Showing posts with label Tangerang. Show all posts
Showing posts with label Tangerang. Show all posts

Tamasya di Aeon Mall dan Ikea

Seperti yang sudah disebutkan di post sebelumnya, libur lebaran merupakan saatnya kami menikmati jalanan yang lengang untuk berjalan-jalan di Jakarta dan sekitarnya. Dalam rangka menikmati jalanan yang lumayan sepi, kami memutuskan mengisi liburan kami dengan cara berjalan-jalan ke kota sekitar Jakarta, yaitu Tangerang. Eits, jangan tertawa dulu. Buat kami, jalan-jalan ke Tangerang itu hal yang wah loh. Hal yang dapat kami lakukan saat Jakarta sedang sepi. Kalau tidak, macetnya yang gak nahan. Sampai teman saya suka bilang, jangan lupa bawa passport kalau ke Tangerang (cukup lebay bukan).

Tujuan kami adalah Aeon Mall di BSD City dan juga Ikea. Kenapa kami memilih tujuan tersebut? Alasannya simple, kami mau menikmati makan sushi di Aeon dan menikmati sale di Ikea (kebetulan quilt cover kami rusak, jadi kan harus diganti). Makan sushi di Aeon merupakan hal yang kami incar-incar. Sebelumnya kami pernah datang Minggu sore ke Aeon, dan saat kami tiba di Aeon, tempat makan sushi sudah penuh orang. Alhasil kami tidak jadi membeli sushi dan makan di ramen village. Maka kali ini, kami memutuskan untuk pergi pagi-pagi. Harapannya pas Aeon buka, kami pas di sana. Ditambah pula, mau ajak para senior jalan-jalan ke sana (momong senior ceritanya).

Di hari yang sudah ditentukan, Sabtu, kami berempat dan juga tiga sekawan (oma, opa, dan oma adiknya opa) dengan penuh semangat masuk ke dalam mobil. Di benak kami semua, hari ini kami mau brunch sushi. Puji Tuhan jalanan pun tidak macet. Kami sampai di Aeon sekitar pukul 10.10 (sebetulnya pukul 10.00, tetapi cari parkirnya yang ribet). Asumsinya kami datang pagi-pagi, pasti tidak ramai dong. Tetapi yang kami lihat banyak mobil di parkiran Aeon. Positive thinking, deh. Mungkin mereka beli lalu bawa pulang untuk makan. Setelah dapat parkir, kami mencari toilet terlebih dahulu. Untuk urusan fasilitas, Aeon Mall boleh dapat jempol deh. Toiletnya bukan cuma toilet untuk perempuan dan laki-laki. Di Aeon Mall ini terdapat toilet untuk keluarga yang pintunya pintu geser loh. Duo Lynns paling senang ke toilet ini, norak dengan pintu yang dapat bergeser sendiri =))

Setelah dari toilet, kami bergegas ke bawah menuju supermarketnya. Dan kami cukup terkejut karena semua meja sudah penuh. Melihat penampilannya, yang sedang makan kebanyakan orang kompleks sekitar Aeon. Melihat yang beli tidak separah waktu itu, dan waktu masih cukup panjang, maka kami langsung memilih makanan yang kami inginkan. Setelah membeli, oma melihat ada keluarga yang sepertinya sudah selesai makan. Maka oma pun bertanya apakah meja sebelahnya kosong. Mereka malah memberikan tempat duduk mereka kepada kami. Memang tepat waktu, pas mau makan pas ada tempat.

Sushi matang untuk oma (atas) dan sushi mentah untuk yang lain (bawah)
Yakitori (atas), Okonomiyaki (bawah)
French fries dan Burger pilihan oma

Bagi yang belum pernah ke Aeon, which is unlikely, makan sushi di Aeon termasuk murah. Tetapi washabi, kecap asin, sumpit, dan perlengkapan lainnya harus bayar. Jadi kami membawa alat makan sendiri dan juga washabi sendiri. Tetapi karena kami membeli paket sushi yang agak besar, maka kami mendapatkan washabi dari mereka. Jadi washabi yang kami bawa tidak terpakai. Duo Lynns sudah berkicau mau sushi yang ini, mau sate yang itu. Makannya pun cepat, sushi gitu loh. Saat kami sudah selesai makan, dan papa sedang membuang sampah bekas kami makan, ada satu keluarga yang bertanya apakah kami sudah selesai. Kami pun mempersilakan mereka untuk duduk.

Tujuan kami berikutnya adalah menikmati soft matcha ice cream. Rasanya datang ke Aeon tidaklah lengkap jika tidak makan ice cream. Kami pergi ke lantai dua untuk makan soft served ice cream. Sebetulnya di bawah juga ada, tetapi kalau mau sepi, disarankan ke lantai dua Aeon Department Store. Lantai dua merupakan lantai untuk perlengkapan anak-anak (baju, mainan, aksesories). Di lantai ini juga ada Kidzoona, playground yang dikhususkan untuk anak-anak. Di samping playground ini ada Sweets Corner yang menjual makanan dan minuman. Kami biasanya membeli ice cream cone di sini.

Di samping Sweets corner ada Playroom corner.
Makanan yang dijual di Sweets Corner.
Saat kami datang, ternyata es krimnya belum ready dan kami harus menunggu kurang lebih 30 menit lagi. Alhasil rombongan sirkus kami pun terbagi dua. Karena oma mau cari kotak di Daiso, maka papa, oma, dan oma adik opa pergi ke Daiso dulu. Sementara saya, Duo Lynns, dan opa tetap di sini. Opa memang tipe orang yang senang melihat cucu bermain. Buat opa, melihat cucunya bermain, walau belum tentu opa ikut bermain, adalah suatu hal yang menyenangkan. Anak-anak berdiri di luar Kidzoona, melihat permainan yang ada di Kidzoona. Kidzoona hari ini ramai sekali. Weekend dan liburan pula. Kakak pun ingat bahwa mereka pernah main di sini bersama dengan sahabatnya yang tinggal di Surabaya. Dia pun berkata lain kali ke sini bareng mereka, saat Kidzoona tidak begitu ramai.

Kidzoona di Aeon Mall
Kakak yang mengeluarkan perlengkapannya setelah sudah bosan melihat-lihat.
Akhirnya ice cream yang ditunggu-tunggu sudah siap. Mereka segera duduk manis sambil menunggu mamanya membeli ice cream. Karena mereka tidak ada yang sakit, maka satu ice cream berdua. Besar banget sih ice creamnya. Kalau satu orang sendiri, bisa-bisa ice cream sudah lumer sebelum habis dimakan.

Kiri: Vanilla Matcha Ice Cream, Kanan: Matcha Ice Cream.

Tak lama kemudian, papa dan oma-oma tiba dengan belanjaan mereka. Giliran kloter kedua yang membeli ice cream. Biasanya saya dan suami selalu membeli yang green tea. Tetapi kali ini kami mencoba vanilla matcha. Rasa matcha yang tidak begitu manis tertutupi dengan vanilla yang manis. Not bad. Tetapi kami tetap lebih suka yang matcha saja.

Sambil menunggu, bergaya dengan meminjam peralatan di sana. Irit kan:D Selesai makan ice cream kami menuju ke Ikea. Berhubung kami agak udik jarang bermain di daerah Tangerang, jadi kami mengandalkan GPS. Dan karena salah belok, jadi sedikit melanglang buana di Tangerang. Untungnya, selalu ada untung bukan, jalanan sepi dan tidak macet. Akhirnya kami tiba juga di Ikea. Walaupun Lebaran membuat jalanan sepi, namun tidak demikian dengan mall dan Ikea. Macetnya pindah ke sini. Di luar Ikea saja sudah ada mobil yang berbaris sampai dua barisan. Berarti kemungkinan besar di dalam tidak ada parkiran. Akhirnya papa menurunkan kami semua di lobby dan papa mencoba mencari parkir.

Saat kami masuk ke dalam, Ikea dipenuhi dengan orang-orang. Sebagian dari mereka bahkan duduk di area display sambil makan. Di area ini terdapat playground yang disediakan oleh Ikea untuk anak-anak yang tingginya antara 100 cm dan 130 cm dan dapat ditinggal sendiri. Namanya adalah Smaland yang artinya adalah hutan ajaib. Walau Duo Lynns sudah mencapai tinggi yang disarankan, tapi mereka selalu mau ikut mama papanya berkeliling di dalam. Tujuannya sudah jelas, mau main di children's section atau kid's room.

Ramainya orang di Ikea, bahkan sampai makan di area display

Smaland, playground bertema hutan ajaib.
Akhirnya papa datang juga. Ternyata di dalam masih ada parkiran. Kuncinya sabar saja berkeliling di dalam sana, pasti dapat. Kami segera naik ke atas untuk mulai melihat-lihat. Di atas ternyata lebih seperti pepes ikan. Bahkan pihak Ikea berkali-kali mengingatkan agar orang tua yang membawa anak memegang anaknya supaya tidak hilang. Ini pertama kalinya kami mengunjungi Ikea saat weekend, biasanya weekdays dan pagi hari, dan kami memutuskan memang lain kali datanglah di hari biasa saja.

Yang tidak tahannya adalah saat menggunakan kamar mandi. Sudah antrinya yang panjang, baunya pun sudah tercium dari luar kamar mandi. Wah, luar biasa deh pokoknya.  Di section anak pun dipenuhi oleh banyak anak kecil dengan umur yang bervariasi. Duo Lynns bermain sebentar dengan mainan yang ada. Di sana sini terdengar tangisan anak yang mau beli ini, beli itu tetapi tidak diberikan ijin orang tuanya. Sisi positifnya, berarti banyak orang tua yang membawa anaknya untuk jalan-jalan, tidak ditinggalkan di rumah begitu saja.

Adik berpose dengan Chubby di section Kid's Room.

Selesai bermain sebentar, kami beranjak ke bawah. Oma, adiknya opa, mencari injakan kaki yang lumayan tinggi. Kami juga mencari quilt cover yang kami mau. Setelah lengkap barang-barang yang ingin kami beli, kami bergegas menuju kasir.

Kasirnya pun penuh lautan orang yang belanjaannya banyak dan besar-besar. Mumpung Ikea lagi sale dan habis dapat THR ya, bapak ibu. Tetapi antrian yang panjang itu dapat bergerak dengan cepat. Para senior pun memutuskan untuk antri beli burger di kantin cepat saji Ikea.

Atas: antrian untuk beli burger dan makanan lainnya. Bawah: antrian untuk bayar di kasir.

Kantin ini menyediakan snack seperti hotdog, roti goreng, ice cream, dan minuman seperti minuman soda dan kopi atau teh. Harganya pun termasuk murah. Hot dog-nya hanya Rp 8.000,00. Roti gorengnya Rp 5.000,00 per buah tetapi jika membeli enam buah jadi Rp 25.000,00. Good deal untuk kami yang beramai-ramai. Rasanya pun lumayan. Setidaknya bisa mengisi perut kami saat perjalanan pulang.

Setelah semuanya selesai, dan sempat bertemu dengan teman kami yang membawa anak-anaknya jalan-jalan ke sini, kami pun bersiap untuk pulang. Saat di jalan, sambil mengisi perut dengan hotdog dan roti goreng, anak-anak bercerita mereka senang dengan jalan-jalan hari ini. Para senior pun senang. Walaupun tema jalan-jalan hari ini adalah lautan manusia di dalam Aeon dan Ikea, namun ternyata masih dapat dinikmati oleh para senior dan anak-anak :)

Tips Hunting Buku di Big Bad Wolf

"Who's affraid of the big bad wolf, big bad wolf, big bad wolf?"

Saya sih takut dengan yang namanya serigala. Tetapi ada satu serigala yang tidak saya takuti, yaitu serigala yang suka jual buku bagus dan murah. Big Bad Wolf merupakan acara pameran buku dengan diskon 60% - 80%. Pameran buku ini dimulai pertama kali pada tahun 2009 di Kuala Lumpur. Sedang di Indonesia baru diadakan pertama kali tahun lalu.

Activity books untuk anak-anak dengan harga yang murah.

Bagi kami, buku merupakan sesuatu yang berharga. Kalau disuruh shopping, mata saya tidak pernah hijau. Tetapi kalau melihat buku, saya mudah sekali tertarik. Oleh sebab itu, saat tahun lalu diadakan acara The Big Bad Wolf Book Sale, kami menyempatkan datang pagi-pagi di hari terakhir. Kami sempat memborong buku, walaupun mencarinya susah karena sudah berantakan, dan tidak mengalami antrian saat membayar. Saat itu kami bertekad untuk datang lagi tahun depan di hari pertama, supaya dapat memilih buku-buku dalam keadaan masih rapih dan lengkap.

Architecture and design corner

Tahun ini Big Bad Wolf kembali diadakan mulai dari tanggal 21 April - 2 Mei 2017 di ICE BSD nonstop alias tidak tutup. Hal ini membuat kami semangat ke sana. Apalagi ternyata pihak BBW mengadakan preview sale pada tanggal 20 April 2017 dan yang masuk harus membawa tiket VIP. Saya pun iseng-iseng berhadiah mengikuti kuiz dan memasukkan blog. Dan kami pun mendapatkan keduanya. Senang rasanya. Apalagi dapat voucher Rp 100.000,00. Walaupun kami berpikir pasti pemegang tiket VIP akan banyak karena ternyata mendaftar jadi member saja bisa mendapatkan tiket VIP. Perjalanan menuju ICE pun tidak mudah karena kami harus menghindari macet akibat pengalihan pintu tol Karang Tengah.

Hore... dapat tiket VIP dan voucher.

Saat kami sampai di ICE BSD, antrian mobil sudah cukup banyak. Karena kami sampai di pintu hall 10, oleh pihak keamanan kami diminta masuk lewat pintu 8. Kami pun berjalan menuju pintu hall 8 tetapi pintu tersebut masih dikunci. Akhirnya kami dan para pemegang tiket VIP lainnya berjalan menuju hall 7. Pihak kemananan tidak memberikan kami berjalan menuju hall 6 karena hall 6 dipakai untuk Disney on Ice. Kami diminta untuk kembali ke hall 10 karena kami harus masuk dari sana. Tentu saja rombongan pemegang tiket VIP tidak mau. Mereka meminta pihak keamanan untuk mengontak dengan walkie talkie-nya daripada setelah kembali ke hall 10 kami disuruh balik lagi ke hall 8. Karena si adik kepingin ke toilet, maka kami meninggalkan papa di situ untuk menunggu hasil keputusan. Kami numpang masuk dari hall 6 dan mencari toilet terdekat. Setelah debat antara pihak keamanan dan yang berjaga di pintu dengan para pemegang tiket, akhirnya pintu hall 7 pun dibuka.

Antrian masuk ICE dan antrian pengambilan tiket VIP untuk member BBW.

Antrian untuk mengambil tiket cukup panjang. Karena tiket VIP saya didapatkan dari jalur blogger dan pemenang kuiz trivia, saya tidak harus antri di jalur yang mendapatkan tiket VIP dari daftar menjadi member. Saat kami masuk, kami berpikir untungnya dapat tiket VIP karena di dalam sepi tidak ramai seperti dulu. Tetapi herannya banyak keranjang dan troli yang sudah penuh dan diletakkan di suatu sisi yang kosong.

Food court dan pengunjung yang ada.

Tetapi setelah berbelanja, preview sale tidak seperti yang kami bayangkan. Banyak buku bagus yang diambil oleh pihak jasa titip. Terlebih lagi saat proses pembayaran. Setelah menghabiskan waktu 4 jam untuk mengantri membayar, dan berbincang dengan pengantri lainnya, kami menyimpulkan beberapa hal.

For Lego mania

Beberapa kemajuan positif berdasarkan BBW kali ini:

1. Dengan adanya lay out yang jelas, pencarian buku berdasarkan jenis-jenisnya menjadi lebih cepat. Hal ini tentu memudahkan book's lover seperti kami .

cookery books
Christmas books

2. Pilihan buku aktivitas dan buku anak-anak yang semakin banyak. Dari wipe clean books, board books, Christmas books, sticker books, dan buku aktivitas bertema lainnya. Plus semua masih rapi karena masih hari pertama. Berbeda dengan pengalaman kami tahun lalu yang harus mencari buku yang berantakan.

Picture books

3. Food court dan area bermain bagi anak-anak disediakan pada dalam area BBW.

4. Adacharging station bagi pengunjung yang batere handphonenya sudah mulai sekarat.

Booth Mandiri dan charging station

5. Karena kali ini BBW bekerjasama dengan Grab, tentunya pengunjung yang tidak membawa mobil tidak susah mencari kendaraan untuk pulang.

Art and crafts books

6. Bagi yang telah membeli, disediakan loka penyimpanan belanjaan pada depan pintu hall 10. Jadi pengunjung dapat mengambil tunggangan baru menuju ke hall 10 buat mengambil barang. Hal ini memudahkan pengunjung dengan nir usah menenteng belanjaan ke parkiran, apalagi kalau hujan.

Kekurangan saat preview sale BBW dan dapat menjadi masukan bagi pihak BBW:

1. Kurangnya koordinasi antara panita dengan pihak keamanan sehingga kami dioper sana-sini saat mau masuk.

2. Kurangnya informasi bahwa untuk pembelian makanan di food court dan area bermain harus menggunakan e-money. Sejauh mata memandang, kasir hanya ada satu kemarin, akibatnya antrian untuk membayar makanan pun panjang. Bahkan beberapa ibu mengeluh karena harus mengantri padahal sudah kelaparan.

3. Pihak panitia kurang tegas tentang antrian. Kami sudah mengantri sampai depan gerbang dan disuruh kebelakang tanpa ada kejelasan. Tetapi setelah itu banyak yang langsung nyelak dari samping tidak dilarang oleh mereka.

4. Penjelasan dari pihak Mandiri pun kurang. Kami sempat bertanya tentang penggunaan Mandiri. Mereka hanya berkata bisa menggunakan point untuk fast track dan jika membayar dengan debit Mandiri untuk pembelanjaan diatas 1 juta akan mendapatkan voucher belanja yang hanya dapat digunakan di hari libur atau weekend. Ternyata setelah mengantri 4 jam, pihak kasir berkata bahwa pembayaran dengan debit bisa kapan saja, tetapi jika ingin mendapatkan voucher belanja, harus melakukan transaksi di weekend dan vouchernya juga untuk weekend. Padahal saat bertanya di booth Mandiri, mereka tidak menjelaskan hal ini.

5. Memang ada jalur fast track, tetapi untuk penggunaannya harus memotong fiesta point yang ada sebesar 100 point di booth Mandiri, bukan di kasir. Jadi kemarin kami tidak mendapat info ini saat bertanya ke booth Mandiri.

6. Jalur fast track yang ada bukan berarti jika lewat jalur itu maka akan ada kasir khusus. Jalur fast track hanya berarti bahwa si pengantri tidak harus mengantri di maze, tapi akan bersama-sama dengan jalur antrian lain di saat mengantri kasir. Akibatnya sempat ada ibu-ibu yang dari jalur fast track juga harus mengantri 3,5 jam dan masuk jalur antrian sama seperti kami. Dia mengeluh apa gunanya potong point 100 tetapi tetap panjang.

7. Kasir yang ada sangat banyak, hampir 50, tetapi tidak dibedakan antara jalur yang belanja sedikit dan yang bertroli-troli. Belum lagi terkadang sistemnya error. Andaikan dipisah, mungkin antrian yang belanja  tidak akan begitu panjang. Jadi akan lebih baik jika antrian antara yang belanja bertroli-troli seperti para jasa titip dengan yang belanja untuk keperluan sendiri yang tidak sampai 1 troli dipisahkan.

Area dekat toilet yang menjadi tempat para jastip mengumpulkan buku

Karena kejadian di preview sale yang tidak mengenakkan bagi para pemegang tiket VIP, banyak yang kecewa dan saling bercerita saat antri membayar. Dapat dimengerti sih kekecewaan para pemegang tiket VIP yang memang pencinta buku dan harus berlomba dengan jasa titip yang mengambil buku sampai bertroli-troli walau belum tentu dibeli dan sesudah itu meletakkan buku-buku yang tidak jadi dibeli secara sembarangan. Walau para jasa titip membantu para pecinta buku yang tidak dapat pergi, tetapi ada baiknya teknis untuk pembayaran dan jumlah pengambilan buku dibatasi. Dan untungnya pihak BBW dengan rendah hati meminta maaf kepada para pemegang tiket VIP. Dan melihat live report mereka kemarin, sepertinya sudah ada perbaikan di jalur antrian ke kasir.

Permohonan maaf BBW

Nah, untuk yang baru mau mengunjungi BBW, ada beberapa tips yang mungkin dapat kami bagikan saat mengunjungi Big Bad Wolf.

1.Kenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman. Tentunya program hunting kitab membuat kita wajib mobilitas cepat. Kalau baju terlalu manis malah jadi susah buat bergerak.

2. Bawalah minuman dan kuliner ringan. Di sana sih memang terdapat food court, tapi ternyata harus membayar dengan e-money Mandiri (harga kartu Rp 75.000,00 menggunakan isi Rp 25.000,00). Walaupun punya, ternyata untuk memesan kuliner harus mengantri panjang, membayar di kasir spesifik pun harus mengantri panjang. Jadi lebih baik membawa cemilan dan minuman dalam tas.

Tiga. Datanglah di jam-jam yg tidak begitu padat. Mungkin subuh dan bukan weekend dapat menjadi saat yang sempurna.

4. Buat list kitab apa saja yang ingin dibeli. Banyaknya buku bagus pada sana bisa menciptakan mata hijau. Daripada lupa apa yang mau dicari, lebih baik buat list-nya. Setelah kitab -kitab yg diinginkan sudah didapatkan, barulah hunting buku-kitab lainnya apabila budget masih cukup.

5. Bawa koper jika belanjaan banyak. Di sana sih disediakan troli dan keranjang untuk meletakkan buku-buku yang akan dibeli. Tetapi just in case kehabisan troli dan keranjang, karena sudah dipakai oleh jasa titip buku, dan supaya tidak repot menenteng plastik, disarankan sih membawa koper.

6. Pelajari layout letak buku terlebih dahulu. Karena letaknya yang luas, lebih baik kita sudah mengetahui dimana letak buku-buku yang mau kita cari.

Lay out BBW 2017

7. Pergilah berdua atau bawa teman. Mengapa? Supaya ada teman ngobrol dan bisa saling menjaga saat sedang antri membayar atau saat kita mau ke toilet. Kalau sampai sendiri, sambil mengantri bisa sambil membaca buku yang mau dibeli.

Antrian saat membayar

8. Bagi yang membawa anak, seperti kami dan teman-teman kami, sebaiknya pergi berdua (baik dengan teman ataupun dengan pasangan). Kalau kami sih biasanya bergantian menjaga anak-anak. Jadi saya berkeliling mencari buku yang diinginkan, si papa yang menemani anak-anak membaca buku. Setelah itu giliran papa mencari buku, saya menemani anak-anak membaca buku. Dan yang terpenting, beritahu anak-anak agar tidak berpindah tempat dan tidak memberantak buku. Jadi mereka tahu bahwa mereka boleh membaca tetapi tidak mengembalikan buku pada tempatnya. Seperti kemarin, Duo Lynns malah sibuk merapikan buku yang diletakkan sembarangan di depannya. Kita juga harus melatih anak-anak untuk bertanggungjawab dari kecil bukan?

8. Pastikan handphone kita sudah di-charged dan kalau perlu bawa power bank.

9. Saat membayar, kami umumnya memilah kitab dari harga. Tujuannya memudahkan kami buat menyelidiki nota & memudahkan pihak kasir pula. Biasanya kami menghitung ada berapa item yg kami beli. Sehingga ketika memeriksa nota, kami pun dapat menyelidiki menggunakan cepat.

9. Untuk pembayaran, mereka menerima uang tunai, kartu kredit berlogo visa. Sedang untuk debit, mereka hanya menerima debit Mandiri. Jadi tidak dapat menggunakan debit BCA. Banyak yang masih bertanya dan sampai sana kebingungan untuk membayar.

10. Bagi yang mempunyai kartu debit Mandiri dan kartu kredit Mandiri, pastikan dulu promonya. Kalau perlu, tanya sampai detil sekali (pembayaran dengan debit bisa kapan saja, tetapi jika ingin mendapatkan voucher belanja, harus melakukan transaksi di weekend dan vouchernya juga untuk weekend dan untuk penggunaan jalur fast track harus memotong fiesta point yang ada sebesar 100 point dibooth Mandiri, bukan di kasir).

11. Andai tidak membawa tunggangan, jangan kuatir karena pada sana ada pool Grab pada Hal 10.

Bagaimana dengan kami? Kami sih tidak kapok untuk datang lagi, hanya mungkin mencari waktu yang pas saja, karena koleksi buku dan harga yang menarik yang ditawarkan oleh pihak BBW. Oya, jangan lupa mengakhiri kunjungan dengan mampir ke Aeon Mall untuk makan sushi di sana. Selamat berburu buku yang auuwsome;)

Buku tentang cara menggambar hanya Rp 100.000,00 saja.
Update:

Kamis kemarin kami kembali ke BBW karena artikel ini terpilih (hore...) dan mendapatkan voucher Rp 200.000,00. Mereka baru restock buku, banyak sekali, dan antrian di kasir jauh lebih ok dibanding saat preview sale kemarin. Salah satu pihak BBW menyatakan memang saat preview sale terjadi kekacauan yang membuat pihak mereka juga kaget. Tetapi pada hari kedua, semua sudah berjalan jauh lebih baik.

Keep up the good work, BBW team :)

The Big Bad Wolf Book Sale

http://www.Bigbadwolfbooks.Com/id/

21 April- 2Mei 2017

ICE BSD

Auuuwsome Big Bad Wolf 2018

Masih bercerita tentang buku, setelah mengunjungiperpustakaan nasional kemarin, anak-anak kembali bertanya tentang mencari buku aktivitas, yang pastinya tidak ada di perpustakaan. Yang muncul di benak mereka adalah kapan kita keBig Bad Wolf lagi untuk mencari buku-buku? Memang Duo Lynns suka banget sama buku. Setiap kami mau pergi, ada tiga hal yang tidak lupa mereka masukkan le dalam tas: buku bacaan, kertas kosong, dan alat tulis. Masalahnya, mamanya tidak tahu kapan Big Bad Wolf diadakan kembali.

Akhirnya pucuk dicinta ulam tiba. BBW meng-update bahwa tahun ini Big Bad Wolf kembali diadakan mulai dari tanggal 29 Maret - 9 April 2018 di ICE BSD. Seperti sebelumnya, kali ini pun nonstop alias tidak tutup. Berita ini tentu membuat kami bersemangat untuk menyediakan waktu mengunjungi ICE. Tahun lalu saja kami mengunjungi BBW sebanyak dua kali, yaitu saatpreview saledan juga saat mamanya dapatvoucherkarena artikel di blog ini terpilih. Tentang BBW tahun lalu, baik saat preview sale dan saat kunjungan setelahnya, dapat dibaca dilink berikut ini.

Nampaknya bukan hanya kami yang semangat saat mendengar Big Bad Wolf. Teman-teman diberbagaiwhatsapp grouppun sudah mulai sibuk membahas BBW. Sebagian berencana pergi ramai-ramai saat malam setelah anak tidur, jadi anak-anak di rumah biar bebas bergerilya. Sebagian berencana menitip pada jasa titip karena tempatnya yang lumayan jauh.

Sebetulnya sih untuk menyiasati tempat yang jauh ini, ada berbagai cara untuk menuju ICE. Pihak panitia pun memberikan banyak informasi mengenai carai menuju ICE ini.When there is a will, there is a way :)

Rute menuju ICE BSD City dengan Transjakarta.
Cara menuju ICE dengan KRL dan Transjakarta.
Free shuttle bus disekitar BSD. Sumber foto: Big Bad Wolf

Sebagian lagi sibuk bertanya apakah ada tips supaya tidak mengantri berjam-jam.Tips yang mungkin dapat kami berikan saat hunting buku di BBW adalah:

1.Kenakan pakaian dan alas kaki yg nyaman. Tentunya acara hunting buku menciptakan kita wajib gerak cepat. Kalau baju terlalu anggun malah jadi susah untuk beranjak.

2. Bawalah minuman dan makanan ringan. Tahun lalu memang adafood court, tapi ternyata harus membayar dengan e-money Mandiri dan antriannya panjang. Jadi untuk jaga-jaga, lebih baik membawa cemilan dan minuman dalam tas.

3. Datanglah di jam-jam yang tidak begitu padat. Mungkin subuh dan bukanweekend dapat menjadi waktu yang tepat.

4. Buat list kitab apa saja yang ingin dibeli. Banyaknya kitab indah di sana dapat menciptakan mata hijau. Daripada lupa apa yg mau dicari, lebih baik buat list-nya. Setelah kitab -kitab yang diinginkan sudah dihasilkan, barulah hunting buku-buku lainnya jika budget masih relatif.

5. Bawa koper jika belanjaan banyak. Di sana sih disediakan troli dan keranjang untuk meletakkan buku-buku yang akan dibeli. Tetapijust in case kehabisan troli dan keranjang, karena sudah dipakai oleh jasa titip buku, dan supaya tidak repot menenteng plastik, disarankan sih membawa koper.

6. Pelajarilayout letak buku terlebih dahulu. Karena letaknya yang luas, lebih baik kita sudah mengetahui dimana letak buku-buku yang mau kita cari.

7. Pergilah berdua atau bawa teman. Mengapa? Supaya ada sahabat ngobrol & mampu saling menjaga ketika sedang antri membayar atau waktu kita mau ke toilet. Kalau hingga sendiri, sambil mengantri bisa sambil membaca kitab yg mau dibeli.

8. Bagi yang membawa anak, seperti kami dan teman-teman kami, sebaiknya pergi berdua (baik dengan teman ataupun dengan pasangan). Kalau kami sih biasanya bergantian menjaga anak-anak. Jadi saya berkeliling mencari buku yang diinginkan, si papa yang menemani anak-anak membaca buku. Setelah itu giliran papa mencari buku, saya menemani anak-anak membaca buku. Dan yang terpenting,beritahu anak-anak agar tidak berpindah tempat dan tidak memberantak buku. Jadi mereka tahu bahwa mereka boleh membaca tetapi tidak mengembalikan buku pada tempatnya. Setiap kali datang ke BBW, Duo Lynns malah sibuk merapikan buku yang diletakkan sembarangan di depannya. Kita juga harus melatih anak-anak untuk bertanggungjawab dari kecil bukan?

8. Pastikan handphone kita sudah di-charged dan kalau perlu bawapower bank.

9. Saat membayar, kami biasanya memilah buku menurut harga. Tujuannya memudahkan kami untuk mempelajari nota & memudahkan pihak kasir pula. Biasanya kami menghitung terdapat berapa item yg kami beli. Sehingga saat memeriksa nota, kami pun bisa memeriksa dengan cepat.

9. Untuk pembayaran, silakan cari informasi cara pembayaran dan promonya. Tahun lalu, mereka menerimauang tunai, kartu kredit berlogo visa. Sedang untuk debit, mereka hanya menerima debit Mandiri. Jadi tidak dapat menggunakan debit BCA. Banyak yang masih bertanya dan sampai sana kebingungan untuk membayar.

Biasanya sih jikalau pada sini orang sanggup kalap dan belanja bukunya jadi buanyak buanget. Nah, pihak panitia bekerjasama menggunakan TIKI. Nanti akan ada booth TIKI yang tersedia. Jadi jikalau malas bawa barangbelanjaan, terdapat cara lain buat memaketkan dengan bonus spesifik dari TIKI bagi pembeli buku di BBW.

Bagaimana dengan kami? Tentu saja kami berharap mendapatkan kesempatan untuk dapat tiketpreview sale kembali. Bagibooks' lovers seperti kami,preview saletentu sangat menyenangkan. Walau banyak yang bilang trauma berat denganpreview sale tahun lalu yang dipenuhi jastip, tapi kami optimis panitia tidak akan mengulang kesalahan yang sama. Tentu saja seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akantamasya dengan anak-anak ke Big Bad Wolf. Bagi Duo Lynns, serigala yang satu ini baik kok. Mereka sudah bilang mau mencari buku-buku aktivitas dan bacaan seperti Narnia. Maklum, dari semua buku yang dibeli, hampir semua sudah habis dibaca dan buku aktivitasnya sudah dikerjakan.

Activity books buat anak-anak dengan harga yang murah.

Oya, Duo Lynns pernah terbangun dan menangis karena tidak menemukan mama papanya pada kamar. Mereka menduga kami pergi ke ICE & meninggalkan mereka (berarti mereka nguping ketika saya cerita ke si papa teman-sahabat berencana tidak bawa anak ke ICE). Ada-terdapat saja bukan?

The Big Bad Wolf Book Sale

http://www.Bigbadwolfbooks.Com/id/

29 Maret - 9 April 2018

ICE BSD

Anak mini yang tahun lalu seru dengan kitab bacaannya :)

Preview Sale Big Bad Wolf 2018

Tanggal 28 Maret 2018 merupakan hari yang dinanti-nantikan oleh para pencinta buku. Mengapa? Karena hari ini serigala yang baik hati datang dengan membawa buku-buku yang murah dan bagus. Well, resminya sih tanggal 29 Maret - 9 April 2018. Tetapi bagi yang mendapatkan tiket preview sale, BBW menyediakan satu hari diawal. Bagaimana cara mendapatkan tiket ini? Ada banyak cara, dari jalur blogger atau vlogger, jalur member, jalur nasabah Mandiri, dan jalur instastory. Dan singkat cerita, kami mendapatkan preview sale pass lewat jalur blogger dan member. Hore...

Pagi ini kami jalan sepagi mungkin, untuk menghindari macet. Pengalaman tahun lalu, kami terkena macet sehingga saat menukarkan tiket preview sale pun antri panjang sekali. Dan tidak disangka, kami sampai dalam waktu 40 menit ke ICE. Saat kami datang, parkiran masih sepi, tapi ada 5 bus pariwisata. Mulai dag dig dug deh. Jangan-jangan yang datang preview sale buanyak banget.

Kami pun segera menuju tempat mengambil tiket preview sale. Berbeda dengan tahun lalu, antrian pengambilan tiket pun tidak sepanjang tahun lalu. Apalagi jalur blogger. Tidak ada antrian sama sekali. Muncul sedikit rasa optimis bahwa panitia telah melakukan improvement. Ternyata antrian panjang berada di depan gate. Oh, my... Tapi kami masih optimis bahwa di dalam tidak akan separah ini, karena kan ruangannya besar.

Kiri: antrian tukar tiket. Kanan: antrian masuk gate.

Pada pukul 08.45, gate dibuka. Maka semua orang mulai masuk dalam jalur antrian. Seperti air yang dibuka sumbatannya, sebagian kalap dan mulai mengambil troli dan keranjang sebanyak mungkin. Dari gayanya sih sepertinya jastip. Dalam waktu sekejap, trolly dan keranjang dipenuhi buku yang sama berpuluh-puluh. Waduh, jadi waswas lagi.

Pemandangan yang kami lihat saat masuk pertama kali, area food court yang nyaman.

Seperti biasa, strategi kami adalah anak-anak dengan papa melihat buku ad interim aku berkeliling mencari yang kami inginkan. Incaran kami kali ini adalah Narnia dan Geronimo Stilton. Selain ini, anak-anak boleh memilih sinkron budget yg kami miliki (ini penting sekali, lantaran kami sekeluarga suka kitab ).

Buku bacaan anak-anak.
Activity books

Children Readers Section.

Selain buku-buku yang seperti biasa ada, kali ini di BBW ada banyak buku Mandarin. Sayangnya saya tidak bisa membacanya, jadi masih saya skip dulu. Selain itu box set book juga semakin berlimpah. Dari yang novel dewasa, remaja, hingga bacaan anak-anak. Dan ada juga area khusus member. Jadi harga buku didiskon lagi. Tambah hijau mata saya =))

Buku pop up ini ada di area member loh. Insert: hasil ngelongok trolley jastip:)
Religious book.
Kategori non fiction
Cookery section

Setelah mendapatkan buku-buku yang diinginkan, gantian saya menemani anak-anak melihat-lihat buku anak-anak. Papa pun berkeliling mencari buku history music sambil melihat-lihat buku lainnya.

Kakak membantu membacakan cerita :)
Buku-buku Health and Style

Lantaran kami terdapat acara pada sore hari, maka kami pun menyudahi program jalan-jalan kami pada BBW kali ini. Entah kenapa, saya memiliki firasat bahwa kami akan datang lagi ke sini.

Bagaimana dengan pembayaran? Semua yang kami kuatirkan, termasuk orang-orang lain yang datang ke preview sale tahun lalu, sirna. Tim BBW berhasil membuat sistem yang sangat rapi. Tidak ada ular di antrian, tidak ada kesalahan penghitungan, dan kasirnya bergerak dengan cepat dan sigap. 12 thumbs up from us (soalnya berenam).

Sepi saudara-saudara...Bahagia banget =))

Asisten kasir :)

Tips yang mungkin dapat kami berikan saat hunting buku di BBW (kurang lebih sama sih tapi ada lebihnya) adalah:

1.Kenakan pakaian & alas kaki yg nyaman. Tentunya program hunting buku membuat kita harus mobilitas cepat. Kalau baju terlalu manis malah jadi susah untuk berkiprah.

2. Food court kali ini sungguh nyaman. Jadi dapat menjadi alternatif untuk pengunjung yang sedang tidak buru-buru seperti kami.

3. Datanglah di jam-jam yang tidak begitu padat. Mungkin subuh dan bukanweekend dapat menjadi waktu yang tepat.

4. Buat list buku apa saja yang ingin dibeli. Banyaknya buku bagus di sana dapat membuat mata hijau. Daripada lupa apa yang mau dicari, lebih baik buat list-nya. Setelah buku-buku yang diinginkan sudah didapatkan, barulah hunting buku-buku lainnya jika budget masih cukup.

5. Bawa koper jika belanjaan banyak. Di sana sih disediakan troli dan keranjang untuk meletakkan buku-buku yang akan dibeli. Tetapijust in case kehabisan troli dan keranjang, karena sudah dipakai oleh jasa titip buku, dan supaya tidak repot menenteng plastik, disarankan sih membawa koper.

6. Pelajarilayout letak buku terlebih dahulu. Karena letaknya yang luas, lebih baik kita sudah mengetahui dimana letak buku-buku yang mau kita cari.

7. Pergilah berdua atau bawa teman. Mengapa? Supaya terdapat sahabat ngobrol dan mampu saling menjaga waktu sedang antri membayar atau ketika kita mau ke toilet. Kalau hingga sendiri, sembari mengantri sanggup sembari membaca buku yg mau dibeli.

8. Bagi yang membawa anak, seperti kami dan teman-teman kami, sebaiknya pergi berdua (baik dengan teman ataupun dengan pasangan). Kalau kami sih biasanya bergantian menjaga anak-anak. Jadi saya berkeliling mencari buku yang diinginkan, si papa yang menemani anak-anak membaca buku. Setelah itu giliran papa mencari buku, saya menemani anak-anak membaca buku. Dan yang terpenting,beritahu anak-anak agar tidak berpindah tempat dan tidak memberantak buku. Jadi mereka tahu bahwa mereka boleh membaca tetapi tidak mengembalikan buku pada tempatnya. Setiap kali datang ke BBW, Duo Lynns malah sibuk merapikan buku yang diletakkan sembarangan di depannya. Kita juga harus melatih anak-anak untuk bertanggungjawab dari kecil bukan?

8. Pastikan handphone kita sudah di-charged dan kalau perlu bawapower bank. Dan jika sampai kehabisan baterai, ada charger station di area Bank Mandiri.

Area Bank Mandiri, tempat leyeh-leyeh dan charge HP

9. Saat membayar, kami umumnya memilah buku menurut harga. Tujuannya memudahkan kami untuk mengusut nota & memudahkan pihak kasir jua. Biasanya kami menghitung terdapat berapa item yg kami beli. Sehingga waktu memeriksa nota, kami pun dapat memeriksa menggunakan cepat.

9. Untuk pembayaran, BBW melakukan upgrade dengan sangat luar biasa. Kalau tahun hanya debit Mandiri saja, tahun ini semua kartu debit dan kredit diterima, kecuali JCB, Union Pay, dan American Express. Namun ada promo khusus bagi pengguna Mandiri. Bagi yang menggunakan debit Mandiri, maka setiap berbelanja sebesar satu juta rupiah, akan mendapat voucher belanja BBW sebesar seratus ribu rupiah (berlaku kelipatannya). Apalagi kalau kartu debitnya Mandiri Platinum, dapat tambahan lima puluh ribu lagi. Voucher dapat digunakan kapan saja, selama BBW berlangsung.

Hall 10, dari Tiki, pameran, dan ATM berjalan.
Selamat hunting buku, dan dijamin pasti ketagihan melihat buku-buku yang auuwsome ini :)

Foto dulu ah sebelum pulang :)

Update:

Firasat saya bahwa saya akan datang kembali ke BBW ternyata benar. By His grace, kami mendapatkan voucher dari blogger dan #mybigbadwolfstory. Namun karena minggu kemarin merupakan minggu sibuk, dari seminar hingga GATF 2018, maka kami baru dapat datang di tanggal 8 April. Buku sudah banyak yang habis dan digantikan dengan buku-buku baru. Dan karena hari Minggu, pengunjungnya banyak sekali. Puji Tuhan untuk urusan pembayaran, antrian di kasir nyaris tidak ada. Thank you BBW 2018 team. Can't wait to see tou next year :)

Favor :)

The Big Bad Wolf Book Sale

http://www.Bigbadwolfbooks.Com/id/

29 Maret - 9 April 2018

ICE BSD

Featured Post

Benteng dan Istana Rajasthan yang Menakjubkan

Rajasthan "Pemandangan Rajasthan dihiasi dengan sejumlah benteng, benteng, benteng, istana dan benteng yang berbicara tentang se...