang, tinggal mengikuti petunjuk dengan tulisan airport railroad yang berwarna kuning. Bagus juga pengaturan pihak bandara, ini mempermudah pengunjung yang datang.

Bentuk gerbong di Arex non stop (atas) dan Arex all stop (bawah).
Sebetulnya ada beberapa cara menuju Seoul. Yang pertama adalah dengan bis bandara, seperti Damri. Cara ini yang paling banyak digunakan, karena tidak usah naik turun bawa-bawa barang, tinggal turun di pemberhentian terdekat dengan tempat penginapan. Harganya sekitar 10.000 won per orang. Tetapi resikonya kalau sedang macet, lama perjalanan yang harusnya 70-90 menit bisa jadi 2 jam. Yang kedua naik taksi. Hanya perlu menyiapkan alamat tujuan dalam tulisan hangeul maka kita tinggal duduk manis dan sampai tujuan. Cuma ya ada kenyamanan ya ada harga. Yang ketiga, van yang bisa membawa banyak orang. Hampir mirip dengan taksi, tetapi van dapat menampung orang atau barang lebih banyak. Yang keempat, naik kereta arex atau airport express. Arexmerupakan kereta bawah tanah yang membawa penumpang menuju Seoul Station. Keuntungan naik arex adalah waktu tempuh sudah pasti, gak kena macet. Tapi jika bawaannya banyak, pasti repot pindah-pindah line dengan tentengan. Kami memilih naik arex karena tujuan kami tidak terlalu banyak ganti line. Ditambah lagi ada shortcut dari jalur arex menuju line 4 yang memudahkan penumpang. Airport Express sendiri ada dua jenis, yang non stop dan yang all stop.

Cara menuju transportation center.

Kereta arex all stop akan membawa penumpang dari Incheon sampai dengan stasiun Seoul, tetapi kereta ini akan berhenti di 11 stasiun subway yang dilewati. Untuk menggunakan all stop train, penumpang harus menggunakan T-Money card atau kartu transportasi sekali pakai. Kereta akan datang setiap 10 menit sekali dan lamanya perjalanan dari Incheon ke Seoul adalah 56 menit. Tarif dari Incheon ke Seoul adalah 4.150 won (T-Money) atau 4.250 won (kartu sekali pakai). Anak-anak dibawah 7 tahun tidak usah bayar ya.

Airport Railroad Line Map

Kereta arex non stop juga membawa penumpang dari Incheon ke stasiun Seoul tetapi hanya berhenti di tempat tujuan. Untuk menggunakan kereta ini, penumpang harus membeli express train pass. Kereta ini datang setiap 25-40 menit sekali, dan waktu tempuh menuju Seoul adalah 43 menit (lebih cepat 10 menit dari yang all stop). Fasilitas yang didapatkan di arex non stop adalah tempat menyimpan koper (jadi bisa duduk dengan tenang), toilet, Lotte duty free discount coupon (ngefek bagi orang yang suka belanja, kalau sama saya sih tidak efek). Keterangan lebih lanjut, dapat dibuka dihttp://www.arex.or.kr

Keterangan Arex non stop

Kami menggunakan arex non stop supaya tidak repot dengan koper dan lebih nyaman. Harga tiketnya adalah 8.000 won untuk dewasa dan 6.900 won untuk anak-anak (4 tahun ke  atas). Ada juga harga khusus untuk penumpang Korean Air dan group yang terdiri dari 4 orang atau lebih.Untuk group, tiket per orangnya menjadi 6.000 won. Karena kakak harus membayar, maka kami mengambil pass yang untuk group. Perhatikan nomor gerbong dan nomor kursi di tiketnya ya.

Sambil menunggu kereta datang, dan sambil kedinginan, kami makan french fries. Saat kereta datang, karena di kereta boleh makan, kami melanjutkan makan kembali. Kalau di Indonesia, opsi makan di Lotteria akan menjadi pilihan terakhir. Tetapi menurut saya, burger Lotteria di sini jauh lebih enak. Bumbu dan dagingnya pun lebih mantap. Plus melihat pemandangan lampu dimana-mana. Kombinasi yang bagus bukan?

Kami pun berkunjung ke toiletnya, biasa inspeksi toilet. Bersih loh.... Saya dulu adalah pengguna kereta api dan paling senewen urusan ke toilet. Tapi naik kereta ini, toiletnya bersih dan nyaman. Andai kereta di Indonesia toiletnya sebersih ini.

Dalam waktu 43 menit kami sudah sampai di stasiun Seoul. Menurut info yang saya dapat dari website resmi Arex, ada shortcut menuju line 4 dan line 1. Saya sampai print petunjuknya. Tetapi ternyata setelah sampai di sana, petunjuk begitu jelas dan mudah untuk diikuti. Yang membuat susah adalah....gembolan yang banyak :D

Untuk menuju line 4, kita harus keluar dulu dari area Arex. Setelah itu ikuti setiap petunjuk. Bagi yang membawa banyak bawaan, jangan takut ada lift kok. Justru yang beratnya adalah saat turun ke jalur line 4. Tidak ada eskalator maupun lift. Hanya ada tangga yang lumayan banyak. Saya turun bersama anak-anak dan oma, sementara si papa menunggu di atas. Setelah itu, si oma memegangi anak-anak dan saya menjaga barang-barang di atas. Sementara si papa bawa turun koper. Fighting, papa!

Tujuan kami adalah stasiun Chungmuro, 3 stop dari stasiun Seoul. Dalam waktu kurang dari lima menit, kami sudah sampai di stasiun Chungmuro. Kami keluar dari exit 1, untungnya ada eskalator, dan menunggu di depan Burger King. Cuaca saat itu dingin plus angin kencang.

Kami menginap di guesthouse Mago. Sebelum datang, papa sudah menghubungi mereka dan mereka katakan akan menjemput kami di depan Burger King. Mereka katakan jika sudah sampai telephone saja, maka mereka akan segera datang. Pertama kalinya dalam hidup saya, saya meminjam handphone onni yang tak dikenal (pemilik guesthouse menyarankan demikian, katanya orang Korea ramah dan pasti dipinjami). Selesai meminjam handphone, onni ramah sekali dan senyum terus, saya mengucapkan 감사함니다gamsahamnida (paling gampang untuk diucapkan soalnya). Bagi orang Korea yang sangat bangga dengan bahasanya, mendengar orang asing yang dapat mengucapkan satu atau dua kata dalam bahasa Korea berarti si orang asing menghargai bahasa mereka. Makin lebarlah senyum onni tersebut :)

Tak berapa lama kemudian, manajer dari guesthouse pun datang. Namanya Charlie, dan orangnya sangat ramah. Sepanjang perjalanan yang singkat menuju guesthouse, Charlie menjelaskan apa saja yang ada di sekitar kami. Kami melewati salah satu cabang tempat ayam goreng kesukaan Cheon Song Yi di film You Who Came from the Star, Two-Two Chicken. Tak berapa lama kami sampai di depan Mago dan disambut oleh Mr. Kim. Mr. Kim menjelaskan peraturan yang ada di guesthouse ini, kurang lebih sama dengan peraturan yang mereka cantumkan di website mereka.

Mago guesthouse tampak depan.
Charlie mengantar kami ke lantai 2. Dan sesuai booking-an kami, kami mendapatkan kamar tradisional Korea yang memakai sistem ondol. Di kamar ini, sistemnya lesehan. Ranjangnya terletak di lantai dan modelnya seperti ranjang lipat, bukan spring bed. Tetapi walau terletak di lantai, kita tidak akan merasa kedinginan karena adanya sistem ondol. Ondol merupakan sistem pemanasan tradisional di Korea. Dengan sistem ondol, sistem pemanasan ruangan dilakukan melalui bawah tanah. Jadi tidak akan ada heater di kamar ini, tetapi heater-nya ada di ruangan khusus.

Kamar E, bisa untuk 4 orang dewasa. Sumber foto: guesthousemago.com
Ini pertama kalinya kami menginap di guesthouse, dan kami menyukainya. Di lantai ini terdapat 4 kamar, dan karena bentuknya seperti rumah, kami jadi bertegur sapa dengan yang lain. Anak-anak pun tidak adak kesulitan berkomunikasi dengan Charlie dan Mr. Kim dan juga setiap orang yang mereka temui di guesthouse ini. Saat kami datang, kami sempat bertemu dengan turis dari Hong Kong dan Filipina. Setelah selesai urusan beramah tamah, kami membereskan barang dan membersihkan diri, dan segera tidur. Recharge untuk melakukan jadwal besok.

Update: mulai Januari 2017, selain T-Money card, pengunjung juga dapat menggunakan Korea Tour Card. Apa sih ini? Korea Tour Card merupakan kombinasi T-Money dengan kartu diskon di beberapa brand yang bekerja sama dengan pemerintah Korea Selatan. Diskonnya pun lumayan, loh. Info lebih lanjut, dapat dibuka di www.koreatourcard.kr

Next: Gwanghwamun, Cheonggyecheon, dan Insadong

Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami di Seoul, silakan kliklink berikutini.

Review Cemara Guesthouse Batu Malang

Beberapa waktu lalu kami sekeluarga mengambil waktu untuk pulang kampung, tepatnya ke kampung mama saya. Kali ini sambil pulang kampung dan bertemu sanak saudara, kami mengambil waktu untuk mampir ke Batu selama dua malam, untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang fun dan edukatif. Tentunya kami memerlukan tempat tinggal yang posisinya strategis dan nyaman. Apalagi kendaraan di sana juga hanya dapat mengandalkan taksi saat malam. Yang ada di pikiran adalah cari penginapan di daerah BNS, supaya kalau malam hari ke BNS, hanya dengan menggelinding saja sudah sampai (lebay dikit ah).

Saat melihat-lihat hotel di daerah Batu, kebanyakan review-nya kurang bagus. Akhirnya mencoba mencari di Airbnb. Ada satu guesthouse yang posisinya di depan BNS. Sesuai dengan maksud hati nih. Review-nya pun bagus, baik dari orang luar dan maupun dari orang dalam negeri. Saat membaca review tersebut, ada yang menyebutkan Cemara homestay. Hmm....penasaran jadinya. Coba googling, dan memang ada yang namanya Cemara's homestay di depan BNS dengan deskripsi yang sama. Akhirnya kami bertanya dengan kakak sepupu yang sering berlibur ke Batu bersama dengan keluarganya. Mereka menyarankan Cemara's homestay juga. Mereka sih belum pernah menginap di situ karena setiap liburan tempat ini selalu full sehingga mereka mencari tempat lain di sekitar BNS.

Cemara Homestay dan BNS

Singkat cerita, kami menghubungi ibu Liz, pemilik homestay dan memesan kamar yang muat untuk tiga orang dewasa (ada dua double bed). Ibunya ramah sekali, setiap pertanyaan pun dibalas dengan sabar. Akhirnya hari yang dinanti tiba juga, kami terbang menuju Malang dan naik taksi menuju Batu. Lokasinya sangat strategis. Di depan BNS, mau cari makanan kalau malam hari pun gampang karena ada rumah sosis, rumah makan, warung tenda, dan disamping homestay terdapat indomart.

Bagian depan homestay.
Taman yang ada, nyaman dan sejuk

Homestay ini sepertinya adalah rumah biasa dengan banyak kamar. Tetapi suasananya sangat asri. Ada kolam, taman, dan pohon-pohonan. Menginap di sini seperti menginap di rumah saudara saja. Selain ibu dan anak-anaknya yang ramah, setiap hari mereka menyediakan sarapan yang sehat, tanpa MSG, dan enak tentunya. Bahkan si oma yang rewel soal makanan saja doyan semua masakan yang ada. Enaknya lagi di sini, air, kopi dan teh tersedia dengan bebas selama 24 jam.

Suasana ruang makan.
Makanan hari pertama, yang sudah ludes sebelum sempat difoto. FYI, jamur crispy-nya dari kebun sendiri loh.
Menu makanan kami hari kedua, kali ini papa sempat memfotonya

Di depan kamar kami pun terdapat taman dan bangku yang dapat digunakan untuk duduk-duduk, asal pakai minyak sereh dulu, untuk menikmati anggrek dan tanaman-tanaman lainnya. Saat malam hari, ada bunyi kodok juga loh. Hal yang jarang didengar oleh Duo Lynns. Jadinya mereka agak norak. Hehehe.

Suasana di depan kamar kami :)

Saat kami datang, yang lebih awal dari waktu check in, kami diijinkan untuk langsung masuk ke kamar kami. Awalnya kami terkejut karena kamarnya tidak ada AC. Apalagi oma, yang tidak tahan panas. Tetapi ternyata memang tidak dibutuhkan AC. Kami dapat tidur siang sebentar setelah lelah di perjalanan menuju Batu. Suasana Batu yang sejuk membuat AC tidaklah berguna. Batu memang terkenal dengan kota yang dingin, kurang lebih sama seperti Puncak.

BNS di malam hari, dari depan Cemara Homestay.

Kami sempat berbincang-bincang dengan ibu Liz. Ternyata tempat ini juga sering dipakai retreat anak-anak muda dari kota sekitarnya. Dan kalau liburan, tempat ini bisa fully booked. Untuk menyiasatinya, harus memesan jauh-jauh hari, jangan mendadak. Atau ya seperti kami, pilihlah tanggal cantik dimana tidak banyak orang yang sedang kelayapan berlibur. Seperti kemarin, yang menginap hanya kami saja, tetapi service dari seluruh staf Cemara Homestay tetap prima loh.

Satu hal yang membuat kami terharu adalah ibu Liz dengan rela hati menawarkan untuk mengantar kami ke Jatim Park 2 dan Jatim Park 1. Memang kalau kita hanya main di sekitar sini, Cemara homestay bisa menjadi tempat yang menarik untuk ditempati.

Jika ada waktu lebih, mereka juga punya tour ke kebun apel. Sayangnya kami tidak sempat untuk mencobanya. Secara keseluruhan, kami menyukai tempat ini. Dengan suasana yang seperti rumah sendiri, ditambah keramahan dan kebaikan dari pemilik dan keluarganya membuat kami betah menginap di sini :)

Disclaimer: postingan ini bukan postingan berbayar dan tidak disponsori apapun, murni dari pengalaman kami secara pribadi.

Cemara Homestay

www.cemarashomestaybatu.blogspot.com

jl. Oro-oro ombo no 429 (depan Cinema 4D BNS)

Batu, Jawa Timur 63516

Telp: 0812-3026-3234/0811362092

Before: Menuju Kota Batu

Next: Menjelajah Dunia tanpa Jetlag di Museum Angkut

Review Fave Hotel Rungkut Surabaya

Masih dalam rangka liburan kami akhir tahun lalu, kali ini kami mau menceritakan tentang Fave Hotel Rungkut. Hotel ini menjadi hotel pertama yang kami tinggali dalam rangka liburan kami kemarin. Setelah berputar-putar menemui sesepuh dan mengantar oma ke rumah sepupu di daerah Delta, maka kakak sepupu kami mengantarkan kami untuk beristirahat di hotel ini. Hotel ini kami booking pagi hari saat kami dalam perjalanan dari Tulung Agung menuju Surabaya. Awalnya agak ragu untuk membooking hotel ini, karena Fave Hotel di kota lain yang pernah kami tempati kurang bersih. Tetapi setelah melihat review teman SMA saya di TripAdvisor, saya terbiasa melihat review dari TripAdvisor dan Agoda, dan langsung menanyakan kepada yang bersangkutan, akhirnya kami memilih untuk menginap di sini.

Kami menentukan hotel ini karena letaknya yang strategis jika aku ingin berkunjung ke rumah sepupu yang lainnya & dekat ke hotel yg telah kami pesan buat hari ketiga kami di Surabaya. Selain itu di depan hotel terdapat Carefour, jadi lebih mudah buat belanja. Favehotel sebetulnya ada 3 pada Surabaya, tetapi yang pada Rungkut ini yang termuda diantara ketiganya. Favehotel sendiri masih bagian dari jaringan hotel Aston.

Saat kami sampai, kami langsung check in dan langsung diantar ke kamar oleh staf yang ada. Ternyata memang pilihan yang tepat bagi kami menginap di sini. Jika dibandingkan dengam Favehotel di kota lain, kamar di Favehotel Rungkut ini jauh lebih nyaman. Koridor hotel tidak berbau rokok dan penataan kamarnya nyaman. Kamar yang ditawarkan adalah standard room dan suite room. Kami sendiri memilih standard room yang non smoking.

Ranjang yang nyaman untuk berempat

Standard room mempunyai luas 18 m2. Penataan kamarnya membuat kamar tersebut terlihat tidak sempit. Di dalam kamar ada TV LED 32", meja tulis, safety box, dan lemari baju minimalis. Bagi kami sih cukup untuk kami. Dan ternyata di sini juga ada connecting room. Berarti kalau ke sini ramai-ramai, bisa minta kamar yang ada connecting room, jadi memudahkan anak-anak untuk pindah-pindah kamar.

Kamar mandi di kamar ini bersih. Perlengkapan di kamar mandi memang tidak selengkap di hotel lain, tetapi handuk, sikat gigi, odol, sabun dan shampo tetap disediakan. Jika membutuhkan sikat gigi ekstra dan teman-temannya, kita dapat membelinya. Tetapi kebiasaan kami sih kami membawa sikat gigi dan pasta gigi sendiri saat jalan-jalan.

Kamar mandinya minimalis tetapi bersih

Yang kurang di kamar ini adalah ketel air panas, kulkas dan hair dryer. Ternyata hair dryer dipinjamkan sesuai permintaan. Saat saya menelpon ke bagian housekeeping, mereka langsung mengantarkan hair dryer dan bukti peminjaman. Kata mbak yang mengantarkan hair dryer ini boleh dipakai selama kami menginap dan dikembalikan saat check out, tidak usah langsung dikembalikan setelah dipakai. Berhubung saat itu kakak sepupu saya memberikan puding untuk anak-anak, maka saya bertanya apakah saya dapat menitipkan di kulkas mereka. Si mbak ini dengan ramah berkata bisa  dan saya pun diberi bukti penitipan barang.

Kiri atas: Amenities yang tersedia. Kiri bawah: tambahan items dan harganya.

Kanan: dispencer air yg disediakan pada tiap lantai.

Walaupun tidak ada ketel air panas, pihak Favehotel menyediakan dispenser khusus air panas di tiap lantai. Hal ini penting buat saya. Saya adalah coffee lover. Kalau tidak ada ketel, bagaimana saya dapat membuat kopi. Dengan adanya dispenser air panas, saya tinggal mengambil air panas dari dispenser. Pihak hotel juga meminjamkan ketel air panas, tetapi hanya untuk keluarga yang membawa bayi. Berhubung tidak ada bayi lagi, kami cukup mengambil air panas di dispenser yang ada.

Untuk urusan makan, di sekitar hotel terdapat ruko-ruko dan beberapa ruko tersebut menjual makanan. Karena kami jalan dari pagi sampai malam, kami tidak sempat mencoba. Dan sepanjang kami menginap di sini, tiap sore mereka menyiapkan pondokan-pondokan untuk makanan. Saya sempat bertanya untuk apakah ini. Ternyata mereka menyediakan untuk malam hari, dengan harga Rp 75.000,00 all in. Sistemnya sih seperti buffet. Dan terbuka untuk siapa saja, walau tidak menginap di situ.

View saat sore hari.

Salah satu yang menarik minat kami adalah Favehotel ini memiliki kolam renang. Walau ukurannya tidak besar sekali, tetapi mereka menyediakan kolam untuk anak-anak dengan kedalaman 50 cm dan kolam untuk dewasa dengan kedalaman 150 cm. Bahkan ada papan pelampung di situ. Kami sudah semangat sekali mau mengajak anak-anak berenang. Apa daya saat kami mau berenang, hujan turun dari pagi. Alhasil kami tidak jadi berenang.

kolam renang di Favehotel Rungkut

Akibat menginap pada sini, anak-anak selalu bertanya kapan kita menginap lagi di favehotel. Wajar sih, lantaran Favehotel pada sini enak dan harganya terjangkau =D

Favehotel Rungkut

Website: www.FaveHotels.com

Email: RungkutInfo@favehotels.Com

Alamat: jl. Raya Kalirungkut 23 - 25, Surabaya 60239

Telp: 6231-8790222

Review Yello Hotel Jemursari

Beberapa saat kemudian beberapa sahabat saya bertanya hotel apa yg dekat menggunakan bandara Juanda? Langsung aku menjawab hotel Yello Jemursari. Loh kok Jemursari? Begini, banyak hotel pada jalanan yang dekat ke bandara, namun lalu lintas Surabaya itu tidak mengecewakan parah jua. Kalau menurut Jemursari, kata orang Surabaya, lebih mudah menuju Bandara. Sekitar 25 mnt bila dari berita di websitenya. Lantaran alasan misalnya itulah maka kami memilih buat menginap pada Yello di hari terakhir liburan kami di Surabaya.

Hotel Yello ini didominasi sang warna kuning. Kami kira Yello ini maksudnya Yellow alias kuning. Ternyata Yello pada sini berarti Yes & Hello, bahasa yang dipakai waktu staf menjawab telepon & customernya. Yello ini terkesan gaul, cocok buat anak belia (kami kan masih muda =D). Stafnya pun nir mengenakan dress yang panjang, namun menggunakan sepatu kets & kaos berkerah berwarna kuning. Saat kami menunggu buat check in, Duo Lynns sibuk minta foto di sini dan pada situ. Memang dekorasi di sini begitu menarik buat difoto.

Sambil menunggu papa check in, kami menjelajah lantai ini. Di lobby hotel ini terdapat cafe yang bernama Wok 'n Tok. Menurut saya, wok berarti wajan, yang biasa digunakan untuk menumis makanan. Tok mungkin plesetan dari talk. Jadi wajan yang berbicara. Kalau melihat menunya sih, sepertinya menarik. Tetapi harganya hampir sama dengan makanan di Jakarta. Di lobby tersebut juga ada gaming station, area untuk bermain game. Saat kami datang, ada seorang ibu yang sedang menyuapi anaknya di tempat duduk yang dilengkapi dengan tab. Hmm....baru pertama kali saya melihat hotel yang menyediakan tab untuk pengunjung di area makan.

Kiri: tempat duduk-duduk & di beberapa meja dilengkapi dengan tab buat anak-anak.

Kanan atas: gaming staion. Kanan bawah: Wok 'n Tok

Setelah proses check in yang lumayan cepat, kami diantar oleh staf hotel ke kamar kami. Kabarnya di sini ada 150 kamar yang tersedia. Tidak heran banyak rombongan turis asing yang menginap di sini. Saat  kami memesan lewat Agoda, kami sudah melihat review dan foto kamarnya. Tetapi ternyata kamar ini diatas ekspektasi kami. Adanya sofa panjang di situ menambah kenyamanan untuk duduk dan mengopi.

Dominasi warna kuning dan gambar barang-barang yang tidak boleh ditinggalkan.

Yang paling saya suka di sini adalah tiap kamar dilengkapi dengan quote yang berbeda dan bagus-bagus quotenya. Kakak dengan semangat membacanya. Dan uniknya, kita tidak akan menemukan korden untuk menutup jendela. Di sini jendela ditutup dengan sliding wall. Adik pun semangat mencoba membuka dan menutupnya =))

Atas: quote yg berbeda pada tiap kamar. Bawah: Jendela menggunakan sliding wall.

Jika kemarin kami tidak mendapatkan kettle untuk memasak air panas, kali ini kami mendapatkan kettle untuk air panas. Hal yang penting bagi kami tentunya. Sedang untuk kulkas, di sini tidak disediakan kulkas. Tetapi jika kita ingin menitipkan barang di kulkas mereka, mereka membolehkannya kok. Kami sempat menitipkan makanan di kulkas milik Wok 'n Tok.

Perlengkapan yang disediakan. Sendalnya lucu juga.

Untuk kamar mandi, antara tempat shower menggunakan bagian lain di kamar mandi diberikan penyekat agar kamar mandi nir sebagai basah semua. Selain itu pihak Yello menyediakan sabun dan shampoo 2 in 1. Sepertinya sabun dan shampoo dua in 1 selalu terdapat di budget hotel. Lebih simple sih.

Kamar mandi yang terdapat penyekatnya.

Bagaimana dengan urusan makan? Bagi yang malas keluar dapat makan di kafe Wok 'n Tok tadi. Ya tentu saja ada harga untuk kenyamanan tersebut. Tetapi kalau mau keluar, di sekitar tempat ini lumayan banyak makanan, salah satunya Oishii yang enak. Ada juga Superindo jika kita ingin membeli minuman dan makanan ringan. Selain itu, di dekat hotel juga ada tempat membeli oleh-oleh Wisata Rasa. Ditambah pula jarak tempuh menuju Surabaya Carnival Park yang dekat dari sini menambah point dari hotel Yello ini.

Gaya Duo Lynns =D

Akibat menginap di sini, anak-anak jadi suka norak kalau melihat hotel Yello di Harmoni. Kata adik yuk kita bobo di Yello lagi. Staycation maksudnya ya, de? :)

HOTEL YELLO JEMURSARI

Website: www.yellohotels.com

Email: info-yello-jemursari@tauzia.Com

Jl Raya Jemursari no. 176 Surabaya

Telp: 031- 8431999

Disclaimer: Ini bukan posting berbayar, ya. Kami hanya me-review dari pengalaman kami :)

Review Hotel Prima In Yogyakarta

Masih seputar kunjungan di Jogja, kali ini kami mau mengulas tempat kami menginap. Biasanya, setiap kali saya ke Jogja, saya selalu menginap di tempat teman atau mencari penginapan di daerah Sleman. Maklum, saya lebih mengenal daerah sana dibanding daerah lainnya. Tetapi kali ini kami harus mencari penginapan yang dekat dengan lokasi kami melakukan project kami.

Setelah melihat berkali-kali, kami menentukan buat menginap di hotel Prima In. Alasannya sederhana, karena Prima In terkenal bersih dan kamarnya tidak bau rokok. Hotel Prima In terletak di wilayah Malioboro. Jika kita melihat peta, posisi Prima In terletak di jalan Gandekan Lor. Posisinya yg strategis ini memudahkan kami buat melakukan aktivitas. Bahkan keliru satu senior kami berkesempatan jalan-jalan ke Malioboro di malam hari karena memang lokasi Prima In sangat strategis untuk menikmati suasana malam pada Jogja. Hotel yg resmi dibuka dalam tanggal 1 Oktober 2015 ini memiliki 69 kamar. Di sini juga ada kolam renang yg kecil tetapi relatif buat menciptakan anak-anak bahagia.

Saat kami sampai, kami disambut dengan musik Jawa dan welcome drink yang enak. Apalagi saat itu cuaca di Jogja sangat panas. Proses check in pun tidak lama dan kami segera menuju kamar kami. Seperti biasa, kami memilih kamar standard twin room. Kamar yang berukuran 22 meter persegi ini dilengkapi dengan TV layar datar dan free wifi tentunya. Wifi-nya lumayan cepat ternyata. Hal ini penting bagi kami karena si papa harus tetap mengerjakan urusan pekerjaannya di Jakarta. Di kamar ini juga ada balkon, tetapi jendela menuju balkon tidak dapat dibuka. Jadi hanya sekedar hiasan. Tetapi bagi kami cukup untuk melihat pemandangan di sekeliling hotel.

Kamar standard twin room.

Bagaimana dengan kamar mandinya? Kamar mandinya dilengkapi dengan sabun dan shampoo two in one. Mereka juga menyediakan handuk dan peralatan mandi lainnya. Sayangnya antara ruang shower dan wastafel hanya dibatasi kaca tanpa pintu. Jadi kalau kurang hati-hati, kamar mandi kering ini akan menjadi kamar mandi basah.

Kamar mandi dan perlengkapannya. Disediakan sabun dan shampoo juga.

Pelayanan tambahan yang diberikan Prima In bagi setiap orang yang menginap di sini adalah tea time snack. Biasanya hotel-hotel hanya menyediakan welcome drink. Tetapi Prima In memberikan tambahan yaitu cemilan di sore hari. Hal ini tentu menyenangkan, karena sepanjang kami di Jogja pasti turun hujan di sore hari. Dingin-dingin begitu tentu sangat nikmat makan gorengan (yang digoreng tepat saat kami memesannya) dan minum teh hangat.

Snack saat Tea time

Nah, berbicara tentang makanan, maka tidak terlepas dengan yang namanya sarapan. Sarapan di Prima In dimulai pukul 6 pagi. Cukup pagi bukan? Bagi kami ini adalah suatu nilai tambah karena kami harus beraktivitas pagi-pagi. Di sini juga ada jamu loh. Walau terlalu manis bagi lidah saya, cukup untuk tombo kangen saya akan jamu. Saat kami menginap di sana, karena banyak yang harus disiapkan, kami tidak sempat sarapan di bawah. Staf yang bertugas di sana menyarankan kami untuk memilih makanan yang akan kami makan, sesudah itu mereka akan mengantarkan makanan yang kami ambil ke kamar kami. Tetapi perlu diingat bahwa bagi yang membawa anak, anak di atas 5 tahun wajib membayar untuk sarapan. Kami baru saja mengetahuinya saat kami mau sarapan.

Bagaimana jika mau makan di luar? Jangan kuatir. Di sekitar Prima In banyak makanan dan jajanan yang dapat dicoba. Kalau memang malas makan di luar, kami sempat membeli makanan dan makan di kamar dengan meminjam alat makan dari Prima In ;)

Prima In Hotel

https://www.Primainhotel.Com

Jl. Gandekan Lor no 47

Jogjakarta

(0274) 4469777

Review Holiday Inn Express Katong

Masih dalam rangkaian liburan kami yang lalu, kali ini kami ingin me-review tempat kami menginap selama di Singapore. Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, berbekal tiket murah yang kami dapatkan saat GATF, kami melakukan liburan kami ke Singapore dan Johor Baru. Kali ini kami mencoba menginap di Hotel Holiday Inn Express Katong.

Sekilas tentang Holiday Inn Express, Holiday Inn Express merupakan salah satu bagian dari IHG atau Intercontinental Hotel Groups. Jaringan hotel bintang tiga ini cukup terkenal dan berkualitas. Hotel ini, bersama dengan Hotel Indigo yang juga masih bagian dari IHG, tergolong hotel yang baru diarea East Coast. Dulunya di lokasi ini adalah kantor polisi Joo Chiat. Dengan lokasinya yang berada di dekat I12 Katong Mall, tinggal di hotel ini akan lebih menarik. Apalagi hotel yang berisi 451 kamar ini merupakan hotel Holiday Inn Express yang ketiga dan terbesar di Singapore. Saat kami memesan, di Agoda sedang ada promo hotel ini. Tentu saja kami tidak melewatkan promo yang ada.

Holiday inn express
Saat kami tiba, kurang lebih 15 menit dari airport, kami langsung menuju lobby yang berada di lantai 7. Papa pun langsung mengurus proses check in. Proses check in di hotel ini lumayan agak lama. Kami memanfaatkannya untuk berkeliling melihat-lihat sekeliling lobby. Di lobby ini ada mesin jus jeruk otomatis. Rasanya seru juga saat kepanasan membeli fresh orange juice. Selain itu ada juga area komputer. Di area ini disediakan beberapa komputer yang dapat digunakan oleh tamu hotel. Hotel ini juga bekerja sama dengan Grab. Pengunjung hotel dapat memesan Grab melalui aplikasi yang disediakan di hotel. Sedikit informasi, Grab di Singapore bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan taksi setempat (sama seperti Gocar). Jadi kalau memesan Grab di sini, kita bisa saja mendapatkan taksi lokal atau mobil pribadi yang akan menjemput kita.

Kiri atas: Area Komputer. Kiri bawah: jadwal shuttle service.

Kanan: Aplikasi Grab Di bagian outdoor terdapat fitness centre dan laundry room yang dapat digunakan oleh setiap tamu hotel 24 jam. Laundry room ini self service dan ada biaya tersendiri. Untuk mencuci menggunakan mesin tersebut, tamu hotel harus merogoh 6 SGD dari kantong mereka. Dan untuk menggunakan mesin dryer, membuat baju jadi kering, dibutuhkan 6 SGD lagi, Fasilitas ini tentunya menarik bagi tamu hotel yang menginap lama dan tidak mau membawa banyak baju.

24 hours Laundry room and fitness centre
Setelah proses check in selesai, kami pun segera menuju kamar kami, standard room. Lift yang digunakan hanya dapat dioperasikan jika kita mempunyai smartcard. Jadi kita hanya dapat menuju lantai dimana kamar kita berada. Kamar berukuran 19 meter persegi ini dilengkapi dengan free WIFI, TV LED 32 inch yang dapat mirroring dengan android. Di kamar ini disediakan 2 bantal soft dan 2 bantal hard, yang bagi kami cukup menyenangkan, mengingat kami tidur jadi satu. Di sini juga ada blue tooth speaker dan disediakan juga smartphone yang dapat digunakan untuk menelpon lokal dan ke beberapa negara tertentu. Apakah ada biaya tambahan? Tidak, karena fasilitas telephone ini gratis. Luar biasa sekali bukan?

Kamar standard, lengkap dengan perlengkapan dan sofa yang nyaman.
Faktor yang tidak kalah penting adalah kamar mandinya. Yang unik dari dan kamar mandi ini adalah pintunya. Satu pintu yang ada dapat digunakan untuk menutup kamar mandi dan juga shower room. Jadi jika kita menggunakan shower room, pintu yang ada akan digunakan untuk menutup shower room, maka jika kepepet (namanya juga bawa anak kecil) penghuni kamar yang lain dapat menggunakan bagian lain dari kamar mandi tersebut. Hanya saja pintu kamar mandi ini tidak ada kuncinya. Handuk yang disediakan di sini ada 2 macam. Handuk kecil dan handuk besar untuk mandi. Selain itu di kamar mandi juga disediakan anti-slip mat.

Kamar mandi dan fasilitasnya, termasuk anti-slip mat
Bagaimana untuk mencari makan? Untuk sarapan, tamu hotel mendapatkan sarapan gratis (uhm...sudah termasuk di harga yang dibayarkan maksudnya). Berbeda dengan Holiday Inn yang sistemnya menyediakan sarapan di restoran hotel, Holiday Inn Express menyediakan buffet breakfast bagi setiap tamu hotel. Setelah jam 11, area sarapan ini menjadi public area untuk tamu ngobrol dan duduk-duduk. Sarapan yang disajikan di hotel ini adalah sarapan ala kontinental. Pilihannya pun bervariasi. Dimulai dari berbagai macampastry, roti, berbagai macam cereal dengan berbagai macam susu, buah beraneka ragam, yoghurt, sosis, dan makanan khas Singapore. Belum lagi kopi dan teh dilmah beraneka rasa. Pihak hotel juga menyediakan Grab and Go bagi tamu hotel yang harus pergi pagi-pagi tanpa sempat sarapan di hotel. Cukup memilih makanan yang ingin dibawa, lalu pihak hotel akan membungkusnya bagi tamu. Serunya sarapan di sini adalah kami bertemu berbagai macam orang dari berbagai macam belahan benua. Maklum, daerah Katong merupakan daerah peranakan yang kaya dengan berbagai macam kebudayaan.

Hearty continental breakfast.

Salah satu fasilitas lain dari Holiday Inn Express yang kami manfaatkan adalah penitipan koper. Sebelum kami datang, kami sempat menghubungi pihak hotel melalui email untuk bertanya apakah kami dapat menitipkan koper kami selama 2 hari saat kami pergi ke Legoland. Toh setelah balik dari Legoland kami pun menginap di sini lagi. Pihak hotel menjawab kami boleh menitipkan, dengan menunjukkan bukti pemesanan kami dan tidak ada biaya tambahan yang dikenakan. Hal ini memudahkan kami saat pergi ke Johor, daripada bawa koper banyak-banyak.

Untuk makan siang dan malam, di sekitar hotel ini banyak makanan-makanan yang menarik untuk dicoba, dari yang halal sampai yang non halal. Dalam jarak satu blok dari hotel ini ada pasar dan Parkway Parade. Mau belanja, mau cari makan, di situ ada semua. Parkway Parade termasuk mall yang lengkap menurut kami. Andaikan malas jalan, di lokasi yang sama dengan hotel ini terdapat Katong Square dan di sebelah hotel ini terdapat I12 Katong Mall. Jadi untuk urusan makan, rasanya tidak akan susah.

Pemandangan di pagi hari
Oya, di hotel ini tidak tersedia kolam renang. Tetapi hal ini tidak menajdi masalah karena di I12 Katong ada wet playground di bagian atasnya. Apakah kami menikmati tinggal di sini? Ya. Apakah anak-anak senang? Banget. Kalau kata kakak lain kali ke sini lagi supaya pas sarapan bisa dapat yoghurt dan minum teh buah.

Pemandangan area Katong di sore hari. Langitnya cerah ya :)

Holiday Inn Express Katong

Website: www.ihg.com

Alamat: 88 East Coast Road Singapore 423371

Ph: +65 672320001

Email: info.sinka@ihg.com

Note: untuk mengetahui cerita perjalanan kami saat liburan di Singapore, silakan kliklink berikut ini.

Review Hotel The Fragrance Joo Chiat

Beberapa waktu lalu, setelah kunjungan kami ke Singapore dan Johor Baru, kami kembali mengunjungi negara tetangga ini. Rencana ini tidak masuk dalam agenda liburan kami, jadi memang dadakan dan tidak direncanakan. Berhubung dadakan dan hanya sebentar, di benak kami paling enak ya cari tempat penginapan yang dekat dengan tujuan kami, yang bersih dan yang sesuai dengan kantong kami. Sempat juga sih kami melihat hotel yang kami tempati waktu lalu. Sayangnya rate hotel tersebut untuk tanggal yang kami inginkan sedang melonjak tinggi. Akhirnya kami memilih untuk menginap di Fragrance Joo Chiat.

Hotel Fragrance Joo Chiat masih merupakan anggota Fragrance Hotel. Fragrance Hotel merupakan salah satu jaringan budget hotel terbesar di Singapore yang berdiri sejak tahun 1998. Fragrance Hotel mempunyai 21 cabang di seluruh Singapore. Yang uniknya, setiap cabang mempunyai masing-masing tema. Ada yang by the river, downtown, culinary trail, dan business.

Fragrance Joo Chiat sendiri termasuk dalam culinary trail. Hotel yang terdiri dari 90 kamar dan 5 lantai ini terkesan minimalis dan sederhana. Yang menarik dari hotel ini adalah banyaknya tempat makan yang otentik di sekeliling daerah ini. Dari masakan Vietnam, masakan Melayu, masakan khas Singapore, masakan khas India, dan sebagainya.

Yang sempat membuat saya agak waswas memilih tempat ini adalah karena Joo Chiat dikenal orang sebagai daerah red light distric. Red light district bukan berarti kawasan yang banyak lampu lalu lintas ya. Maksudnya red light distric itu kawasan yang agak-agak berbahaya. Biasanya dikawasan red light distric banyak tempat tempat terlarang seperti tempat pijat++, club malam, pub, dan sebagainya. Memang di jalan Joo Chiat banyak pub, tempat karaoke, club malam. Namun sepanjang pengetahuan kami, tempat itu lumayan aman, hanya ada polusi suara saja karena Tempat-tempat tersebut buka sampai larut malam.

Karena hanya sebentar, dan tight budget, maka kami memilih kamar yang saat itu sedang promo yaitu kamar standard tanpa jendela. Pemikiran kami toh kami hanya tidur saja, dan karena di sekeliling hotel banyak pub, rasanya kami tidak memerlukan jendela. Pemesanan cukup mudah, dapat langsung di-website mereka ataupun melalui agoda.

Saat kami tiba di hotel, kami cukup terkagum-kagum dengan lobby hotel. Lobby hotel ini dirancang sangat nyaman, bahkan ada perapian buatan. Namun sayangnya resepsionis yang menerima kami kurang begitu ramah. Proses check in berlangsung sangat cepat. Mereka meminta passport kami dan kami diminta mengisi data mereka. Biasanya kami tidak perlu memasukkan semua data kami, hanya passport papa saja yang diminta. Kali ini, passport Duo Lynns juga diminta dan kami harus mengisi data meteka. Mungkin alasan keamanan.

Lobby hotel yang nyaman

Kamar standard tanpa jendela terletak di lantai dasar, tepatnya dekat dengan parkiran mereka. Tentu saja enaknya adalah akses kami untuk keluar masuk lebih mudah, tidak usah naik turun lift. Apalagi saat kami datang banyak rombongan turis dari negara  tetangga. Seperti apakah kamarnya? Saat kami masuk kamar, rasanya seperti masuk kamar kos dengan kamar mandi dalam. Sederhana, namun bagi kami fasilitas sederhana yang disediakan di kamar berukuran 10 meter persegi ini sudah cukup.

Kamar standard tanpa jendela, terdapat TV yang digantung.

Berhubung kami sudah kelaparan, maka kami hanya menaruh barang-barang kami dan segera mencari makan. Untuk mencari makanan, di jalan Joo Chiat banyak pilihan makanan. Dari yang halal, non halal, peranakan, India, Melayu, vegetarian, semua ada. Pilihan kami saat itu adalah masakan Vietnam.

Kettle air panas juga disediakan.

Kebingungan kami di kamar dimulai waktu kami balik ke hotel. Kamar mandi di kamar standard ini adalah kamar mandi semi basah. Saat papa ingin mandi, ternyata pintu kamar mandinya dibuat tanpa kunci, hanya dirapatkan saja. Hm....Jangan sampai anak-anak mendorong pintu pas lagi mandi. Dan buat memakai air panas, terdapat tombol diluar kamar mandi yang wajib dipencet buat menyalakan air panas. Namun berita ini nir diberitahukan diawal. Jadi cukup menciptakan kami bingung.

Kamar mandi semi basah.

Kebingungan kami berikutnya merupakan waktu kami hendak tidur. AC di pada kamar bukan AC sentral, jadi bisa dikendalikan secara lansung. Hanya saja AC tadi berisik & anginnya eksklusif menyorot ke muka kami. Kami coba naikkan suhunya, mengecilkan angin, permanen saja terasa seperti kipas angin dipasang didepan muka. Selain itu, setiap kali kami berkecimpung pada ranjang, misalnya ada bunyi-suara. Ternyata ranjangnya dilapisi jok, mungkin agar gampang dibersihkan. Ternyata hal ini banyak dikeluhkan oleh orang-orang yg menginap di sini. Tetapi bagi kami, kami masih bisa mencoba untuk tidur.

Saat pagi hari, pihak hotel tidak menyediakan sarapan. Tetapi ini bukan masalah, karena disekeliling hotel banyak makanan dan juga ada hawker centre. Bahkan 10 menit dari hotel ini ada I12 Katong Mall yang sudah buka dari pagi. Kalau mau jalan sedikit lagi dari I12 Katong, ada McDonald's. Intinya, banyak makanan disekeliling hotel, namanya juga culinary trail.

Apa kesimpulan kami selama tinggal disini? Enaknya menginap disini adalah banyak makanan untuk wisata kuliner. Walau di sekelilingnya banyak pub, namun tidak ada orang-orang yang tidak sopan saat kami melintas di depan pub tesebut. Hanya terdengar suara orang bernyanyi dari dalam. Selain itu, di dekat kami tinggal terdapat peranakan house , yang bagus untuk foto-foto. Sedang untuk hotelnya sendiri, petugas room service-nya ramah, bahkan lebih ramah daripada resepsionis. Jika hanya tinggal untuk bermalam saja, sehari atau dua hari, ya masih bolehlah.

Dari pengamatan kami, hotel ini lebih banyak didatangi oleh group turis dari berbagai negara. Saat hari pertama, ada group turis dari mainland China dan Jawa Tengah. Saat hari kedua ada group turis dari Jawa Timur. Nampaknya memang banyak tour dan travel yang bekerja sama dengan hotel ini.

Fragrance Hotel Joo Chiat

http://www.Fragrancehotel.Com

219 Joo Chiat Road Singapore 427485

Note: untuk mengetahui cerita perjalanan kami saat liburan di Singapore , silakan kliklink berikut ini.

Short Staycation di Padma Hotel Bandung

Staycation di hotel? Apaan sih itu? Staycation di hotel, stay alias tinggal dan vacation alias liburan, adalah menghabiskan liburan dengan budget yang tidak besar dengan cara menikmati hotel di kota kita atau kota tetangga yang dekat. Walau terdengar aneh, jauh-jauh dari Jakarta ke Bandung, namun kali ini dalam rangka anniversary, kami memilih untuk staycation di Padma Hotel Bandung.

Hotel yang satu ini sudah sering kami dengar sebagai hotel yang keren pemandangannya. Namun memang harganya juga lumayan. Kami selalu berpikir kalau jalan-jalan lebih baik memilih penginapan yang bersih namun tidak mahal. Alasannya sederhana sih. Namanya juga jalan-jalan, jadi penginapan hanyalah persinggahan untuk istirahat malam saja. Makanya kami selalu memilih budget hotel. Tetapi karena papa mendapatkan email tentang promo Padma menggunakan kartu kredit, maka saya pun iseng memeriksa. Dulu, pertama kali diperiksa, harga promonya masih mahal juga. Akhirya setelah lewat hampir setengah tahun, saya iseng periksa lagi. Dan ajaibnya, di tanggal yang kami inginkan harganya bisa turun jauuuuuh sekali dari harga biasanya. Tuhan baik sekali bukan?

Untuk menghindari macet, kami berangkat pagi sekali dari Jakarta. Tahu sendiri kan jalan tol sekarang sering banget macet. Setelah mengunjungi teman rasa saudara yang tinggal di daerah Batu Nunggal, kami pun menuju Ciumbuleuit. Lokasi hotel Padma tidak langsung dipinggir jalan, tetapi kita harus masuk ke dalam gang. Saat kami sampai, kami disambut dengan welcome drink sambil melakukan check in. Staf yang bertugas pun ramah sekali dan children friendly. Proses check in pun berjalan dengan cepat. Staf yang bertugas mengantarkan kami ke kamar mengatakan kalau kami dapat meminta air mineral kapanpun kami membutuhkannya.

View dari lantai 5
Kami mendapatkan kejutan saat masuk ke kamar. Kami mendapatkan free upgrade dan di dalam kamar kami terdapat bunga, coklat, dan kartu ucapan. Terharu rasanya, akhirnya saya mendapatkan bunga. Siapa yang paling senang? Anak-anak tentunya. Mereka juga belum pernah mendapatkan bunga =))
Pretty hand bouquet.

Karena tujuan kami hanyastaycation, maka kami memeriksa jadwal kegiatan yang ada di Padma. Enaknya menginap di Padma, banyak sekali kegiatan,outdoordanindoor, baik untuk orang dewasa dan anak-anak. Dan semua kegiatan itu disediakan secara cuma-cuma bagi tamu yang menginap di sana.

Jadwal kegiatan saat kami datang.
Kegiatan pertama yang kami ikuti setelah anak-anak tidur siang adalah jar craft. Anak-anak dengan semangat turun ke lantai 5 untuk menuju tempat kegiatan. Kok turun? Ternyata semakin besar angkanya, semakin turun ke bawahlah kita.

Jar craft

Setelah menghias toples, kami kembali naik ke lantai 1 untuk menikmati tea time. Tea time yang disediakan dari pukul 15.00 - 17.00 ini terdiri dari jajanan-jajanan seperti tahu susu, pukis, pisang goreng, bajigur, dan wedang ronde terlihat sangat menggiurkan. Selain itu juga ada kue-kue ala western tea time.

Gerobak cemilan incaran Duo Lynns.

Jajanan untuk tea time.

Incaran kami selanjutnya adalah berenang. Bersyukurnya kami ditengah cuaca yang tak menentu ini kami bisa berenang. Di Padma ada tiga kolam, yaitu kolam dewasa, kolam anak-anak, dan kolam air panas alias jacuzzi. Jadi kalau kedinginan, kita bisa nyemplung ke jacuzzi untuk menghangatkan badan. Suhu air di jacuzzi sekitar 40 derajat celcius. Jadi kalau pertama kali masuk, pasti rasanya panas. Namun lama-lama suhu tubuh kita sudah dapat menyesuaikan dan air akan terasa hangat. Karena mulai gerimis, kami pun menyudahi acara berenang ini.

Kolam renang dan pod untuk duduk-duduk.

Bagaimana untuk mencari makanan? Mencari makan di daerah sini pun tidak susah. Jika malas keluar, Padma juga mempunyai restoran yang makanannya menarik dengan harga yang sepadan. Tetapi karena berada di daerah kampus, jika kita mau sekalian kelayapan, pilihan makan pun bervariasi dari harga mahasiswa sampai harga eksekutif muda. Ada cawit, eat boss, maxi's, Miss Bee, dan masih banyak lagi. Karena kami mendapatkan undangan untuk makan di Fresco, maka kali ini kami tidak hunting makanan di sekitar Ciumbuleuit.

Keesokan harinya, kami menikmati pagi kami dengan pemandangan dari balkon. Di pagi yang cerah ini kami melihat instruktu yoga sudah bersiap-siap. Memang setiap pagi akan ada kelas yoga selama satu jam untuk orang dewasa. Kakak langsung berpikir kalau opa pasti senang ke sini karena bisa ikut yoga. Apa jadwal kami pagi ini? Rencananya setelah sarapan, kami akan mengikuti kegiatan untuk anak-anak di dekat kolam renang dan setelah itu kami akan menikmati outdoor playground.

Suasana pagi hari yang cerah.

Seandainya ada Coffee maker ini di rumah (ngarep.com)

Berbeda dengan kemarin saat tea time kakak bisa ikutan tanpa harus membayar, saat sarapan anak-anak yang berusia 6 tahun keatas dikenakan biaya tambahan sebesar tujuh puluh lima ribu plus plus, jadi kurang lebih 95 ribuan. Ada apa saja? Area yang ada terbagi lima bagian. Area bakery dan salad, area makanan Indonesia dan dimsum, area makanan India, area kids corner dan area western breakfast.

Masakan Indonesia dan dimsum. Tersedia jamu untuk diminum.
Atas: pasta dan sosis, bisa request bacon di sini.

Bawah: kids corner dan Indian food.

Area bakery dan salad. Ada bagel juga:)

Bagaimana rasa makanannya? Untuk makanan sih menurut kami rasanya standard, bukan yang wah sekali. Namun yang membuat sarapan menjadi enak adalah suasana dan pemandangan di sini.

Wafel, jajanan pasar, dan roti tawar aneka rasa
Atas: batagor. Bawah: bubur ayam.

Atas: cold cut and salad.

Bawah: Sarapan ala papa, Australian breakfast and bakery.

Kegiatan outdoor yang kami lakukan di pagi hari ini adalah painting class. Painting class diadakan di dekat kolam renang. Selain painting class, juga ada nail art and tattoo. Saya penasaran dengan nail art. Saya kira kukunya akan digambar, tetapi nail art di sini berarti pemakaian kutek. Ini adalah pertama kalinya mereka memakai kutek.

Little painters.
Kuku-kuku cantik ;)

Di dekat tempat aktivitas terdapat ikan mas koi yang dapat diberi makan. Makanannya pun disediakan oleh mereka secara cuma-cuma. Anak-anak pun bersemangat untuk memberi makan ikan-ikan ini, apalagi ada ikan mas koi jumbo.

Kolam ikan mas koi.

Karena waktu yang semakin siang, kami bergegas menuju lantai delapan untuk bermain di outdoor playground. Di lantai delapan ini terdapat flying fox, wall climbing, panahan, mini golf dan lintasan untuk jogging.

Mini golf.

Selain itu juga adamini zoodimana kita dapat memberi makan hewan-hewan di sini.

Ada kambing, angsa, dan burung merpati.
Love bird.
Kelinci dan bayinya yang baru lahir. Polos tanpa bulu.
Lucu dan montok deh anak kelincinya.

Terima kasih auntie untuk mengambil foto kami sekeluarga.

Tree house to explore.

Karena anak-anak masih kepengen bermain, maka kami pun melakukan late check out hingga jam satu siang. Untungnya staf yang ada memberikan late check out. Anak-anak ingin melihat indoor playground. Indoor playground terletak di lantai 2. Tempat ini hanya dapat diakses dari dekat tempat resepsionis.

Indoor playground sangat kecil dan terdiri dari mainan-mainan untuk bermain peran seperti masak-masakan, dokter, tukang bangunan, dan sebagainya. Dan memang hanya dapat memuat 3 anak saja, kalau tidak mau sempit-sempitan. Saat kami datang pun tidak ada anak-anak lainnya. Di dekat indoor playground terdapat ruang karaoke yang dapat digunakan oleh tamu yang menginap di Padma, tetapi harus daftar terlebih dahulu. Maklum, peminat tempat ini banyak.

Indoor playground.

Setelah bermain, kami pun kembali ke kamar kami. Kami mandi terlebih dahulu sebelum pulang, jaga-jaga kalau kami sampai rumah kemalaman, anak-anak sudah dalam keadaan bersih. Saat keluar, rasanya agak berat hati untuk pulang. Ada sedikit drama dari adik yang sepertinya belum rela untuk pulang. Ternyata memang satu malam saja tidak cukup. Hotel yang memberikan banyak aktifitas untuk keluarga ini memang membuat kami betah. Saat di mobil, adik berkata bahwa dia ingin menginap lagi di Padma kalau hotel lagi murah. Iya ya,nak :)

Padma Hotel Bandung

www.padmahotelbandung.com

Jl. Ranca Bentang no.56 - 58 Ciumbuleuit. Bandung

022-2030333

Featured Post

Benteng dan Istana Rajasthan yang Menakjubkan

Rajasthan "Pemandangan Rajasthan dihiasi dengan sejumlah benteng, benteng, benteng, istana dan benteng yang berbicara tentang se...