Showing posts with label taman. Show all posts
Showing posts with label taman. Show all posts

One Fine Day...

Memasuki tahun 2018, biasanya setiap orang akan mempunyai resolusi atau hal-hal yang ingin dicapai. Demikian juga adik. Jika ditanya, apa yang dia inginkan di tahu  2018 ini, adik akan menjawab berfoto di tulisan Asean Games. Agak lucu sih, tapi ini nyata. Adik senang sekali melihat semua dekorasi Asean Games. Walaupun dia belum mengerti tentang acara akbar ini, namun dia senang melihat warna-warna dan maskot yang ada.

Setelah meminta dari tahun lalu, yang selalu dijawab tenang saja maskot itu akan ada sampai Agustus 2018, akhirnya kami pun berjalan-jalan ke Monas. Tujuannya jelas, untuk melihat dekorasi Asean Games dan juga menikmati Monas di pagi hari bersama papa. Memang sih, anak-anak sudah pernah ke Monas bersama teman-teman homeschool, tetapi mereka ingin mengunjungi tempat ini bersama papa.

Kami jalan pagi-pagi untuk menghindari teriknya sinar matahari. Karena bersama papa, kami parkir di IRTI dan berjalan menuju Monas. Ternyata walaupun masih pagi, Monas sudah ramai sekali. Mungkin karena masih musim liburan anak sekolah, sehingga banyak orang tua yang mengajak anak-anaknya pergi ke Monas. Dan bukan hanya itu, banyak juga wisatawan asing yang ikut menjelajah Monas pagi itu. Ada rasa bangga melihat wisatawan asing ini rela pagi-pagi datang ke Monas dan ada rasa kasihan kepada mereka karena mereka terlihat tidak nyaman saat masyarakat sekitar sibuk memfoto mereka dan minta berfoto bareng.

Dimanakah lokasi dekorasi berbau Asean Games? Lokasi terdekat dengan IRTI adalah gerbang yang ada di depan patung kuda alias gerbang selatan. Untuk menuju tempat ini, kami berjalan dari IRTI melalui Lenggang Jakarta dan keluar di dekat tempat naik kereta yang menuju Monas.

Maaf ya om, diganggu sebentar.
Duo Lynns dan maskot Asean Games.
Patung Kuda :)

Nampaknya adik masih belum puas berfoto dengan dekorasi Asean Games. Seingat dia ada juga dekorasi Asean Games di pintu lainnya. Kami pun akhirnya berjalan menuju gerbang barat. Baru kali ini kami mengamati dekorasi yang ada di sepanjang jalan di bagian luar pagar Monas. Selain dengan hiasan pohon lampu warna-warni, kami menemukan burung Garuda di pagar yang ada.

Kami dengan pohon merah :)
Burung Garuda pada pagarnya.

Pohon hijau :)
Cuaca saat itu memang cukup cerah, untungnya pohon-pohon yang rindang sedikit menutupi kami  sehingga kami tidak terlalu kepanasan. Akhirnya kami pun sampai di gerbang barat. Dan....dekorasinya pun sama dengan yang di gerbang selatan. Hal ini tidak menyurutkan semangat adik untuk berfoto kembali. Sayang anak sayang anak =D

Sama kan bentuknya =D
Gerbang barat ini dekat dengan tugu Monas. Jadi jika memang ingin sekalian melihat apa yang ada di dalam Monas, berjalan melalui gerbang barat merupakan pilihan yang baik. Namun kami tidak ada rencana untuk melihat. Selain papa harus kembali bekerja, antrian yang ada cukup panjang. Kami pun berencana kembali ke IRTI lewat dalam Monas. Maksud hati untuk memotong jalan, namun yang ada kami semakin mengitari Monas.

The girls with dad.
Ada apa saja di dalam lapangan Monas? Selain tugu dan monumen yang dapat dilihat, ternyata di dalam lapangan ini terdapat taman yang indah. Dan kami pun berkesempatan melihat rumah burung secara dekat. Kakak yang tadinya cemberut karena kepanasan pun jadi tersenyum melihat rumah burung.

Rumah burung.
Akhirnya kami pun sampai juga di dekat tempat pemberhentian kereta. Kalau tadi antriannya lumayan, sekarang antriannya jauh lebih panjang. Memang Monas mempunyai daya tarik tersendiri. Perjalanan kami di Monas diakhiri dengan berhenti di daerah Lenggang Jakarta. Setelah kepanasan, kami sedikit mengadem di salah satu toko suvenir. Mereka menjual cinderamata dan juga baju-baju. Harga bajunya pun bervariasi. Supaya ada kenang-kenangan dari kunjungan ke Monas, maka kami pun membeli dua kaos yang unik. Harganya? Hanya lima belas ribu rupiah saja :)

Hasil candid papa saat anak-anak mulai kepanasan.

Weekend di East Coast Park

Dimulai dari postingan salah satu teman yang tinggal di sana, saya mengenal pantai yang bernama East Coast. Dari postingannya, terlihat tempatnya sangat nyaman dan luas. Saya baru tahu ada pantai di daerah East Coast. Padahal setiap kali kami jalan-jalan ke Singapore, kami selalu mencari penginapan di derah East Coast atau Katong.

What a bright sunny day

Tahun lalu, saat si opa mendadak jatuh dan tidak boleh terbang kembali ke Indonesia, opa dan oma berjalan-jalan di daerah East Coast ini. Dan singkat cerita mereka berdua, yang tidak punya kerjaan dan bingung mau ngapain, jalan-jalan sampai ke pantai East Coast. Ternyata taman ini sangat dekat dari Parkway Parade, mall favorit kami.

Berteduh di bawah pohon kelapa

East coast park merupakan taman terbesar di Singapore yang merupakan hasil reklamasi dari lahan seluas 185 hektar di bagian tenggara dari Singapore. Sedikit info, hampir sebagian besar pantai di Singapore merupakan hasil reklamasi, salah satunya pantai-pantai di Sentosa Island . Taman East Coast ini dibuka pada tahun 1970an dan terbentang dari Marine Parade, Bedok, dan Tampines.

Daerah hijau di dekat taman.
Read this instruction carefully, please.

Karena luasnya area East Coast Park, taman ini terbagi menjadi delapan bagian. Apa saja yang dapat dilakukan di East Coast Park? Selain bermain pasir, kita dapat melakukan olahraga seperti jogging, jalan kaki, naik sepeda, dan sebagainya. Di beberapa bagian disediakan tempat untukbarbeque, memancing, dan juga berkemah. Belum lagichildren playground di sini terkenal bagus. Menarik sekali bukan?

Tempat untuk berteduh setelah kepanasan
Duo Lynns sedang bermain pasir, sementara papa memfoto mereka :)
Ada anak kecil yang berminat untuk menyewa sepeda.

Area terdekat dengan tempat kami menginap adalah area C. Kami hanya perlu berjalan menuju supermarket NTUC dan mengikuti petunjuk menuju taman. Dan uniknya, untuk menuju East Coast Park ini kami melalui terowongan bawah tanah. Di ujung terowongan ini, kami sudah tiba di area C. Karena hari itu adalah hari Sabtu, banyak yang memanfaatkan waktu untuk berolahraga, jalan-jalan santai, jalan dengan binatang peliharaan mereka, bersepeda, main frisbee dan juga bermain pasir.

Peta area C
Pohon-pohon yang membuat taman ini sedikit lebih adem.

Bagaimana dengan kami? Tujuan kami ke sini adalah untuk melakukan foto keluarga dari pihak papa. Kami pun bergantian untuk berfoto dan memfoto. Dan tentunya selain anak-anak, oma dan opa pun semangat berpose.

Terpaksa pakai kacamata karena silau sekali =D
Si kakak yang lupa pakai sunglasses dan kesilauan.
Menulis diatas pasir

Hari yang semakin siang menciptakan kami semakin kepanasan dan kelaparan. Sebetulnya di East Coast Park ini juga terdapat seafood centre yang terkenal lezat . Sayangnya kami tidak berniat buat berjalan lebih jauh lagi. Kami pun balik ke Marine Parade buat mencari makan siang pada sana. Mungkin buat kesempatan berikutnya, kami akan lebih usang main di sini & membawa alat-alat buat bermain pasir.

Tempat kami makan siang :)
Mama Papa gak ketinggalan foto siluet ;)

Sekilas Informasi

East Coast Park

Alamat: E Coast Park Service Road, Singapore

Jam operasional: 24 jam

Note: untuk mengetahui cerita perjalanan kami saat liburan di Singapore, silakan kliklink berikut ini.

Rekreasi ke Taman Menteng

Walaupun Asian Games sudah selesai, namun rasanya masyarakat Indonesia masih belum bisa move on dari Asian Games dan segala pernak-perniknya. Terbukti dengan masih banyaknya spanduk Asian Games di sepanjang jalan besar. Terutama maskot kebanggaan bangsa kita, Bhin-Bhin, Atung, dan Kaka. Termasuk di taman-taman yang banyak dikunjungi orang-orang.

Salah satunya adalah Taman Mentang. Taman yang terletak di kawasan Menteng ini memang memiliki maskot Asian Games yang masih mejeng dengan cantik. Hal ini membuat anak-anak tergoda untuk mampir. Maklum, Duo Lynns paling suka berfoto dengan maskot apapun. Panas-panasan pun akan dilakoni, seperti saat kami mengunjungi Monas demi si maskot ini. Akhirnya kami pun mengunjungi Taman Menteng ini.

Rasanya ingin menyebur ke pada air itu ....

Kami parkir di dekat lapangan basket & memulai perjalanan kami pada taman ini. Saat tiba di sana, aku cukup terkejut menggunakan luasnya taman ini & banyaknya fasilitas olahraga di taman ini. Ternyata taman yg diresmikan pada April 2007 sang Gubernur Sutiyoso ini dulunya adalah Stadion Menteng. Tak heran banyak yang melakukan olahraga pada taman ini.

Lapangan basketnya ramai sekali.

Selain berolahraga, banyak hal yg dapat dilakukan pada sana. Yang cukup menarik perhatian poly orang, & tak jarang dibuat buat lokasi foto, adalah rumah kaca. Awalnya kami mengira tempat tinggal kaca ini berisi flora. Tetapi pada dalam tempat tinggal kaca ini terdapat standing AC & nir terdapat tumbuhan apapun. Mungkin ruangan ini dulunya bisa dipakai untuk program kecil.

Rumah kaca & Asian Games

Tanaman pada depan rumah kaca, terlihat asri kan?

Kami berjalan dan mencari si maskot yg berbaris rapi. Anak-anak pun ribut ingin berfoto menggunakan si maskot, termasuk oma & opa. Memang Bhin-Bhin, Atung, & Kaka selalu menciptakan orang sebagai semangat berfoto menggunakan mereka.

Oma dan Opa pun ikut berfoto.

Di sekitar tempat ini juga terdapat taman bermain untuk anak-anak. Walau bukan tempat yang wah tetapi cukup menarik bagi anak-anak untuk bermain. Sayangnya saat itu hari sudah panas. Rasanya cukup menarik untuk melakukan kunjungan ke sini lebih pagi lagi hanya untuk bermain di sini.

Semangka-semangka, jadilah kereta kuda tong sampah.

Playground yang tersedia.

Kami bergegas menuju mobil pulang. Tetapi terdapat satu taman yg menggoda kami. Namanya Taman Kodok. Melihat dari bentuknya, kemungkinan akbar kodok-kodok ini mengeluarkan air ke tengah-tengah kolam pendek yg dapat dipakai buat bermain sang anak-anak. Berhubung nir ada air yang keluar, anak-anak pun main jungkat-jangkit di kursi yg disediakan di dekat situ. Cukup menghibur hati mereka sebelum pulang.:)

Taman kodok raksasa

Kursi jungkat-jangkit.

Sekilas Informasi

Taman Menteng

Jl. HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat.

Featured Post

Benteng dan Istana Rajasthan yang Menakjubkan

Rajasthan "Pemandangan Rajasthan dihiasi dengan sejumlah benteng, benteng, benteng, istana dan benteng yang berbicara tentang se...