Showing posts with label tips liburan. Show all posts
Showing posts with label tips liburan. Show all posts

10 Tips Berkunjung ke Hong Kong Disneyland

Pada awal ekspresi dominan semi lalu kami dan keluarga besar berkesempatan buat berlibur ke Hong Kong. Ini adalah liburan pertama anak-anak ke Hong Kong. Dan tentu saja bagi anak-anak liburan ke Hong Kong tidaklah lengkap tanpa kunjungan ke rumah Mickey Mouse. Apalagi mereka telah acapkali melihat video Kavin Karyn tentang HK Disneyland. Oleh karena itu, pada 6 hari di sana, kami menjadwalkan dua hari bermain di Disneyland.

Banyak yang mengungkapkan HK Disneyland nir seru karena kecil. Tetapi menurut kami, Disneyland ini lebih seru bagi anak-anak kecil. Dan memang benar, permainan dan show yang ada cocok buat anak-anak kecil. Melihat anak-anak begitu senang , tidak sia-sia cita rasanya keluar uang untuk beli tiket. Berikut adalah tips yg dapat kami berikan buat famili-famili yang membawa anak-anak mini ke Disneyland.

1. Sebelum pulang, kunjungilah website resmi HK Disneyland.

Beberapa bulan sebelum keberangkatan, saya membuka website resmiHK Disneyland. Karena Hong Kong adalah negara empat musim, maka Disneyland pun me

nyesuaikan menggunakan cara menampilkan tema-tema yang berbeda. Jam buka & tutupnya pun dapat diketahui dari website ini. Jangan lupa melihat sarana mana saja yg sedang dalam perawatan. Baca jua peraturan yang diberikan sang HK Disneyland, mengurangi saat anda buat berurusan dengan regulasi & administrasi yg nir perlu. Bahkan seminggu sebelum embarkasi pun saya masih melihat pulang website resmi buat memastikan apakah ada perubahan.

Easter Theme

2. Ambillah 2 days pass

Bagi poly orang, termasuk saudara sepupu aku , HK Disneyland kecil & bisa diselesaikan dalam waktu 1 hari. Tetapi bagi yang membawa anak kecil, aku menyarankan buat membeli tiket 2 days pass. Mengapa? Karena pastilah ada antrian ketika bermain wahana (apalagi kalau weekend dan hari libur), lalu pada tengah-tengah harus makan (kan bukan anak remaja ataupun orang dewasa yg makannya sanggup telat sekali), belum lagi anak-anak nir bisa berjalan secepat orang dewasa. Kamipun membeli tiket dua days pass, supaya anak-anak lebih puas & memilih hari yang agak jauh agar bisa memainkan seluruh wahana (karena hari perawatan setiap sarana tidak sinkron).

Tiga. Kunjungi saat weekdays.

Seperti tempat liburan di Indonesia, yang ramai saat weekend dan hari libur, Disneyland pun seperti itu. Apalagi turis dari Mainland tidak mengenal hari libur. Maka sangat disarankan untuk datang saat weekdays. Waktu kami mengunjungi HK Disneyland, kami memilih hari Senin dan Kamis. Dan saat kunjungan pun bukan musim liburan negara manapun (niat banget kansearching-nya). Antrian pada setiap wahana dapat dikatakan sangat jarang, kecuali pada musical show.

4. Belilah tiket secara online

Membeli tiket secara online berguna untuk menghemat waktu anda saat sampai. Daripada harus mengantri membeli tiket lagi, lebih baik kan sudah ada tiket di tangan saat datang. Saat kemarin kami ke sana, kami membeli tiket secara online dariklook.com. Kredibilitas klook sudah diakui. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah daripada website resmi HK Disneyland. Beryukur sekali, tambahan poin bagi kami untuk Klook, setelah kami membeli tiket secara online, Disneyland menaikkan harga tiketnya. Jadi kami lebih untung lagi karena membeli dalam harga yang bagus, faktor penting bagi ibu-ibu bukan.

5. Aturlah ketika seefektif mungkin dan perhatikan wahana apakah yang menerapkan fast pass

HK Disneyland terbagi menurut enam area pada dua bagian, yaitu: Fantasy Land, Tomorrow Land, Adventure Land pada bagian pertama & Toy Story Land, Mystic Point, & Grizzly Gulch dalam bagian ke 2. Belum lagi bagian depan, Main Street USA, yang walaupun terdiri menurut toko-toko, pula memberikan kegiatan yang menarik. Saran dari saya adalah kunjungi setiap area secara urut. Kami memulai dari Tomorrow Land dan menentukan Autopia menjadi sarana pertama yang kami naiki. Autopia terkenal dengan antriannya yang panjang sekali, namun mainnya hanya sebentar. Lebih baik menaiki Autopia diawal, saat antrian belum panjang, atau lewatkanlah sarana ini (kecuali mau main waktu malam hari). Bersyukurnya kami waktu tiba antriannya diperkirakan hanya 20 mnt (kurang dari 30 mnt dianggap masuk akal buat wahana ini), sedang berdasarkan cerita orang-orang mereka mampu mengantri satu jam.

Di HK Disneyland ada yang namanyafast pass pada wahana Winnie the Pooh. Wahana ini juga terkenal dengan antrian yang puanjang. Dengan adanya fast pass, kita dapat menghemat waktu. Cara kerjanya adalah sebagai berikut. Masukkan tiket Disney kita ke mesin Fast Pass. Maka akan keluar tiket fast pass untuk kita. Di tiket tersebut tercantum rentang waktu untuk kita kembali lagi. Kita bisa main yang lain dulu jadinya. Saat kita datang di rentang waktu yang telah ditentukan, carilah petugas dan berikan tiketnya. Kita akan diarahkan ke jalur fast pass. Setelah itu kita tinggal masuk, sesuai antrian di fast pass dan jalur buka tutup antara fast pass dengan yang bukan fast pass. Percayalah, jauh lebih hemat waktu loh. Kalau sampai kita tidak jadi balik pun tidak masalah.

Fast Pass

6. Perhatikan batasan ketinggian yang diijinkan

Hampir seluruh sarana dapat dimainkan sang anak mini . Namun terdapat beberapa wahana yang memerlukan batas ketinggian. Dan nir seperti di Indonesia yang boleh nyelundupin anak, di sini mereka sangat ketat. Saya sempat melihat orang tua yang ngotot mau main Space Mountain namun nir sanggup masuk karena anaknya kurang sedikit tingginya. Big grizzly mountain runaway mine cars memberikan batasan ketinggian min 112 centimeter. RC Racer memberikan batas ketinggian 120 centimeter. Sedangkan parachute drop & autopia memberikan batasan tinggi 81 cm.

7. Jangan lupa menonton show dan parade yang terdapat

Hal yang berbeda dengan theme park di Indonesia, HK Disneyland memberikan show-show yang begitu bagus dan parade yang bagus. Kalau di Dufan parade hanya ada saat weekend, maka di sini parade ada setiap hari. Di area Fantasy Land ada Mickey and The Wondrous Book. Kemudian di area Adventure Land ada Lion King Show. Dan hampir di setiap area di jam-jam tertentu ada atraksi menarik.

Percussion show di Tommorow Land
Night Parade and Fantasy Parade
Atas: Mickey and The Wondrous Book. Bawah: Lion King show

8.Jangan lupa berfoto beserta karakter dengan kamera sendiri

Apalah gunanya jauh-jauh ke Hong Kong apabila nir berfoto dengan tokoh-tokohnya. Biasanya mereka menyempatkan waktu berfoto di fantasy garden. Tidak harus menggunakan semuanya, namun dengan tokoh-tokoh favorit saja. Jika bertemu nir sengaja menggunakan tokoh yg lain, & apabila antriannya tidak puanjang, boleh juga mengantri buat berfoto:)

Courtesy of Discover Hong Kong

9. Kumpulkan sticker dari petugas-petugas yg terdapat

Hampir setiap petugas di sana membawa sticker pada kantongnya. Mereka dengan bahagia hati menaruh sticker tadi kepada anak-anak.Jangan malu untuk meminta, aku pun pula memintanya buat anak-anak.

10. Lihatlah prakiraan cuaca sebelum pergi.

Ini merupakan salah satu faktor penting dalam bepergian, bukan saja saat ke Disneyland. Apalagi karena Hong Kong merupakan negara yang mengalami taifun. Kan tidak seru sudah jalan jauh-jauh tetapi terkurung di hotel karena taifun. Jika kita sudah mengetahui prakiraan cuaca di sana, maka kita dapat menentukan apa saja yang dapat kita bawa (apakah payung, jaket, jas hujan, baju tipis, dan sebagainya). Website resmi dari pemerintah setempat cukup akurat. Berikut website mengenaiprakiraan cuaca.

Berkabut dan hujan tetapi tetap ramai

Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami bersama anak-anak di Hong Kong dan Macau, silakan kliklink ini

Tips Liburan Bersama Anak

courtesy of blog.tsa.gov
Liburan bersama anak, terutama jika anaknya masih kecil, merupakan sukacita tersendiri. Tetapi di balik sukacitanya, juga ada tantangan tersendiri. Kami pun terkadang mengalami ribetnya kalau membawa anak jalan, apalagi kalau jarak tempuhnya lumayan jauh, dan naik pesawat. Pengalaman pertama kami pergi jarak jauh adalah saat membawa si kakak yang baru berumur 9 bulan terbang lebih dari 24 jam menyeberangi benua lainnya. Semua berjalan dengan aman. Dan setelah itu, banyak petualangan liburan yang kami jalani bersama-sama. Bagaimana menyiasati kerempongan jalan bersama anak-anak? Berikut beberapa tips yang dapat kami bagikan.

Sebelum liburan

1. Pilihlah alat transportasi yang chidren friendly dan booked-lah lebih awal.

Untuk berpergian jarak dekat, kami lebih suka naik mobil sendiri. Lebih nyaman untuk anak-anak, apalagi anak-anak terbiasa duduk di car seat sejak dari bayi. Jadi kalau berpergian, mereka akan manis-manis di kursi mereka, tidak pindah sana sini, hanya suaranya yang menjelajahi mobil :D

Sedangkan untuk berpergian jauh, kami memilih menggunakan pesawat. Kalau masih negara tetangga, yang jarak tempuh sebentar, kami memilih budget airline yang sudah terkenal reputasinya. Jangan naik maskapai yang suka delayedya.... Reputasi maskapai yang suka delayed is a big no no kalau bawa anak kecil. Kalau untuk berpergian yang lebih dari 5 jam, sebisa mungkin kami memilih maskapai yang menyediakan makanan dan entertainment bagi penumpangnya.

Saran saya, apapun kendaraan yang akan digunakan, lebih baik memesan tiket lebih awal atau saat ada promo. Kami selalu mempersiapkan liburan setahun sebelumnya, sehingga kami dapat berburu tiket murah untuk pergi. Bahkan kami pernah naik premium airline dengan harga budget airline. Lumayan kan?

2. Selalu memeriksa jadwal keberangkatan.

Apapun maskapai yang akan digunakan, lebih baik selalu memeriksa jadwal keberangkatan, bahkan satu hari sebelum keberangkatan. Tujuannya adalah jangan sampai kita ketinggalan pesawat kalau tiba-tiba mereka memajukan jadwal, dan jangan sampai juga kita harus menunggu terlalu lama di bandara. Bisa mati gaya kalau bawa anak-anak (kecuali bandara kita sebagus Changi Airport)

3. Bookinglah hotel atau penginapan yang bersih dan children friendly .

Berbicara tentang budget itu relatif buat kami, tetapi saat kami memilih hotel atau tempat penginapan, kami mencari tempat yang children friendly. Mahal bukanlah jaminan suatu hotel children friendly, walau kalau hotel bintangnya banyak biasanya mempunyai fasilitas untuk anak-anak. Biasanya kami melihat rating yang diberikan oleh orang-orang yang pernah menginap di tempat tersebut. Kami selalu mengecek lewat agoda atau trip advisor. Lihat juga review dari orang-orang yang membawa anak kecil menginap di sana.

4. Jika anak-anak sedang dalam masa potty training, bawalah perlengkapan yang memadai.

Idealnya memang jika anak sedang dalam masa potty training, sebaiknya tidak jalan-jalan. Tetapi jika tidak ada pilihan, maka tetaplah berlibur dengan dua opsi. Yang pertama urusan potty training diliburkan, yang kedua potty training tetap diadakan tetapi lebih fleksibel. Jika opsi kedua yang diambil, maka kami menyarankan bawalah ekstra kain alas dan perlengkapan lainnya.

Kami pernah dua kali berjalan-jalan saat kakak sedang potty training, yang pertama ke negara tetangga, yang kedua ke Surabaya. Kami memilih opsi yang kedua, dan bersyukurnya selama pergi tidak ada insiden yang 'menakutkan'.

5. Periksa prakiraan cuaca di tempat tujuan selama kita berlibur.

Dengan mengetahui keadaan cuaca di tempat yang akan kita datangi, kita dapat mengestimasi apa saja perlengkapan yang mau dibawa. Banyak keluarga yang malas membawa anaknya jalan-jalan karena biasanya repot membawa perlengkapan anak-anak. Nah, kalau sudah tahu cuacanya kan dapat disiasati bawaannya. Kalau memang selama kunjungan kita prakiraan cuaca cerah ceria, berarti tidak perlu membawa baju tebal-tebal. Cukup bawa satu jaket untuk jaga-jaga. Bagaimana tahunya prakiraan cuaca yang tepat? Sekarang sudah banyak website yang dapat memberikan informasi cuaca, seperti weather.com, accuweather, dan sebagainya.

6. Buatlah jadwal selama jalan-jalan

Ini merupakan bagian yang paling saya suka, membuat jadwal selama kami jalan-jalan. Seru loh meng-arrange jadwal. Dengan adanya jadwal, perjalanan selama liburan jadi lebih ada gambarannya. Kalau masih single kan masih bisa bergerak mengikuti kemana kaki melangkah, tapi kalau sudah ada buntut yang ikut (apalagi kalau bukan cuma bersama anak kecil tetapi juga bersama senior-senior di rumah), segalanya harus lebih jelas.

Bagaimana membuat jadwal yang visible? Pilihlah tempat-tempat yang children friendly, dan grandparents friendly kalau perlu. Jangan lupa menghitung waktu makan untuk anak-anak. Kami selalu memberikan spare waktu untuk makan selama 1 jam, dimulai saat sampai di suatu tempat makan. Jika sudah 50 menit tetapi makanan si anak belum selesai, maka kami stop dan siap-siap beberapa saat kemudian akan ada snack time. Tetapi jika semua sudah selesai sebelum 50 menit dan si anak masih makan, maka yang dewasa akan menunggu sebentar. Lebih fleksibel jadinya.

Kemudian juga saat anak-anak masih belum berusia 2 tahun, kami selalu masukkan jadwal kembali ke penginapan untuk tidur siang. Mengapa? Karena anak dibawah dua tahun badannya belum sekuat anak-anak lainnya. Banyak orang tua yang rasanya sayang kalau sudah jalan-jalan harus balik untuk istirahat, jadinya anaknya dipaksa mengikuti jadwal yang ada. Akibatnya anaknya akan sakit saat liburan atau setelah pulang liburan. Kasihan juga kan si anak harus sakit karena orang tuanya ngotot memforsir si anak.

7. Jika perjalanannya cukup jauh dan terjadi perbedaan waktu, buatlah jadwal untuk mengatasi jet lag

By the grace of God, kami mendapatkan kesempatan untuk membawa kakak pergi ke negara paman Sam saat kakak berusia 9 bulan. Perjalanan yang lintas benua dan perbedaan waktu sebesar 12 jam pun menjadi concern kami saat itu. Maka saya mencoba menyiasati dengan cara mengkonvert kegiatan kakak sesuai dengan jam di negara tujuan. Dan puji Tuhan, sampai di tempat tujuan, dan saat kembali dari sana pun, kakak tidak jet lag (cuma mama papanya yang jet lag).

Saat kami mendapatkan berkat untuk pergi lagi kedua kalinya, anak-anak sudah cukup besar. Saya juga mencoba membuat jadwal yang bisa disesuaikan dengan waktu di tempat tujuan. Kali ini berhasil, anak-anak tidak jet lag saat sampai di sana. Tetapi saat kembali, anak-anak sempat jet lag saat transit.Bersyukurnya jetlag itu hanya 1 hari.

8. Buatlah list yang mau dibawa dan bawalah perlengkapan secukupnya

Seringkali orang tua yang membawa anak kecil jalan-jalan kerepotan dengan barang bawaan. Karena takut kurang, akibatnya isi satu rumah pun dibawa. Atau malah sebaliknya, yang dibawa sedikit sekali, sampai yang harusnya ada malah tidak ada. Saya selalu membuat list barang-barang apa saja yang harus dibawa, dan jumlahnya, sebulan sebelum pergi (atau bahkan setelah tiket ada di tangan). Dengan tujuan supaya saya dapat menambahkan sesuatu yang penting jika kelupaan. Biasanya ada dua list yang saya buat, list untuk keperluan selama liburan dan list barang-barang yang diperlukan saat diperjalanan. Jangan lupa membawa obat yang penting-penting dan vitamin, susu (secukupnya, bisa juga beli di tempat tujuan kalau memang ada), plastik (untuk baju kotor dan jaga-jaga kalau muntah), cemilan (jangan yang repot dan lengket).

9. Siapkan mainan atau aktivitas selama dalam perjalanan

Biasanya kami menyiapkan beberapa aktivitas dan buku cerita tipis selama diperjalanan. Jika perjalanan cukup jauh, kami mengusahakan aktivitas tersebut merupakan aktivitas baru bagi mereka, jadi mereka semangat untuk mengerjakannya. Kami pun menyiapkan aktivitas kejutan, jaga-jaga kalau mendadak diperlukan. Beberapa orang tua juga terkadang membawa mainan juga untuk anaknya. Saran saya, bawalah mainan yang tidak ribet dan pernak-perniknya tidak banyak. Jangan sampai kita jadi repot di kendaraan karena sibuk mencari pritilan-pritilan yang jatuh. Dan jika membawa mainan favoritnya, pastikan mainan tersebut sudah masuk ke dalam tas sebelum kita meninggalkan kendaraan. Kalau sampai ketinggalan, anak-anak bisa menjadi rewel selama liburan (itulah alasan mengapa kami tidak pernah membawa mainan favorit saat berpergian).

10. Jangan ragu menghubungi airline atau maskapai untuk bertanya fasilitas untuk anak.

Malu bertanya sesat di jalan istilahnya. Jika maskapai yang dinaiki adalah maskapai non budget, biasanya mereka mempunyai kids meal, aktivitas selama di pesawat. Sebagian orang tidak tahu bahwa kids meal akan keluar jika mereka sudah memesan sebelum keberangkatan (paling telat 2 x 24 jam). Oleh sebab itu, hubungi maskapai yang akan digunakan dan tanyalah segala hal yang mau ditanya (yang berhubungan tetapi ya), dan jangan lupa memesan kids meal.

11. Perhatikan aturan saat membawa barang

Kadang saya suka heran kalau lagi mau melalui pemeriksaan barang saat memasuki boarding area. Seringkali orang-orang dengan penampilan luar biasa keren, gak ndeso kayak saya, tetapi membawa barang-barang yang dilarang dibawa. Malah pernah ada seorang ibu yang membawa lotion besar ke dalam tas tentengnya, ngotot dengan petugas pemeriksaan di Changi airport sampai petugasnya bilang ini bukan Indonesia (di Indonesia juga peraturannya tidak boleh kok, mbak).

Biasakan memeriksa aturan suatu maskapai mengenai barang apa saja yang boleh masuk ke dalam kabin. Biasanya barang-barang yang basah diijinkan jika yang dibawa maksimal 100 ml. Dan kami selalu memisahkan barang-barang tersebut, memasukkan ke dalam kantong transparan. Jika ada barang 'terlarang' yang lupa terbawa ke dalam tas tenteng kita, relakanlah barang tersebut dan jangan ngotot, karena posisinya kita yang salah.Pernah suatu kali saya lupa memasukkan gunting ke koper, saya relakan gunting tersebut :D

12. Jaga kesehatan peserta perjalanan sebelum waktunya liburan

Siapa sih yang mau liburan dalam keadaan sakit? Pasti tidak ada yang mau. Apalagi kalau yang sakit anak-anak kecil ini. Oleh sebab itu, kesehatan peserta harus dijaga dari sebelum waktunya liburan. Doping vitamin, istirahat yang cukup, dan makanan yang bergizi merupakan hal-hal yang harus dipersiapkan. Andaikan anak-anak tidak enak badan saat liburan, tidak enak badan itu juga akan cepat hilang, karena badannya sudah dijaga dari sebelum pergi.

13. Jika anak membawa tas sendiri, bawakan tas yang tidak besar dan mudah dibawa.

Bagi anak balita, membawa tas sendiri membuat mereka bangga dan merasa sudah besar. Kadang si kakak juga mau membawa tas sendiri. Biasanya isinya hanya cemilan, botol minum, dan kertas. Adik pun tidak mau ketinggalan, mau bawa juga. Kami selalu membuat kesepakatan kalau mau membawa tas, harus bawa sendiri. Jadi tidak membuat tambahan bawaan untuk mamanya. Dan bawalah tas yang gampang ditenteng (jangan yang gampang didorong), jadi jika mendadak yang empunya tas ketiduran, mama papanya tidak kerepotan membawa barangnya. Pastikan tas si kecil sudah diperiksa kembali sebelum kita meninggalkan rumah.

Saat liburan

1. Pastikan semua perlengkapan telah dibawa.

Sebelum meninggalkan rumah, pastikan semua perlengkapan telah dibawa. Tiket (letakkan di tempat yang mudah diambil), passport (jika pergi ke luar negeri), boarding pass (jika sudah web check in), koper, dan obat-obatan. Kami biasanya menghitung jumlah koper yang kami bawa. Hal ini memudahkan kami untuk memeriksa apakah ada yang tertinggal atau tidak.

2. Datanglah ke stasiun atau bandara lebih awal.

Membawa anak kecil banyak hal yang tak terduga, maka lebih baik kita berangkat menuju stasiun atau bandara lebih awal. Belum lagi jika tinggal di kota besar yang sering macet, waktu tempuh bisa tidak terduga karena si komo lewat macet mendadak. Dengan datang lebih awal, kita tidak terburu-buru dan tidak jadi senewen jika si kecil agak berulah :D

3. Biarkan anak menghabiskan tenaga selama menunggu waktu keberangkatan

Selama menunggu waktu keberangkatan biarkanlah si kecil menghabiskan tenaga, Kami biasa mengajak anak-anak berkeliling sana sini, dengan harapan setelah lelah berjalan nanti bisa tertidur saat di perjalanan, walau kadang tidak berhasi tetapi membuat mereka sedikit kalem saat di perjalanan. Kami jarang membiarkan anak berlari-lari sendiri sana sini, karena alasan keamanan di tempat umum dan takutnya mengganggu orang lain.

4. Ajaklah anak-anak ke toilet dahulu sebelum boarding

Sebelum waktunya boarding, ajaklah anak-anak ke toilet terlebih dahulu untuk menghindari anak minta ke toilet saat hendak boarding ataupun saat hendak take off.

5. Ingatkan anak untuk mengunyah saat take off ataupun landing

Bagi yang naik pesawat, saat take off ataupun landing terkadang membuat kuping terasa tidak enak. Hal ini dapat disiasati dengan menggunakan penutup kuping. Tetapi bagi anak yang tidak suka menggunakannya, siasatilah dengan memberikan cemilan saat take off ataupun landing. Atau saat take off, berikan anak minum.

6. Sebisa mungkin, jangan berikan anak-anak sesuatu yang terlalu manis saat di perjalanan

Idealnya dari sebelum naik kendaraan apapun, jangan berikan sesuatu yang terlalu manis. Mengapa? Untuk menghindari sugar rush. Setelah memakan sesuatu yang manis, anak jadi pecicilan biasanya, wong ndak makan manis aja sudah pecicilan. Dan pecicilan di dalam kendaraan bukan sesuatu yang menyenangkan. Apalagi jika pecicilan ini berubah menjadi rewel. Oleh sebab itu, hindari sesuatu yang manis sebelum dan selama dalam perjalanan.

7. Pastikan anak duduk manis di kursinya (jika sudah lebih dari 2 tahun) saat take off dan landing, d an pastikan mereka menggunakan seatbelt, bahkan saat tidur.

Seat belt di pesawat bukanlah hiasan, Bapak Ibu. Seat belt dirancang untuk keamanan bagi kita. Saya sering melihat orang tua yang mengangkat anaknya saat mau take off atau landing, padahal anaknya sudah besar loh. Sampai ditegur pramugari berkali-kali. Pastikan anak-anak mengerti fungsi seat belt dan keharusan menggunakan seat belt saat lampu dengan gambar seat belt dinyalakan. Dan saat anak tertidur, kenakanlah seat belt kembali pada anak, sehingga saat lampu dengan gambar seat belt dinyalakan, kita tidak perlu repot-repot memasangkan seat belt.

8. Saat mendarat, biarkan penumpang lain keluar terlebih dahulu.

Suami saya selalu memilih untuk keluar belakangan saat membawa anak-anak. Daripada diburu-buru katanya. Kalau dipikir betul juga sih. Kecenderungan orang banyak, begitu sampai di tempat tujuan, maunya keluar cepat-cepat dari kendaraan yang digunakan. Bisa bayangkan jika kita juga ikut-ikutan mau keluar duluan dan anak-anak kan tidak dapat berjalan cepat-cepat. Dan kalau yang dikendaraan tersebut orang-orang yang tidak sabar, bisa dibayangkan dong anak-anak didorong dari belakang dan dikomentari dengan kata-kata negatif. Jadi, daripada anak-anak didorong dan dikomentari yang tidak baik, lebih baik kita keluar belakangan atau saat dibelakang kita tidak ada yang sibuk mau cepat keluar. Sekalian memeriksa barang bawaan lagi.

9. Berikan briefing singkat pada anak-anak sehari sebelum jalan dan buatlah kesepakatan.

Biasanya kami memberikan briefing singkat dengan jadwal untuk hari ini atau keesokan harinya dengan tujuan supaya tidak ada drama yang tidak perlu, seperti menangis karena tidak mau pulang dari taman bermain atau bete karena hal kecil. Bahkan jika perlu, kami membuat kesepakatan terlebih dahulu. Berguna loh moms.... Dengan adanya kesepakatan, kita dapat mengingatkan kesepakatan yang ada saat mereka berdrama, sehingga dramanya tidak akan panjang.

10. Fleksibel dengan jadwal yang ada

Ingatlah bahwa jadwal dibuat untuk membantu kita mengatur waktu, tetapi bukan jadwal yang mengatur kita. Bagi orang perfeksionis seperti saya, jadwal yang tidak terpenuhi bisa membuat saya kesal sendiri. Tetapi saat bersama anak-anak, sebaiknya kita belajar fleksibel. Itulah sebabnya di atas saya tekankan membuat jadwal yang visible.

11. Pastikan anak-anak tidak kelaparan

Jika kita kelaparan, biasanya kita lebih mudah emosi. Itupun berlaku pada anak-anak. Jika mereka kelaparan, maka mereka akan lebih rewel. Oleh sebab itu, saat berpergian, pastikan anak-anak tidak kelaparan. Jika perlu, bawalah cemilan di dalam tas kita.

12. Persiapkan diri untuk menghadapi drama anak.

Tidak dapat dipungkiri anak-anak merupakan aktor terbaik. Mereka dapat menangis dan tertawa dalam jarak waktu yang sangat dekat. Kalau Duo Lynns sudah mulai rewel tak jelas dan memulai drama, saya selalu mengajak mereka ke toilet untuk pipis. Dan setelah itu mood mereka kembali baik. Beda lagi dengan teman saya. Kalau anaknya mulai lapar, drama akan dimulai. Kenali anak-anak untuk mengatasi drama mereka. Dan andaikan drama tersebut lebih lebay dari biasanya, tenangkan diri kita dengan berpikir bahwa orang-orang yang melihat drama anak-anak ini cuma ketemu saat ini, jadi tidak usah emosi malu. Hehehe

Ingatlah bahwa setiap kenangan indah dalam masa kecil mereka akan membekas dan dapat membentuk mereka di masa depan, moms. Jadi jangan takut untuk berpergian bersama anak-anak. Dan ingatlah practice makes perfect. Semakin sering pergi-pergi, semakin terampilah kita dalam menangani anak selama liburan.

7 Persiapan Berlibur ke Negara Empat Musim

Siapa sih yg tidak tahu negara ginseng? Apalagi penggemar K-Drama. Setiap nonton, pasti disuguhi pemandangan yang indah, oppa yg tampan & onni yang anggun (walau kadang hasil operasi plastik). Belum lagi fasilitas yang diberikan buat anak-anak pada sana, yang dari aku penting banget. Ingin cita rasanya menjejakkan kaki pada negara tersebut.

Akhirnya, pucuk dicinta ulam tiba. Saat kami mau berkunjung ke tempat kakak saya dan kami mendapatkan kesempatan transit di Korea Selatan, kami berpikir mumpung gak usah buat visa Korea dan tiketnya sekalian jalan, apa gak transit dulu saja ya. Si Papa pun mencoba bertanya pada travel agent langganannya dan ternyata bisa, namun harus membayar biaya tambahan karena bagasi harus keluar. Hitung punya hitung, pikir punya pikir, setelah ditimbang (biar kayak wakil rakyat gitu), kami memutuskan transit walau keluar biaya tambahan. Toh masih wajar harganya.

Kami mengambil transit 3 hari. Sebetulnya sih 2 hari untuk jalan-jalannya. Karena pada hari pertama, hari kamis, sampainya sudah malam. Dan hari minggu kami harus berangkat pagi-pagi ke negara tujuan kami. Jadwal pun dibuat semenarik mungkin, karena yang harus di-entertain adalah anak-anak dan juga omanya (mama saya).

Berhubung bepergian ini dilakukan ketika Desember, yang berarti trend dingin atau winter, maka packing pun dipersiapkan menggunakan matang.

1. Pakaian

Saya berkonsultasi dengan kakak saya, sepupu dari suami yang dulu tinggal di negara Paman Sam, teman-teman SMA yang sedang kuliah dan yang tinggal di Korea, seoulistic, dan tidak lupa dengan mbah google. Semua memberikan kata kunci yang sama, yaitu layering. Kita belum tahu kekuatan kita menghadapi hawa dinginnya. Si papa berkata, biasanya hawa dingin saja tidak masalah, yang jahat itu anginnya. Saya manggut-manggut saja, maklum saya tidak punya pengalaman tinggal di luar. Walaupun layering-nya tidak seperti tango (yang berapa lapis? Ratusan? Lebih), tapi untuk anak-anak bisa jadi 5 sampai 6 lapis kalau lagi dingin sekali.

Bahan dari pakaian pun juga penting. Kalau bahannya tipis, mau pakai 10 lapis juga tetap kedinginan. Thermal wear pun memegang peranan penting bagi kami. Kami membeli heattech dan jaket (kakak saya bilang itu sih namanya sweater, bukan jaket) fleece dari Uniqlo. Lumayan menolong loh. Apalagi kalau pakai yang extra warm. Mungkin buat yang sudah biasa tinggal di negara empat musim, banyak yang bilang tidak perlu pakai thermal wear, tapi ternyata bagi orang yang pertama kali mengunjungi negara empat musim, banyak yang bilang thermal wear itu sangat membantu. Thermal wear biasanya atasan dan bawahan, tetapi kalau membeli di Uniqlo, atasan dan bawahannya terpisah. Oya, pintar-pintarlah melihat promo. Saya selalu membeli saat promo, yang jatuhnya murah (prinsip emak-emak, murah tapi kualitasnya bagus).

Kiri: Heattech, Kanan: Jaket fleece with hoodie. Sumber uniqlo.com
Untuk jaket, bukan saja yang waterproof, tetapi kalau bisa yang windproof. Sempat tertarik dengan jaket ultra light down Uniqlo yang tipisnya minta ampun namun ampuh untuk menahan dingin. Tetapi memang harganya tidak sopan. Bersyukurnya, tiba-tiba tante si papa menawarkan untuk meminjam jaket anaknya yang dulu kuliah di luar. Dan saat pulang liburan, saya mendapat hibahan jaket down bulu angsa dari kakak saya. Love you full,sis :*
Ultra Light Down Uniqlo, yang cuma satu kantong kecil dan enteng nian.

Dua. Aksesoris tambahan

Yang dimaksud aksesoris tambahan adalah sarung tangan, syal, topi. Saat musim dingin, yang akan dingin duluan adalah jari, kuping, dan hidung. Oleh sebab itu, sarung tangan, syal, dan topi menjadi sangat penting. Berhubung suami punya banyak syal, jadi kami tidak perlu beli lagi. Yang perlu kami beli adalah sarung tangan dan topi. Untuk sarung tangan, carilah sarung tangan yang bisa untuk touch screen. Kan gak lucu mau foto harus buka sarung tangan lalu pakai lagi. Masker pun membantu supaya nafasnya tidak kedinginan. Tetapi kalau malas pakai masker, syal juga dapat digunakan untuk menutupi hidung. Kacamata hitam juga berguna. Kenapa? Karena walau hawanya dingin, tetapi sinar UV-nya kencang sekali. Jadi supaya mata tidak terlalu silau, sebaiknya menggunakan kaca mata hitam.

3. Sepatu

Kalau jalan-jalan ketika isu terkini dingin, lupakanlah sendal terlebih dahulu. Paling enak gunakan sepatu yg menutupi mata kaki. Idealnya sih boots buat winter. Tapi boots itu harganya tidak mengecewakan. Kami memilih sepatu olahraga atau sepatu kets yg bukan menurut kain. Untuk menunda hawa dingin, kami tinggal cari kaos kaki yang tebal. Heattech pula ada kaos kakinya loh. Atau kaos kaki berbahan wool pula boleh. Karena kaos kakinya lumayan tebal, usahakan gunakan sepatu yang agak kebesaran.

4. Heat Pack

Awalnya tahu benda ini dari hasil baca blog orang-orang Singapore yang sering jalan-jalan ke Seoul. Heat pack, atau hot pack adalah semacam alat penghangat badan kecil yang dapat dibawa. Ada yang ditempel pada baju, ada juga yang dipegang di tangan. Lama-lama berpikir enak juga ya kalau bawa itu, apalagi bawa anak-anak. Kasihan kalau kedinginan. Akhirnya kami berkunjung ke Daiso di Mall Artha Gading. Pas tanya mbaknya, eh malah dijawab yang buat kompres ya. Untung ada satu mbak yang tahu, dan ternyata sudah lama tidak masuk ke Indonesia. Hiks.... Tapi bulan lalu pas jalan-jalan ke Daiso, kami melihat heat pack kok. Andai tidak ada, hampir setiap supermarket yang kami temui di Seoul jual heat pack juga (dan rasanya setiap negara yang ada empat musim juga jual).

Lima. Lip Balm, lotion, sunblock

Saat animo dingin, kulit cepat sekali kemarau. Maka jangan lupa membawa lip balm & body lotion. Bahkan sunblock juga. Saya pertama ngeyel sama papanya, memangnya mau ke pantai jadi bawa sunblock. Eh, sehabis googling, ternyata di Australia, pada waktu musim dingin, disarankan memakai sunblock ketika bermain pada luar ruangan. Karena jeda antara surya & bumi lebih dekat, sebagai akibatnya gambaran sinar UV lebih tinggi.

6. Obat-obatan

Ini sih sudah pasti, mau ke mana saja, obat-obatan dan vitamin itu penting. Apalagi berobat di negara orang itu repot. Obat flu dan obat perut yang paling penting dibawa. Karena kalau cuaca dingin, dan kondisi tubuh lagi drop, takutnya jadi rentan terhadap flu. Minyak kayu putih dan hand sanitizer juga jangan lupa dibawa ya.

7. Persiapan Tubuh.

Badan kita sudah terbiasa dengan negara tropis. Maka untuk berlibur ke negara empat musim, badan kita pun harus dipersiapkan. Doping vitamin pun dilakukan sebelum berangkat. Apalagi kalau membawa anak-anak. Kami biasanya tidak menyebutkan tanggal pastinya kami akan pergi. Biar mereka tidak terlalu exicted. Pemilihan jam keberangkatan pun dipilih yang tidak membuat mereka lelah. Sebetulnya maskapai yang akan kami gunakan mempunyai 2 kali jadwal penerbangan, yaitu pagi dan malam. Kami berpikir kalau terbang malam dan sampai pagi, rasanya kurang istirahat. Apalagi ini adalah musim dingin pertama yang akan kami lalui. Walau teman yang di Seoul bilang kemungkinan kami datang saat cuaca sedang 'hangat', tapi tetap saja untuk orang yang dari negara tropis pasti rasanya dingin. Maka kami memilih jalan pagi dari Soetta dan sampai di Incheon petang hari waktu setempat. Walau akhirnya tidak bisa kemana-mana saat sampai (karena imigrasi, makan malam, naik kendaraan ke downtown, pasti sampai downtown jadi malam), tetapi anak-anak bisa langsung istirahat di guesthouse.

Berbekal tujuh persiapan di atas, kami siap buat menikmati liburan trend dingin kami :)

Next: Menuju Mago Guesthouse dengan Arex

Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami di Seoul, silakan kliklink berikutini.

Bersantai di Perpustakaan Nasional

Salah satu kegiatan yang paling saya sukai dari kecil adalah membaca. Bagi saya, saat membaca, bukan hanya saya mengetahui banyak informasi, tetapi saya juga bisa santai sejenak. Dan sejujurnya saat saya sekolah dari SD sampai dengan kuliah, saya hanya datang ke perpustakaan sesekali saja walaupun saya suka membaca. Mengapa? Karena saya tidak tahan dengan bau buku tua dan bau apek di dalam perpustakaan (no offense ya). Bagi saya, berbeda dengan perpustakaan diluar yang wangi dan terang, perpustakaan saat saya sekolah terkesan gelap dan apek.

Namun pandangan itu berubah saat kami dan teman-teman mengunjungi perpustakaan nasional yang baru saja diresmikan pada 14 September 2017 yang lalu. Pertama kali Duo Lynns menginjakkan kaki di tempat ini, Duo Lynns cukup norak melihat gedung perpustakaan yang besar. Pengalaman mereka hanyalah mengunjungi perpustakaan di Cikini. Desain gedung yang seperti buku terbuka ini membuat gedung baru ini terlihat begitu megah. Dan bukan saja gedungnya yang megah, parkirannya pun banyak. Dengan adanya parkiran basement para pembawa kendaraan bermotor menjadi lebih tenang saat berkunjung ke sini.

Perpustakaan Nasional
Kami membuat kartu anggota dan langsung menuju lantai 7 yang memang dikhususkan untuk anak-anak. Saat masuk ke situ, hilanglah semua bayangan akan perpustakaan yang membosankan. Sayangnya kunjungan kami yang pertama hanya sebentar, dan anak-anak lebih banyak bermain di playground yang berada di dalam ruangan. Hmm, adanya playground memang membuat anak tergoda untuk bermain.

Belum merasa puas, kami pun mengunjungi pulang perpustakaan ini beserta-bersama sahabat-sahabat yg berbeda. Karena papa sibuk, maka om Grab yang mengantar kami. Dari depan gedung, kami diarahkan satpam buat masuk ke bangunan tua. Kami pun manut dengan pak Satpam. Dan memang ketaatan akan membentuk buah yg baik bukan?

Bangunan tua ini menyimpan pameran benda-benda yang herbi sejarah perpustakaan & jua sejarah atau bagaimana cara orang menulis. Dan yang relatif mengejutkan kami, mereka memadukan lukisan pada dinding menggunakan gambar interaktif berdasarkan proyektor.

Diantara dua pilihan....
Quote dari R.A. Kartini
Dari pameran yang ada, kami mendapatkan beberapa informasi. Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, karya rekam termasuk digital, secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. Dengan kata lain, perpustakaan bukan hanya mengenai pengumpulan buku, namun juga menjaga buku-buku tersebut dan mengorganisir buku-buku tersebut sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan apapun.

Perpustakaan keliling yang akan mendatangi daerah-daerah terpencil agar semua anak dapat membaca.
Peta Indonesia secara interaktif.
Gambar interaktif yang dipadukan dengan lukisan di dinding.
Berbagai sarana untuk menulis, dari bambu, daun lontar, kayu ulin, hingga kertas.
Setelah puas berfoto melihat-lihat, kami pun berpindah ke gedung baru, Gedung baru ini terdiri dari 24 lantai. Setiap lantai mempunyai berbeda isinya. Lantai 1 merupakan lobby hall dan display. Di lantai ini ada beberapa cafe yang dapat dikunjungi oleh pengunjung perpustakaan yang sedang kelaparan atau mencari cemilan. Lantai kedua adalah tempat layanan keanggotaan. Apa sih keuntungannya menjadi anggota perpustakaan? Ya pasti dapat meminjam buku yang kita mau. Pembuatan kartu ini tidak lama, tetapi yang membuat lama adalah banyaknya orang yang ingin mendaftar. Disarankan mendaftar dulu secara online di website mereka. Jadi sampai sana tinggal mengantri untuk foto dan mengambil kartu.

Direktori Gedung Perpusnas.
Seperti waktu yang lalu, lantai yang kami tuju adalah lantai 7, tempat yang menjadi surga buku bagi anak-anak. Berbeda dengan saat pertama kali kami datang, sekarang sudah tidak ada tempat mainnya. Suatu hal yang baik, jadi anak-anak dapat lebih semangat membaca buku. Buku-buku di sini lumayan lengkap loh. Ada buku-buku cerita, buku terbitan Grolier, buku-buku berbahasa Inggris, ensiklopedi, dan buku-buku lainnya. Yang menarik adalah pilar-pilar di lantai ini dihiasi wall paper yang berisi cerita-cerita rakyat, seperti kisah Raja Ampat, sungai Landak, dan Tadulako Bulili.

Salah satu rak yang berisi buku-buku.
Dinding bercerita
Karena banyaknya buku yang menarik, kami pun bertanya kepada petugas perpustakaan apakah kami dapat meminjam buku. Ternyata kami hanya dapat membaca, bukan meminjam. Alasannya karena buku-buku di perpustakaan nasional Salemba belum semuanya dipindahkan ke sini. Jadi untuk sementara pengunjung belum dapat meminjam buku.

Asyiknya membaca...
Buat yang membawa tas, kita dapat menitipkan di loker yang disediakan. Jadi acara membacanya akan lebih enak dan kita pun tidak akan dicurigai membawa buku tersebut pulang (eh...). Untuk yang membawa bayi, di sini juga ada nursery room. Dan dibagian luar terdapat bagian outdoor yang dapat digunakan untuk aktivitas anak. Menarik bukan? Rasanya saya betah di dalam sini seharian.

Sudut membaca yang nyaman
Oya, di sini juga ada panggung. Mungkin untuk acara-acara istimewa. Dan begitu melihat panggung, anak-anak ini langsung lupa daratan dan sibuk berpose diatas panggung. Untungnya hari itu perpustakaan sepi, kalau tidak kami bisa dipelototi oleh staff yang ada.

Lupa daratan jika melihat panggung.
Setelah puas berfoto, dan sudah jam makan siang, kami pun memutuskan untuk pulang. Tentu saja acara bermain dan membaca di sini tidak cukup sekali saja. Akan ada kesempatan lain dimana kami bisa membaca kembali di sini. Dan seperti kata R.A. Kartini diatas, untuk memajukan masyarakat dibutuhkan peran serta keluarga. Salah satunya dengan cara menjadikan membaca di dalam keluarga.

Sekolah-sekolah saja tidak dapat memajukan masyarakat, tetapi juga keluarga di rumah harus turut bekerja. Lebih-lebih dari rumahlah kekuatan mendidik itu harus berasal  ~ R.A. Kartini

Perpustakaan Nasional

www.Pnri.Go.Id

Jl. Medan Merdeka Selatan no.11 Senen, Gambir, Jakarta Pusat

Jam operasional: 07.30 - 18.00 (hingga 16.00 untuk Sabtu dan Minggu)

Day 7: Lotte World Seoul

Day 7....

Tak terasa hari ini adalah hari terakhir liburan kami di Seoul . Dan kami berencana untuk mengisinya dengan bermain ke salah satu taman bermain yang ada di Seoul . Ada beberapa taman bermain yang dapat dikunjungi di Seoul dan daerah sekitar Seoul, seperti Onemount Snowpark, Seoul Land , Everland, dan Lotte World. Karena kami datang saat musim dingin, maka kami memilih Lotte World. Selain karena lebih dekat dibanding Everland, di Lotte World juga ada bagian indoor. Jadi andaikan udaranya dingin sekali, maka kami bisa bermain di dalam.

Di pagi hari sebelum kami berangkat, kami mengisi perut dengan sarapan di Step Inn dulu. Ini menjadi sarapan terakhir kami di Step Inn karena besok pagi kami harus kembali ke Jakarta pagi-pagi benar. Sambil menikmati ham dan keju yang disediakan di sini, Nathan (manajer di Step Inn) bertanya bagaimana liburan kami kemarin. Dia menceritakan bahwa kemarin adalah hari pertama dari rangkaian the coldest day in winter di Seoul. Hmm...tak heran kemarin dinginnya luar biasa. Dan hari ini pun ternyata suhunya tidak jauh berbeda dengan kemarin. Suhu tertingginya adalah -10celcius dan suhu terendahnya adalah -18celcius. Real feel-nya? Bisa dibawah -20celcius. Nathan mengingatkan kami, terutama anak-anak, agar menjaga diri kami hangat. Takut kami terkena frostbite. What a nice person. Thanks Nate.

Setelah terselesaikan sarapan, kami pun berjalan menuju stasiun. Untuk menuju Lotte World tidaklah susah, cukup menuju stasiun Jamsil (line 2 atau line 8) dan keluar melalui exit 4. Nah enaknya tinggal pada Step Inn, kami tinggal berjalan ke stasiun Euljiro 1-ga yang juga merupakan line 2. Lamanya bepergian menuju stasiun Jamsil lebih kurang 25 mnt.

Kesalahan pun terjadi saat kami menuju Lotte World. Harusnya kami keluar melalui exit 4, namun kami mengikuti petunjuk yang ada dan keluar di Lotte Tower. Ternyata Lotte Tower dan Lotte World itu berbeda. Setelah bertanya sana-sini dan berjalan menyeberangi jalan raya, akhirnya kami sampai di Lotte World. Karena kami membeli tiket secara online melalui Klook, harganya jauh lebih murah daripada kami membeli tiket di tempat dengan menunjukkan passport, kami harus menukarkan voucher yang ada di south gate. Kami pun mendapatkan tiket kami dan segera masuk ke dalam Lotte World.

Lotte Tower

Seperti yang saya utarakan diawal, Lotte World merupakan gabungan indoor dan outdoor Theme Park. Bagian outdoor mereka disebut Magic Island. Ciri khasnya adalah istana yang sering kita lihat di film-film. Apalagi dibagian outdoor juga ada danau Seokchon yang membuat Magic Island ini terlihat begitu indah. Bagian indoor, yaitu Adventure Land, terbagi menjadi 4 lantai dan basement. Di setiap lantai terdapat wahana-wahana yang menarik. Ciri khas dari bagian Adventure Land adalah balon udara dan monorail yang mengitari bagian dalam bangunan ini. Di bagian dalam ini juga terdapat Folk Museum. Katanya sih Folk Museum ini berbeda dengan Folk Museum yang ada di Gyeongbokgung.

Yang cukup unik, di Korea Selatan ini harga tiket masuk theme park itu berbeda-beda. Ada tiket masuk theme park saja, biasanya untuk yang cuma suka foto-foto di dalam dan menikmati suasananya, ada juga tiket masuk plus bermain di dalam, dan ada juga tiket masuk diatas jam empat sore. Dan memang banyak juga yang datang tidak untuk bermain. Biasanya sih orang lokal.

Tampang bahagia bisa masuk Lotte World

Setelah masuk, kami pun mencari coin locker terdekat untuk menitipkan winter coat kami. Di benak kami, karena kami main di indoor, jadi titip saja dulu winter coat baru nanti pas mau main ke luar diambil. Kami pun segera berjalan menuju carousel. Ternyata di sini kalau mau main harus menunjukkan tiket yang kami punya. Mungkin karena ada sistem yang hanya masuk untuk melihat-lihat saja, maka bagi yang berniat main harus menunjukkan tiket. Melihat tampang kami yang bingung, akhirnya petugas yang ada berkata kami boleh naik dulu, tapi nanti jangan lupa ambil tiket karena untuk naik wahana yang lain harus menunjukkan tiket.

Our first ride

Selesai bermain, kami kembali ke bagian locker untuk mengambil tiket kami. Setelah dipikir-pikir, kami tidak menaruh kembali winter coat kami ke dalam locker. Karena kami berpikir nanti akan repot lagi kalau mau keluar. Dan walaupun indoor, hawanya juga lumayan dingin. Jadi kalau pakai jaket masih ok.

Walaupun saat kami datang bukan musim liburan, namun suasana di dalam Lotte World sangat ramai. Apalagi hampir semua permainan di Magic Island ditutup karena cuaca yang begitu ekstrem. Di Adventure Land ini lebih banyak mainan yang menguji nyali dan adrenalin. Tidak begitu banyak mainan yang dapat dimainkan anak-anak. Rencana kami adalah naik aeronauts balloon ride alias balon udara di lantai 4 baru terus bermain ke bawah. Apa boleh buat, antrian untuk balon udara ini sudah luar biasa panjang. Kami pun turun ke lantai tiga untuk naik world monorail. Untungnya tidak ada antrian.

Selanjutnya kami bermain di lantai satu. Hampir semua mainan mengantri panjang kecuali mainan anak-anak. Kami pun memilih naik lotty train. Kalau tadi monorail mengelilingi lintasan di atas, maka lotty train ini sama saja seperti naik kereta di mall-mall, mengelilingi lantai satu saja.

Kiri atas: antri di Lotty Train. Kiri bawah: marching band yang berkeliling di lantai .

Kanan atas: lukisan mengenai Lotty & Lorry. Kanan bawah: Giant Loop yg antriannya luar biasa.

Mendekati jam makan siang, kami berputar untuk mencari makan. Menurut aplikasi Lotte World yang kami download,  tempat makan paling banyak di lantai basement. Dan ajaibnya, semua tempat di bawah penuh. Yang tersisa adalah tempat dengan makanan yang cukup mahal. Akhirnya kami kembali ke atas dan mencoba mencari tempat di Lotty’s Garden.

Lotty’s Garden merupakan food court yang berada dekat Giant Loop alias halilintarnya Lotte World. Food court ini sih dirancang dengan gaya Timur Tengah. Jadi sambil makan masih bisa melihat pemandangan di sekelilingnya. Makanan yang ada di sini termasuk murah dibanding makanan lain di dalam Lotte World ini. Makan siang kami terasa lebih enak karena sambil makan kami masih bisa menyaksikan pertunjukkan Lotty’s Adventure di Garden Stage.

Makanan kami: omurice dan paket ramyun dan lunch box.

Selesai makan kami beranjak ke area Magic Island. Harapannya sih semoga dengan matahari yang semakin bersinar akan ada wahana anak-anak yang dibuka. Namun nyatanya walau matahari sudah terang benderang pun cuaca masih membeku. Monorail yang mengitari danau tidak beroperasi. Danaunya pun sebagian membeku. Hanya dua wahana yang beroperasi, Ghost House dan Fantasy Dream. Akhirnya kami bermain di Fantasy Dream dan berkeliling sambil berfoto-foto.

Magic Island

Kami kembali ke Adventure Land untuk mencari permainan yang dapat dimainkan. Hampir semua permainan memiliki antrian yang lumayan, apalagi yang 4D. Antrian yang masih dalam batas kewajaran adalah permainan anak-anak. Akhirnya kami pun berputar di wilayah permainan anak-anak.

Permainan anak-anak di lantai 1 dan basement.

Lucunya di sini banyak sekali anak-anak yang menggunakan kostum princess dan didandani. Bahkan ada stand yang memang khusus menyediakan rental kostum.

Mendekati jam dua siang, terdengar pengumuman, kami segera bergegas ke area Parade Course. Dibanding saat kami di Hong Kong Disneyland, semangat untuk melihat paradenya tidak sebesar saat kami di Disney. Saat parade dimulai, barulah anak-anak mulai berkumpul. Yang menarik adalah saat acara menari bersama, semua karakter yang ada berhenti dan menari dengan anak-anak. Mungkin karena luas areanya yang tidak terlalu besar, maka semua anak dapat ikutan menari bersama karakter-karakter yang ada. Dan diakhir parade ternyata ada anak-anak yang terpilih untuk ikut parade. Ternyata itulah alasan anak-anak ini menyewa kostum di dalam sini, siapa tahu bisa terpilih untuk ikut di parade.

Kiri atas: Soohorang dan Bandabi ikut dalam parade.

Kiri bawah: mobil-kendaraan beroda empat mini ini berubah sebagai transformer nantinya.

Kanan: berfoto dengan princess :)

Kiri atas: Sinbad. Kanan atas: Anak dengan kostum yang terpilih ikut parade.

Menjelang malam, semakin banyak anak muda yang menggunakan pakaian seragam beredar di dalam Lotte World. Sebagian sibuk berfoto di depan castle diMagic Island. Lucu juga melihat mereka membukacoat mereka supaya dapat foto tanpa coat (biar lebih keren) dan segera menggunakan coat mereka (karena kedinginan setengah mati) setelah mereka berfoto. Anak zaman now.

Pembuka Night Parade yang keren
Berpose di depan Ice Rink

Setelah seharian di dalam Lotte World ada beberapa hal yang dapat sebagai tips bila ingin berkunjung ke Lotte World.

1. Belilah tiket secara online. Walaupun kita dapat mendapatkan tiket setengah harga hanya dengan menunjukkan passport, kami sarankan untuk membeli dari situs-situs online yang ada. Harganya bisa dibawah harga resmi. Kalau kami, seperti biasa melalui Klook.com (bukan endorse ya)

dua. Bagi yg membeli tiket secara online, maka pribadi saja menuju ke South Gate. Kami sih pribadi bertanya kepada petugas terdekat agar tidak usah gundah berkeliling sambil kedinginan.

3. Bagi yang membawa banyak barang, dapat menitipkan di coin locker. Harganya sih cukup murah, 500 won kalau tidak salah. Daripada repot membawa barang. Tetapi kalau musim dingin, winter coat lebih baik tetap dipakai karena cuaca indoor juga terasa dingin.

4. Bagi yang pertama kali berkunjung ke sini, pastilah akan merogoh tiket terusan. Nah, ingat buat membawa tiket terusan kemana pun kita tersebar pada pada Lotte World. Mengapa? Lantaran kalau mau naik sarana wajib menunjukkan tiket terusan.

5. Karena aeronauts balloon ride merupakan wahana yang paling banyak penggemarnya, kami menyarankan untuk bermain ini terlebih dahulu. Jadi lebih baik mulai dari lantai empat. Kami pun akhirnya tidak mencoba naik wahana yang satu ini. Antrian yang panjang membuat tidak semua orang dapat main permainan yang satu ini.

6. Untuk makan, harga di sana cukup bervariasi. Ada yang mahal sekali, dan ada yang standard. Bagi kami, makanan di Lotty’s Garden cukup wajar. Selain Lotty’s Garden, harga makanan di Lotteria cukup wajar juga. Bagi yang memiliki budget lebih dan ingin menikmati makanan dengan suasana berbeda, dapat juga mencoba Korean Traditional Restaurant yang terletak di Folk Museum.

7. Untuk minum, kami menyarankan untuk membawa botol air minum. Nanti di sana tinggal refill air minum saat makan. Kami mengisi botol kami saat makan di Lotty’s Garden.

8. Jangan lewatkan parade mereka. Sebetulnya wahana yang ada ya kurang lebih sama. Namun parade mereka memang layak mendapat acungan jempol. Di parade siang mereka mengajak anak-anak menari dan berfoto bersama. Sedangkan di parade malam, mereka memadukan antara Night parade dengan seni tradisional mereka.

Night Parade

9. Bukalah website atau aplikasi mereka dan periksalah mainan mana saja yang sedang dalam perawatan. Selain itu, karena banyak sekali wahana yang ada, dan tidak semua dapat dimainkan anak-anak, maka kami menyarankan untuk memeriksa mainan apa saja yang ada dan yang akan dimainkan oleh anak-Jadi menghemat waktu saat di Lotte.

Magic Island di malam hari.

10. Jangan lupa untuk berfoto di depan istana mereka di siang hari dan malam hari. Suasananya sangat berbeda. Sabar-sabar saja kalau harus bergantian dengan ABG-ABG di sini.

Daytime Magic Island

Diawal kami datang, ada sedikit kekecewaan karena kami tidak begitu bisa menikmati permainan yang ada. Apalagi banyak orang yang mengatakan bahwa Lotte World adalah Disneylandnya Seoul. Bagi kami, jauh sekali bedanya. Namun memang Lotte World dan Hong Kong Disneyland adalah dua theme park yang berbeda dengan ciri khasnya masing-masing. Anak-anak baru merasa senang setelah mereka melihat parade siang. Mereka dapat menari dan berfoto dengan karakter yang ada. Jadi memang sebaiknya tidak usah membandingkan kedua theme park ini. Hehehe.

Foto sebelum pulang, gak rela gitu untuk pulang =D

Setelah parade malam selesai, dan bermain carousel satu kali lagi, maka kami pun bergegasa menuju stasiun Jamsil untuk kembali ke Myeongdong. Kami tetap memilih line 2, supaya lebih gampang. Karena malam ini adalah malam terakhir kami di Seoul, maka kami kembali hunting streetfood dan membawanya ke hostel tempat kami menginap. Packing untuk pulang pun segera dilakukan setelah mengisi perut dengan makanan-makanan yang enak tersebut.

Ulah Duo Lynns, minta difoto sambil mengeluarkan asap menurut lisan karena dingin.

PS:

Ternyata suasana dingin yang kami alami belum sedingin saat kami akan pulang. Di pagi hari saat kami pulang, suhu udaranya -18celcius tetapi karena anginnya membuat udara seakan -30celcius.

Perbedaan suhu saat kami pulang dari Seoul dengan real feel -30 celcius(kiri)

dan saat kami tiba pada Soetta dengan real feel 31 celcius(kanan). Ekstrim....

Before: Petite France yang Mungil

After: Top Things to Do in Myeongdong

Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami di Seoul, silakan kliklink berikutini.

Sekilas Informasi

Lotte World

http: www.lotteworld.com

Jam operasional: 09.30 ? 23.00

Cara menuju ke sana: stasiun Jamsil exit 4.

Tips Menggunakan Public Transport di Seoul

Celetukan-celetukan seperti itu sering saya dengar saat teman-teman bertanya tentang jalan-jalan ke luar negeri. Sebagian cukup aneh takjub saat mendengar kami selalu membawa anak-anak saat kami jalan-jalan, apalagi keluar negeri dan sendiri alias tidak gabung dengan tour dan travel. Dan biasanya mereka pun takut ngeteng alias jalan sendiri karena takut kesasar saat bawa anak-anak jalan. Pemikiran seperti itu memang wajar, apalagi kalau membawa anak-anak. Kebanyakan takut anaknya rewel saat naik transportasi umum.

Tetapi bagi kami, naik turun transportasi umum di negara orang itu sangat seru. Anak-anak pun senang saat diajak naik transportasi umum. Saat  kami ke Seoul pun kami menambah pengalaman kami, selain naik turun MRT, dengan naik turun bus umum. Selain karena harganya yang murah, kami dapat melihat langsung dan berinteraksi dengan masyarakat setempat, bahkan disangka sebagai orang lokal. Pengalaman seperti ini belum tentu didapatkan jika kami menggunakan tour atau travel ataupun taksi.

Ada beberapa tips ketika menggunakan alat transportasi generik di Seoul.

1. Gunakan kartu transport buat mempermudah kita dalam berkendaraan.

Di Seoul ada banyak pilihan kartu transportasi yang dapat mempermudah kita untuk naik turun transportasi umum. Ada yang namanya T-Money, Cashbee, Discover Seoul Pass , dan Seoul City Pass+ . Bedanya apa?

T Money

T-Money adalah kartu transportasi yang bisa digunakan sebagai alat membayar taksi, kereta dan beberapa supermarket. Kartu ini dapat dibeli di stasiun ataupun supermarket. Hampir mirip sepertiez linkdi Singapura atauoctopus carddi Hong Kong. Keuntungan menggunakan T-Money adalah potongan 100 won (kurang lebih Rp 1.200,00) saat menggunakan kendaraan umum. Lalu dengan T-Money, kita tidak perlu mencari mesin untuk membeli tiket dan mencari mesin untuk me-refundtiket. Efisiensi waktu jadinya. Cashbee hampir sama dengan T-Money, hanya saja dikeluarkan oleh perusahaan yang berbeda.

Discover Seoul Pass. Sumber foto: visit korea.

Sedangkan Discover Seoul Pass, Seoul City Pass+ merupakan gabungan dari T-Money dan tiket masuk atau potongan diskon ke beberapa tempat wisata. Biasanya mereka menawarkan paket 1 hari atau 2 hari masuk secara bebas ke tempat-tempat wisata atau mendapatkan potongan di beberapa tempat wisata. Bagi yang memang mau menghabiskan waktu berkeliling Seoul dalam 1 hari, maka memiliki kartu-kartu ini akan sangat membantu.

Bagaimana dengan kami? Kami memilih menggunakan T-Money. Kami membelinya di toko buku di airport . Harga dari kartu T-Money adalah 2.500 won. Itu harga kartu saja. Untuk menggunakannya harus top up lagi. Top Up kartu ini pun lumayan mudah. Dapat melalui counter di subway, atau ke supermarket.

Jika sudah tidak digunakan lagi, nilai nominal yang ada di kartu tersebut bisa di refund tetapi dikenai biaya 500 won dan kartunya tidak bisa diganti uang, tidak seperti octopus card. Kartu menjadi milik kita. Ya anggap saja kenang-kenangan atau suvenir. Dan kalau ke Korea lagi (siapa tahu ada kesempatan berikutnya), kartu ini bisa digunakan lagi. Oya, untuk anak-anak, selama dibawah 7 tahun dihitung gratis loh.

2. Pelajari sistem metro subway yang ada.

Seoul Subway Map.

Bagi yang sudah pernah jalan-jalan ke Singapore, pastinya tidak asing dengan yang namanya MRT atau Metro Subway. Di Seoul sendiri ada 9 line dan kurang lebih 10 line lintas wilayah yang dikenali dengan warna yang berbeda. Yang membuat sedikit berbeda adalah karena MRT sudah lama ada di Seoul, terkadang susah mencari eskalator atau lift di MRT. Dan terkadang di beberapa stasiun persimpangan, platform antara line yang satu dengan yang lainnya lumayan jauh. Jadi siapkan tenaga untuk berjalan

Selain memelajari sistem metro subway yang ada, ada baiknya jika kita juga mengetahui jam-jam sibuk alias rush hour-nya. Seperti lalu lintas yang padat di Jakarta, pukul 07.00 – 08.00 dan 18.00 – 19.00 merupakan jam-jam dimana subway sangat padat. Walaupun demikian, kita masih dapat kelayapan pada jam-jam diatas, hanya saja kita juga harus mampu bergerak dengan cepat.

3. Pahami istilah dan kode yang ada di stasiun metro.

Petunjuk yang ada di setiap subway. Sumber foto: Seoulistic.com

Walau sistem metro di Seoul terlihat ribet jika belum pernah menaikinya, ternyata kode dan sistem yang ada cukup memudahkan. Biasanya di lantai platform terdapat segitiga dan ada dua angka di dalam segitiga tersebut. Angka pertama merupakan nomor gerbong dan angka kedua adalah nomor pintu. Misal 9-3, berarti tempat kita berdiri adalah gerbong kesembilan dan pintu ketiga. Apa sih fungsinya? Selain untuk membantu kita mengetahui di gerbong dan pintu mana kita berdiri, ternyata angka-angka ini membantu saat kita transfer dari satu line ke line yang lain.

Seperti yang tersebut diutarakan, pada Seoul terdapat begitu banyak line & terkadang jarak tempuhnya lumayan. Nah biasanya terdapat beberapa pelaksanaan yang memberi memahami kita harus berdiri pada pintu ke berapa dan gerbong berapa agar kita nir usah berjalan jauh ketika transfer ke line lainnya.

4. Pelajari bus dan sistem bus yang ada

Bus di Seoul

Bus di Seoul dibedakan berdasarkan empat warna. Bus berwarna biru beroperasi menghubungkan stasiun subway dengan rute biru seperti perumahan. Bus dengan warna hijau beroperasi antara distrik satu dengan yang lainnya di kota yang sama atau jarak dekat. Bus dengan warna kuning berarti circular bus, seperti bus yang digunakan saat menuju N Seoul Tower. Sedangkan bus dengan warna merah berarti bus ekspress, yang biasanya melayani rute antar kota terdekat. Yang menariknya, jika kita baru saja menaiki subway lalu pindah ke bus (atau sebaliknya), harga yang dibayarkan bukan harga masing-masing (subway dan bus), tetapi ada potongan dari salah satu.

Salah satu hal yg mempermudah urusan naik bus di Seoul merupakan di setiap halte bus disediakan nomor -angka bus yang akan lewat halte tersebut dan berapa usang lagi bus tersebut akan tiba pada halte tadi. Jadi kita pun memahami berapa usang kita harus menunggu. Dan tentunya naiknya pun wajib berbaris, tidak bisa main serobot.

Lima. Gunakan map yang dapat memetakan bepergian, baik dengan bus, subway, ataupun berjalan kaki.

Kebiasaan kami saat traveling adalah mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara menuju ke suatu tempat. Saat kami mau jalan-jalan ke Seoul, kami mengandalkan tiga sumber untuk melihat peta. Yang pertama adalah Google Map. Dengan Google Map, kita dapat mengetahui bus mana yang harus dinaiki, subway apa yang harus dinaiki. Namun kelemahan Google Map adalah ketidakmampuannya untuk memetakan perjalanan dengan berjalan kaki. Untuk mengatasi ini, kami menggunakan Rome2rio.com. Situs yang satu ini sangat bermanfaat jika kita mau berjalan dari suatu titik ke titik yang lainnya.

Sedangkan untuk mengetahui berapa besar biaya saat naik subway, lama perjalanan, lalu harus transit dimana dan gerbong dan pintu manakah yang mempermudah perpindahan jalur, kami biasa menggunakan Seoul Metro atausmrt.co.kr. Dengan program ini kami mendapatkan gambaran sebelum kami menuju suatu tempat.

6. Download aplikasi untuk bus dan metro.

Aplikasi public transport di Metro.

Pada kunjungan kami yang kedua, karena lebih lama dibanding kunjungan yang pertama, maka kami pun men-download app yang mempermudah kami. Ada beberapa aplikasi yang kami download, yaitu Seoul Subway, Korea Subway Bus, dan Korea Tour. Keuntungan dari Korea Tour adalah dapat digunakan saat tidak ada koneksi internet.

7. Jangan malu untuk bertanya.

Seperti pepatah berkata:’malu bertanya sesat di jalan’, yang namanya jalan-jalan itu tidak boleh malu bertanya jika sudah bingung. Hal ini selalu kami terapkan. Memang akan mudah jika jalan-jalannya ke Negara tetangga yang mengerti bahasa Melayu dan Inggris. Bagaimana kalau penduduk setempat tidak mengerti bahasa Inggris?

Kata kuncinya adalah bertanyalah kepada orang, baik muda atau tua, biasanya mereka mengerti bahasa Inggris. Saat kami menuju Onemount, kami sempat bingung harus naik dari halte yang ada di tengah jalan atau yang di pinggir jalan. Kami pun bertanya kepada salah satu anak muda, dan dia pun bilang harus naik dari halte tengah jalan. Saat sudah di halte yang ada di tengah jalan pun kami bingung melihat rute bus nomor 80 berbeda dengan rute yang ada di catatan. Ternyata bus nomor 080 dan 80 itu berbeda. Untungnya supir bus, seorang ahjussi, mengerti saat kami bertanya.

Bagaimana apabila telah mempersiapkan, telah bertanya tetapi permanen kesasar? Anggap saja kita sedang mengajak anak-anak berpetualang. Dan menurut pengalaman kesasar, anak-anak pun akan menyadari kalau kesasar tidak usah panik. Tetap hening & cari jalan yg sahih :)

Note: Untuk cerita lebih lengkap mengenai liburan kami di Seoul, beserta tips dan informasi lainnya, silakan kliklink berikutini.

Featured Post

Benteng dan Istana Rajasthan yang Menakjubkan

Rajasthan "Pemandangan Rajasthan dihiasi dengan sejumlah benteng, benteng, benteng, istana dan benteng yang berbicara tentang se...